Pasar Jibama, Wamena, Papua

Pernahkan anda mendengar Wamena? Tahukah anda letak tempat Wamena? Mari ikuti perjalanan saya ke Pasar Jibama di Wamena. Wamena hanya bisa di tempuh dengan menggunakan pesawat kecil dari Jayapura, terletak di tengah pulau Papua dan terisolasi diantara gunung-gunung yang sangat hijau. Perjalanan menuju Wamena membuat anda seperti menembus ruang dan waktu. Dari bandara Wamena, anda bisa langsung menuju Pasar Jibama yang terkenal  dengan disuguhi pemandangan yang menakjubkan. Pemandangan di sekitar Wamena sungguh menunjukkan keindahan alam Papua yang luar biasa. Wamena terletak di ketinggian sekitar 1600 m dpl, sehingga di tengah kondisi yang berangin dan dingin, penulis tetap menggunakan jaket walau di tengah siang hari. Di pasar ini, selain pasar yang terletak di dekat bandara Wamena, menjadi tempat transaksi kebutuhan sehari-hari warga sekitar.

Plang Pasar Jibama

Sayur mayur, buah-buahan, bunga, ubi jalar yang dalam bahasa lokal disebut hipere, bisa dipastikan organik. Berdasarkan peraturan Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya dimana Wamena terletak, segala bahan kimia berbahaya seperti pestisida atau pupuk buatan pabrik dilarang untuk masuk ke wilayah tersebut. Budidaya organik yang sudah dilakukan secara turun temurun bahkan menjadi budaya lokal dan diperkuat oleh peraturan pemerintah, telah mendahului belahan dunia lain yang berangsur-angsur kembali ke pertanian organik akhir akhir ini. Ditambah kondisi alam yang subur serta masyarakat lokal yang senang bekerja, anda bisa melihat hasil panen yang bagus serta berukuran lebih besar. Hasil panen yang bisa diperoleh di Pasar Jibama termasuk besar, segar dan juga mahal untuk ukuran orang yang datang dari luar Wamena. Kondisi ekonomi tinggi tersebut dapat dipahami dengan segala sesuatu untuk keperluan kehidupan masyarakat di Wamena diangkut menggunakan pesawat. Bahkan air kemasan juga diangkut menggunakan pesawat, jadi jangan kaget jika harga air kemasan botol kecil bisa mencapai Rp 10 ribu, yang mungkin di Jawa hanya seharga kisaran Rp 1200 pada saat yang sama sebagai gambaran. Namun harga bahan bakar minyak saat itu tetap sama Rp 6000,  karena subsidi pemerintah tetapi sepertinya membutuhkan antrian yang panjang untuk mendapatkan bahan bakar tersebut.

Suasana Pasar Jibama

Talas

Penjual Bunga di Pasar

Pasar penting sebagai rantai supply untuk distribusi produk-produk pertanian. Teknik pascapanen perlu diterapkan dalam rangka mengurangi kehilangan hasil akbibat susut bobot, produk rusak karena penyakit atau kerusakan mekanik. Wamena memiliki keunggulan tersendiri dengan altitude yang cukup tinggi, udara yang dingin berfungsi sebagai pendingin alami sehingga produk lebih tahan lama dalam rantai supply. Masyarakat lokal juga telah menerapkan sistem kemasan dan transportasi untuk mengangkut hasil panen, seperti penggunaan kardus untuk diangkut menggunakan motor atau bahkan becak. Menarik sekali melihat ada becak di tengah ketinggian 1600 m dpl dan penulis berkesempatan untuk mencoba menaikinya.

Sayuran di Pasar Jibama

Supply Chain

Becak di ketinggian 1600 m dpl

Selain buah-buahan, sayur, umbi-umbian dan kebutuhan pokok, Pasar Jibama juga menyediakan area untuk menjual babi. Babi merupakan bagian adat dari suku-suku di Papua, yang digunakan dalam upacara adat dan sebagai sarana mas kawin. Jumlah babi menunjukkan status sosial pemiliknya. Salah satu saran untuk Anda, pada saat berkunjung ke Papua, berhati-hatilah dalam berkendaraan jangan sampai menabrak babi di jalan karena denda adatnya bisa mahal. Babi kecil seperti yang ada di foto bisa berharga Rp 2 juta pada saat itu.

Area Penjualan Babi

Area Penjualan Babi

Hasil produk pertanian di Wamena selain di jual untuk kepentingan lokal, juga di jual ke luar daerah seperti Jayapura. Bahkan kopi Wamena sekarang sudah mulai mendunia, semua ini  berasal dari penanganan produk dengan penerapan teknik pascapanen yang baik serta rantai supply yang memadai. Salah satu rantai pemasaran produk pascapanen Wamena yang organik, besar dan segar tersebut ke Rumah Makan bertema Jawa Barat, tempat asal tinggal penulis, tentu menu lezat yang dihidangkan oleh pemiliknya yang berasal dari Kuningan disesuaikan dengan harga Wamena.

Rumah Makan Sunda

Location: Wamena, Papua, Indonesia

Time: Agustus 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s