Ternak Lebah di Wamena

Lebah merupakan salah satu binatang ciptaan Tuhan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Cairan yang keluar dari tubuh lebah, biasa kita sebut madu, bisa berwarna coklat dan hitam maupun bening dan biasanya kental. Pemanfaatan madu untuk manusia sudah berlangsung semenjak zaman dahulu, mungkin telah digunakan sebelum peradaban mengenal tulisan. Madu banyak disebut-sebut di kitab-kitab suci, kitab-kitab pengobatan bahkan di zaman modern ini madu masih diresepkan untuk membantu mengobati berbagai macam penyakit atau hanya sekedar menjaga kesehatan. Bahkan sampai ada cabang ilmu yang mempelajari tentang lebah dan madu yang disebut Apiari. Madu merupakan produk perdagangan yang bernilai ekonomi tinggi dan kita mudah menemuinya di banyak toko. Bahkan kadang kita biasa menemukan orang-perorangan menjual madu hasil produksi sendiri.

Begitu familiarnya kita dengan produk itu, bahkan hampir tidak menyadari luar biasanya produk ini. Madu mengandung berbagai macam zat gizi seperti asam amino, vitamin, mineral yang tidak mungkin diproduksi oleh tubuh manusia sendiri. Penulis sendiri merupakan salah satu penikmat madu, baik untuk menjaga kesehatan atau menikmati sedapnya madu yang dicampur sebagai pemanis pengganti gula pada teh hangat di sore hari. Merupakan kebiasaan yang baik jika kita meminum madu yang dicampur dengan air hangat beberapa saat setelah kita bangun tidur di pagi hari. Aktifitas seharian penuh yang kadang melelahkan dijamin akan terbantu dengan “energi” dari madu yang kita minum tersebut. Anda yang pernah memiliki pengalaman luka di kulit, kemudian dioleskan dengan madu, dijamin luka akan segera sembuh dan tidak menimbulkan bekas luka ketika sembuh kemudian karena madu bisa bersifat antiseptik. Beda dengan antiseptik lain yang tetap menimbulkan luka ketika luka dikulit telah benar-benar sembuh. Hanya luka di hati mungkin yang sulit diobati oleh madu, walau mungkin madu bisa membantu anda tetap nyaman ketika menikmatinya…….

Madu banyak merk dan jenisnya, bisa dari madu yang berasal dari lebah liar yang ada di hutan-hutan belantara maupun dari lebah yang diternakkan di pekarangan rumah atau pinggiran hutan. Tetapi penasarankan anda, dari mana sebenarnya madu berasal?? Kita tahu bahwa madu berasal dari lebah, tapi bagaimana sebenarnya hak tersebut bisa terjadi?? Pertanyaan itu membawa saya ke suatu daerah di  Wamena, salah satu wilayah di tengah-tengah pulau Papua. Wilayah ini hanya bisa dijangkau menggunakan pesawat baling-baling, yang cukup memacu adrenalin ketika pesawat baling-baling kecil dengan kapasitas kecil sekitar 50 orang di bagian belakang dan dibagian depan berisi logistik, harus melewati barisan gunung tinggi menjulang di angkasa. Dan ketika baling-baling pesawat berhadapan dengan gumpalan awan tebal, seketika itu juga pesawat terguncang seperti mobil yang melewati lubang di jalan berlumpur, kadang pesawat kehilangan ketinggian yang membuat penumpang menjerit dan banyak berdoa. Penulis? penulis hanya memejamkan mata dan berusaha tidur, dengan harapan ketika bangun akan ada tetap di dunia ini atau kemungkinan berada di dunia yang lainnya ketika membuka mata….

Kembali ke masalah lebah dan madu (mengenai kisah pesawat baling-baling akan ada edisi khusus). Sampailah saya ke suatu lokasi di Wamena. Entah tepatnya di distrik mana karena tidak ada perlengkapan GPS dan sinyal internet pun tidak bisa diakses dari handphone GSM jadi penulis tidak bisa mengetahui posisi berada di lintang berapa. Ditambah ketakjuban melihat pemandangan alam yang sungguh luar biasa selama perjalanan. Seperti memasuki dunia “Lord of The Ring”. Saat itu sekitar jam istirahat siang, terlihat sekelompok anak-anak baru pulang sekolah. Saat itu saya menyadari bahwa saya masih berada di dunia nyata…

010820081652 010820081653 010820081654

Anak Wamena pulang dari sekolah

Anak Wamena pulang dari sekolah

Begitu terharu melihat anak-anak Papua tersebut berjalan kaki pulang dari menuntut ilmu. Saya tidak melihat bangunan sekolah di dekat situ, juga tidak melihat deretan rumah tinggal. Jadi asumsi saya, anak-anak ini pergi ke sekolah dengan menempuh jarak yang cukup jauh. Begitu semangat mereka belajar walau dengan segala keterbatasan. Bahkan beberapa anak-anak itu menapaki jalanan yang belum diaspal, penuh dengan batu kerikil, dengan kaki mungilnya penuh semangat. Salut untuk mereka!! Semoga menjadi penyemangat untuk kita yang memiliki kemudahan-kemudahan dalam belajar tapi masih saja bermalas-malasan.

