Potensi Pengolahan Citra Digital Untuk Pengujian hasil Pertanian: Padi (1)

Saat berkunjung ke Indonesia bulan Agustus 2013 lalu, saya mendapat kesempatan emas untuk belajar mengenai benih padi di Balai Besar Padi, Sukamandi, Jawa Barat. Sebagai barter, saya sharing ilmu mengenai teknologi pengolahan citra digital atau image processing. Ada beberapa kawan menanyakan kok saya sempat-sempatnya bisa sampai bisa berada disana? Dengan jadwal kunjungan ke Indonesia yang super padat karena sekaligus harus mencari sampel kopi untuk bahan tesis, saya merasa beruntung bisa diundang ke lembaga benih yang prestisius ini. Liputan mengenai BB Padi terdapat pada tulisan lain.

Awal cerita saya terlibat dengan padi ketika berdinas di Merauke, Papua. Sebelumnya ketika di Jayapura saya sudah pernah berurusan dengan tanaman padi, bahkan sempat mengisi pelatihan SL-PTT Padi bagian penanganan pascapanen padi. Ketika berada di Jayapura, saat itu sedang pengenalan varietas padi baru yang diberi nama Inpari untuk padi inbrida juga inpara untuk padi rawa. Saat itu sekitar tahun 2010 belum banyak varietas inpari yang dikembangkan, masih dibawah 10 varietas. Belum banyak masalah untuk membedakan setiap varietas. Dan saat berkunjung ke BB padi, benih dengan label inpari sudah mencapai 32. Sungguh pencapaian yang luar biasa sekaligus merupakan kerja keras untuk merawat varietas tersebut.

Persiapan Lahan Di Tanah Miring, Merauke

Persiapan Lahan Di Tanah Miring, Merauke

Inovasi BB Padi yang cepat, menghasilkan banyak varietas padi baru yang banyak beberapa saat kemudian, hasil dari para peneliti BB Padi yang tangguh. Mereka harus menghasilkan varietas padi baru yang lebih tahan penyakit, lebih tanggap terhadap perubahan iklim, lebih cepat panen. Banyak pertanyaan kenapa sih musti ada varietas baru lagi, yang ada saja belum terserap pasar? Ketika saya pertama kali berkunjung ke BB Padi ketika fieldtrip saat menjadi mahasiswa sekitar tahun 2001, saya pun  bertanya langsung ke salah satu peneliti padi yang saat itu sedang louncing varietas Sintanur, diambil nama dari istri presiden saat itu. Dan tidak disangka-sangka, beberapa tahun kemudian saya bisa ikut berkontribusi meneliti beras Sintanur menggunakan teknologi citra digital.

Saya bertanya kenapa musti ada varietas baru, toh di lapang petani masih menggunakan varietas IR-64 dan varietas legendaries lainnya. Sang peneliti menjawab, varietas lama akan mengalami penurunan mutu, serta resistensi hama dan penyakit karena makin kebal terhadap pestisida, serta perubahan iklim mengharuskan peneliti merakit varietas baru untuk menghadapi perubahan-perubahan yang terus terjadi setiap saat. Jawaban yang menyadarkan saya, bahwa memang perakitan varietas baru merupakan suatu keniscayaan terhadap perubahan yang pasti dan terus terjadi. Apalagi mungkin sekarang ditambah perubahan selera konsumen. Bisa berubah dari segi rasa atau mengenai kesehatan, misal perubahan konsumsi ke beras organik. Mau tidak mau, peneliti harus merakit varietas yang bagus ditanam secara organik dengan rasa yang sesuai, karena kebanyakan varietas baru sekarang merupakan varietas yang responsive terhadap pemupukan. Artinya varietas tersebut harus dipupuk sesuai rekomendasi untuk bisa menghasilkan beras sesuai keinginan.

Penanaman Banyak Varietas dalam satu lokasi, Merauke

Percobaan Adaptasi Varietas, Merauke

Kembali ke Merauke, saat itu sedang tenar inpari 13. Dan di lapang sedang dicoba banyak jenis inpari termasuk varietas lain bahkan dari BATAN. Dengan banyaknya varietas serta terdapat beberapa varietas favorit, kebutuhan terhadap beberapa varietas favorit tersebut meningkat sedangkan penawaran kurang. Situasi tersebut cenderung membuat oknum-oknum tidak bertanggungjawab untuk mencampur benih yang ada di lapang untuk mengambil keuntungan sesaat. Juga bisa terjadi salah label atau salah identifikasi dengan banyaknya varietas dalam satu lokasi dan satu waktu.

Bersambung………..

Location: BB Padi Sukamandi, West Java, Indonesia

Time: Agustus 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s