Pengairan Saat Kering di Merauke

Air merupakan kebutuhan yang vital bagi proses fisiologi tanaman , seperti pada proses fotosintesis. Setiap daerah memiliki tantangannya sendiri dalam memenuhi kebutuhan suplai air. Kabupaten Merauke, khususnya Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke memiliki karakter ekosistem lahan rawa ,walau definisi lahan rawa masih belum bisa menjelaskan situasi yamg terjadi di area ini. Penamaan Distrik tersebut tentu tidak ada hubungannya bahwa daerah tersebut memiliki kemiringan lahan, bahkan kenyataannya cenderung landai dan rata mirip seperti di daerah Pantura di Jawa. Pada saat tertentu, lahan yang sebagian besar ditanami padi benar-benar kering, sedangkan pada saat lain lahan terendam secara pasang surut. Pada saat lahan kering, air harus dimasukkan ke dalam lahan. Dan pada saat lahan terendam, air sebaliknya harus dikeluarkan dari lahan yang akan dibahas pada tulisan lain.

Di sepanjang jalan menuju ke Distrik Tanah Miring, anda bisa melihat parit-parit yang digali cukup dalam. Dugaan penulis kedalaman parit 3-5 m dan lebar  sekitar 5 m, tetapi angka ini hanya perkiraan saja karena penulis tidak mengukurnya secara langsung menggunakan meteran jadi jangan digunakan sebagai referensi. Parit ini di gali di kiri dan kanan jalan sepanjang berpuluh-puluh kilometer. Perjalanan dari “kota” Merauke ke distrik Tanah Miring sekitar 1 jam perjalanan motor trill atau kopling, tergantung apakah jalanan sedang mulus atau berlubang, hujan atau kering.

Parit Draenase

Parit Draenase

Fungsi parit ini adalah sebagai media penyimpanan dan sumber ketersediaan air, juga berfungsi sebagai draenase atau membuang kelebihan air. Pada saat musim kering, air diambil dari parit yang berada di sekitar  lahan sawah. Mesin pompa yang digunakan berbahan bakar bensin. Pompa jenis ini ringan dan mudah dipindah-pindah sehingga fleksibel  untuk dipindah mendekati sumber air. Pipa yang digunakan untuk menyalurkan air ke lahan menggunakan bahan dasar plastik berwarna biru. Warna plastik tersebut tidak ada hubungan dengan fungsinya untuk menyalurkan air, tetapi mungkin berhubungan dengan jenis plastik yang digunakan sebagai bahan baku.

Paris sebagai Draenase dan Penyimpanan Air

Parit sebagai Draenase dan Penyimpanan Air

Panjang pipa yang digunakan saat itu 100 m, dan bisa disambung lagi jika diperlukan supaya bisa menjangkau area yang lebih luas. Pipa plastik lentur sehingga bisa digulung jika setelah selesai digunakan dan mudah untuk dipindahkan ke lokasi lain. Beberapa kelemahannya, jenis pipa ini kadang robek, bisa karena terkena duri di lahan atau ranting-ranting kayu. Bocor yang terjadi di beberapa titik di pipa bisa mengurangi efisiensi pengairan. Bocor tersebut bisa diakali sementara dengan diikat menggunakan rumput atau daun lainnya yang berukuran panjang yang terdapat di lahan. Perlu diusahakan bocor tersebut ditambal menggunakan isolasi yang tahan terhadap air.

Pipa di Sepanjang Lahan

Pipa di Sepanjang Lahan

Lama pemompaan air tergantung dengan tingkat kekeringan dan hujan yang terjadi. Durasi pemompaan tentu saja berhubungan langsung dengan komponen biaya produksi. Konsumsi bahan bakar kadang bisa meghabiskan bensin sampai beberapa liter untuk sekali pengairan. Pemompaan kadang membutuhkan waktu seharian, dipasang mulai jam 9 pagi sampi jam 4 sore. Sesekali terjadi, selesai memompa, turun hujan sehingga usaha pemompaan menjadi suatu pengeluaran tambahan yang tidak diperlukan. Jika saja forecast cuaca bisa disampaikan ke petani dengan tepat, atau paling tidak bisa bisa mendekati, tentu perencanaan pengairan akan lebih baik. Sekarang tentu sudah banyak aplikasi cuaca gratis di handphone android yang bisa memprediksi cuaca bahkan sampai tiap jam dengan akurasi cukup tinggi. Berdasarkan pengalaman penulis, forecast cuaca di german bisa akurat lebih dari 90%. Jika petani memiliki akses terhadap info cuaca tentu akan sangat membantu. Selesai pengairan, pompa bisa dibawa pulang menggunakan motor, atau ditinggal di lahan jika masih akan digunakan. Pompa di daerah ini bisa ditinggal dilahan karena relatif  aman dari pencurian.

Pipa Bocor di Tanah yang Kering

Pipa Bocor di Tanah yang Kering

Location: Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua

Time: Agustus 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s