Panen Bengkuang

Jika anda berjalan-jalan ke kota Bogor, my home sweet home, di sepanjang jalan, atau di tempat-tempat wisata, atau dipasar-pasar, terminal Baranangsiang, di sekitar kebun raya Bogor, akan mudah ditemui bengkuang. Bagian tanaman bengkuang yang biasa dimanfaatkan adalah  bagian umbinya. Bengkuang yang ditanam dan dijual di Bogor berasa segar dan manis sehingga wisatawan senang membeli bengkuang dari Bogor sebagai oleh-oleh. Umbi bengkuang sudah enak dimakan begitu saja atau dicocol menggunakan garam atau gula merah, apalagi ditemani segelas teh atau kopi hangat. Bengkuang juga bisa dimanfaatkan sebagai masker penghalus wajah, jika anda ingin kosmetik yang alami, umbi bengkuang diparut untuk mendapatkan sarinya dan dibalur di permukaan kulit. Hasilnya kulit anda akan halus dan bersih.

Pencucian

Penulis bertemu dengan beberapa petani yang sedang memanen ketika sedang berjalan-jalan di Bogor. Kota Bogor sebenarnya termasuk padat dengan banyak perumahan, ternyata di bagian belakang perumahan-perumahan tersebut masih terdapat banyak tanah kosong yang dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk ditanami berbagai macam tanaman. Salah satunya bengkuang. Jadi di sekitar perumahan di Bogor mungkin masih anda temui berbagai macam tanaman seperti bengkuang atau talas. Tanaman-tanaman tersebut menjadi favorit ditanam warga sekitar karena mudah penanaman dan perawatannya, juga yang terpenting mudah untuk dijual karena menjadi salah satu ikon oleh-oleh dari Bogor.

Beristirahat Sejenak

Bengkuang dipanen setelah berumur 3.5-5 bulan, tergantung seberapa besar umbi yang ingin dipanen dan kebutuhan penghasilan untuk petani. Bogor mempunyai keuntungan memiliki sumber air yang berlimpah, bisa berupa mata air atau aliran permukaan. Bogor dikenal sebagai kota hujan, sehingga air biasanya bukan merupakan suatu masalah disini.

Petani yang penulis lihat sedang melakukan tindakan panen dan pascapanen bengkuang, tampak terampil dan terorganisasi dengan baik. Ada orang yang mencabut umbi bengkuang, membersihkannya, memotong serta mencucinya di sungai kecil. Terlihat di foto umbi yang belum dicuci masih berwarna coklat karena masih banyak tanah yang menempel. Serta umbi yang sudah dicuci berwarna putih bersih. Selain faktor penampilan umbi penting untuk pemasaran, kebersihan umbi juga perlu dilakukan untuk mengurangi kemungkinan penyakit yang bisa ditimbulkan oleh bagian tanah yang tertinggal di permukaan umbi.

Panen dilakukan pada pagi hari ketiga matahari belum bersinar terik sehingga kelembaban dan kesegaran umbi terjaga dengan baik. Apalagi kandungan umbi bengkuang sebagian besar terdiri dari air sekitar 86-90%. Petani menggunakan pelepah pisang untuk menutup permukan umbi agar tidak terkana matahari secara langsung. Tangkai umbi disisakan sedikit untuk memudahkan pengikatan umbi menjadi satu ikatan karena biasanya umbi dijual dalam satuan ikatan bukan berdasarkan berat. Dengan menggunakan cara menjual dalam satuan ikatan, petani bisa mendapat keuntungan lebih besar. Juga harga bisa lebih mahal jika bengkuang tersebut dijual di lokasi wisata dan pada akir pekan dimana banyak wisatawan datang berkunjung ke Bogor.

Bengkuang yang sudah dibersihkan, diangkut menggunakan keranjang bambu. Lokasi panen dengan jalan raya biasanya tidak jauh sehingga bengkuang dalam keranjang bambu tersebut dipikul sampai pinggir jalan dan akan ada angkot yang sudah menunggu untuk mengangkutnya ke lokasi pemasaran. Jadi jika anda sempat berkunjung ke Bogor, jangan lupa membawa oleh-oleh bengkuang dan juga jangan lupa menawar harganya karena akan mahal hargnya pada saat weekend atau liburan.

Location: Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Time: September 2011

3 thoughts on “Panen Bengkuang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s