Tidak jauh dari lokasi bertemu anak-anak yang pulang sekolah tersebut, terdapat area untuk budidaya lebah. Budidaya lebah ini merupakan usaha Pemda setempat untuk memberdayakan masyarakat sekitar untuk memanfaatkan alam dan potensinya. Terlihat Pemda setempat serius untuk mengembangkan dan melatih masayarakat untuk beternak lebah. Lebah dipelihara dalam kotak-kotak berwarna biru atau kuning terang. Penulis tidak tahu alasannya kenapa harus berwarna seperti ini, mungkin untuk menarik lebah agar mendekat krena meniru warna-warna bunga? Entah yang pasti koloni lebah bisa bertahan karena terdapat ratu lebah. Ya, lebah pun mempunyai sistem pengorganisasian kelompoknya, bisa  dipastikan lebih teratur dari pada organisasi yang dirancang manusia.

010820081665 010820081663

Kotak Sarang Lebah

Kotak Sarang Lebah

Setiap kotak lebah tersebut terdapat sekitar 10 rangka kotak semacam frame tempat lebah membangun sarangnya yang terbuat dari madu. Struktur sarang lebah merupakan bentuk yang paling efisien di permukaan bumi, bisa mempunyai volume maksimal untuk menampung cairan madu yang kita perlukan. Pembangunan sarang lebah ini bisa disetarakan dengan kita manusia yang membangun gedung pencakar langit berpuluh-puluh lantai.

Koloni Lebah

Koloni Lebah

Hal menarik lainnya adalah pengendalian penyakit lebah yang dilakukan oleh Pemda setempat. Mereka mendapat laporan dari masyarakat bahwa terdapat lebah yang mati, kemudian setelah ditelusuri terdapat penyakit tertentu yang langsung mendapat penanganan. Penanganan berupa pemberian semacam stiker berbentuk seperti penggaris yang dimasukkan ke dalam kotak sarang lebah. Penlis baru mengetahui bahwa peternakan lebah pun mempunyai tantangannya juga, sama seperti ternak lain memiliki penyakit yang bisa mengancam keberlangsungan usaha. Perencanaan usaha yang baik, termasuk pengendalian penyakit yang layak perlu menjadi perhatian untuk menghindari kerugian yang mungkin terjadi karena ada modal yang dikeluarkan untuk membangun usaha lebah madu yang diternakkan. Jangan lupa untuk meletakkan sarang lebah di daerah yang memiliki sumber nektar banyak ya!! Nektar diperoleh dari bunga-bunga yang bermekaran, bisa dari pinggiran hutan atau perkebunan.

 010820081660

010820081662

Pengendalian Penyakit Lebah

010820081661

Pengendalian Penyakit Lebah

010820081658010820081656

Jadi sekarang anda sudah tahu bahwa ada produksi madu dari Wamena. Mengenai harga, saya tidak berani bertanya karena segala sesuatu mahal di daerah ini. Sebagai ilustrasi, ketika salah satu senior membeli 5 botol kecil air mineral (saat itu tahun 2008) untuk bekal diperjalanan, beliau membayar dengan uang selembar Rp 50 ribu. Kemudian suasana hening sejenak.

Penjual bertanya ada apa masih berdiri di depan warungnya.

Senior menjawab: “mana uang kembali?”.

Penjual: “itu sudah…” dengan logat khas daerah Papua walau sang penjual bukan putra asli Wamena.

Kemudian kita semua menyadari bahwa satu botol kecil air mineral itu berharga Rp 10 ribu, yang di Jayapura harganya maksimal 2-3 ribu. Kami maklum bahwa segala sesuatu harus dibawa menggunakan pesawat ke dan dari daerah ini. Kami pun meminum air mineral di botol kecil ini secara perlahan-lahan agar tidak cepat habis mengingat harganya lebih mahal dari seliter bensin yang tetap Rp 4.500 di POM bensin yang buka hanya jika ada suply via pesawat dan bisa Rp 10 ribu di eceran pinggir jalan. Tapi jangan khawatir, madu dari hutan Wamena ini dijamin organik dan alami karena Perda setempat melarang penggunaan pupuk dan pestisida di lahan pertanian sehingga bisa dipastikan bebas polusi. Saya cek dari beberapa situs penjual madu asli Wamena, mereka menjual dengan harga yang masuk akal. Jadi untuk anda penggemar madu, jangan sungkan-sungkan untuk mencoba madu dari daerah yang eksotis ini.

 

Location: Wamena, Papua, Indonesia

Time: August, 2008

4 thoughts on “Ternak Lebah di Wamena

    • Belum pernah, setahu saya, madu yang banyak beredar di jayapura, sebagian besar dari Wamena yang terkenal. Mungkin juga ada peternak lebah di Jayapura, dengan senang hati silahkan berbagi infonya disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s