Penyakit Pascapanen Strawberry

Salah satu penyebab penurunan mutu pascapanen adalah penyakit. Pada saat panen strawberry musim panas 2013 ini di German saya menemukan beberapa gejala penyakit pada buah yang akan dipanen. Berdasarkan ciri-ciri gejala yang saya perhatikan, kemungkinan penyakit yang ada merupakan penyakit kapang kelabu atau Botrytis Fruit Rot/Gray Mold. Karena saya bukan ahli penyakit tanaman, mohon koreksi dari pembaca jika ada kesalahan deteksi. Gejalanya berupa terdapat bagian buah yang membusuk berwarna coklat atau kelabu. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Botrytis cinerea.

Gejala Kapang Kelabu

Gejala Kapang Kelabu

Penyakit ini bisa menyebar dengan cepat dari saat di lapang. Jadi jika terdapat gejala penyakit tersebut, buah yang sudah terinfeksi harus dieradikasi atau dibuang dari lahan. Penyakit ini bisa menjadi masalah serius saat penanganan pascapanen. Jika terdapat buah terinfeksi ikut terpanen, akan dengan mudah menulari buah lainnya saat penyimpaan dingin sehingga bisa membuat kehilangan pascapanen yang besar.

Buah yang mulai terinfeksi

Buah yang mulai terinfeksi

Salah satu pencegahannya adalah penggunaan mulsa jerami. Lahan strawberry tersebut menggunakan jerami dari gandum untuk mnutupi lahan. Fungsi mulsa jerami tersebut selain menjaga kelembaban tanah, percikan air hujan dapat dicegah menyentuh buah. Patogen penyebab penyakit dapat dengan mudah menulari tanaman lain terbawa oleh air hujan, atau terpantul dari tanah akibat percikan air hujan. Kondisi ini dapat dicegah dengan penerapan mulsa.

Penggunaan mulsa untuk pencegahan penyebaran penyakit

Penggunaan mulsa untuk pencegahan penyebaran penyakit

Pengendalian menggunakan pestisida tentu merupakan pilihan terakhir. Buah yang terinfeksi hanya beberapa saja jadi jauh dari nilai ambang ekonominya. Selain itu area panen tersebut merupakan semacam agrowisata, jadi orang bisa memetik langsung serta memakan strawberry di lahan. Jadi penggunaan pestisida harus dihindari. Penggunaan mulsa jerami selain memanfaatkan limbah pascapanen juga dapat mengurangi penggunaan pestisida, selain mempunyai manfaat lain untuk menjaga kelembaban tanah serta sebagai sumber bahan organik.

Penerapan Mulsa

Penerapan Mulsa

Location: Heino Rabe, Göttingen, German

Time: Juni 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s