Panen Tomat

Tomat bisa mulai dipanen setelah berumur 70-90 hari setelah pindah tanam. Umur panen tergantung pada varietas, tingkat kesuburan tanah, lokasi serta tingkat kematangan yang diinginkan. Tingkat kematangan tomat yang diinginkan harus memperhatikan jarak tempuh sumber produksi dengan lokasi pemasaran atau lama waktu penyimpanan maksimal yang diinginkan. Pembahasan mengenai teknologi panen tomat yang bisa diterapkan di Indonesia akan disampaikan pada artikel di lain kesempatan.

Ajir atau lanjaran untuk Menopang tanaman Tomat

Tanaman tomat biasanya ditanam menggunakan ajir, bisa terbuat dari bambu atau bahan kayu tanaman lain yang tersedia di sekitar kebun. Ajir ini berfungsi untukperambatan ketika tumbuh serta menopang batang tanaman tomat sehingga tidak rebah ketika sudah berbuah. Batang tanaman tomat cenderung lunak dan bercabang-cabang sehingga penting untuk memanfaatkan ajir sebagai penopang tanaman.

Panen Tomat

Ketekunan Membuahkan Panen yang Bagus

Panen tomat dilakukan secara satu persatu pada buah yang sudah memenuhi kriteria panen. Buah yang matang  tidak selalu berwarna merah, bisa orange kemerahan tergantung pada varietas. Pada lokasi yang dikunjungi penulis, varietas tomat yang dipanen berwarna orange kemerahan dan berukuran sedang. Buah tomat yang masih berwarna hijau dan kecil ditinggalkan di tanaman untuk dipanen beberapa hari kemudian ketika sudah memenuhi kriteria panen. Panen tomat tidak dilakukan secara sekaligus melainkan secara bertahap 3-5 hari sekali.

Jenis Tomat yang Dipanen

Waktu panen juga penting untuk diperhatikan. Sebaiknya panen dilakukan pagi hari atau sore hari untuk mengurangi respirasi buah tomat. Juga letakkan buah tomat yang dipanen di bawah bayang-bayang pohon jangan sampai terkena sinar matahari secara langsung. Jika mulai dari panen sampai penyimpanan bagus, buah tomat bisa bertahan selama 7-8 hari di rantai pemasaran. Jika penanganan panen dan pascapanen tidak bagus, dalam waktu beberapa hari saja buah tomat akan kehilangan vigornya, terlihat mengkerut atau berair membusuk. Hindari menutup buah tomat menggunakan plastik saat dikumpulkan di wadah, karena respirasi tomat cukup tinggi bisa menyebabkan cepat tumbuh jamur dan membusuk.

Petani yang ditemui penulis memanen Tomat menggunakan tas kecil kemudian hasil panen dikumpulkan di kardus besar. Kapasitas wadah kemasan untuk mengangkut hasil panen harus diperhatikan. Jika terlalu berat, orang cenderung membanting kemasan transport serta buah yang terdapat di bagian bawah tertekan oeh tumpukan buah diatasnya. Kondisi tersebut bisa menyebabkan buah mengalami kerusakan mekanik sehingga meningkatkan kehilangan pascapanen.

Kardus Sebagai Wadah Penampung Hasil Panen

Penulis tidak tahu bagaimana cara petani tomat yang ditemui mengangkut tomat tersebut, apakah terlebih dahulu diangkut ke rumah untuk sortasi atau langsung ke pasar, menggunakan motor atau gerobak angkut karena lokasi lahan yang jauh dari pemukiman dan pasar. Jauhnya sarana produksi dengan pemukiman atau pasar patut menjadi pemikiran bersama dengan pemerintah, bagaimana menyediakan sarana jalan pertanian untuk mengangkut hasil panen para petani. Jauhnya lokasi pertanaman tidak menjadi masalah selama terdapat jalanan yang bagus serta mudah ditempuh.

Lokasi Kebun Tomat

Diversifikasi Jenis Tanaman

Petani biasanya tidak menanam tomat secara monokultur, ditanam bersamaan dengan tanaman lain untuk menghindari resiko usaha. Penting untuk diperhatikan tomat tidak ditanam berdampingan atau bergiliran dengan tanaman dari genus Solanaceae seperti terong karena hama dan penyakit tanaman akan saling menulari dan selalu tersedi. Jadi tanaman tomat harus di rotasi dengan tanaman dari lain genus. Budidaya buah tomat termasuk sulit. Serangan hama penyakit kadang cukup tinggi sehingga penggunaan pestisida cukup intensif yang membuat biaya produksi meningkat. Harga buah tomat di pasaran juga berfluktuasi, kadang merosot tajam tetapi bisa meningkat drastis. Walaupun petani kadangkala rugi total, tetapi bisa untung besar jika harga di pasaran sedang bagus sehingga tomat tetap menjadi tanaman andalan petani dengan tetap memperhitungkan resiko usaha secara baik. Tomat dikonsumsi masyarakat Indonesia sebagai campuran dalam masakan, bahkan dikunsumsi mentah sebagai sayur sehingga permintaan terhadap buah tomat selalu tinggi. Apalagi menjelang hari raya keagamaan atau perayaan-perayaan acara tertentu yang bisa meningkatkan kebutuhan buah tomat. Petani harus berpacu dengan musim hujan dan panas, serangan hama dan penyakit serta permainan harga dari tengkulak atau pedagang agar tetap bisa menikmati keuntungan dari hasil jerih payahnya selama budidaya tanaman.

Location: Keerom, Papua, Indonesia

Time: July 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s