Kunjungan ke fasilitas BB Padi Sukamandi

Setelah diskusi mengenai seluk beluk benih padi serta potensi pemanfaatan teknologi citra digital untuk identifikasi benih, saya berkesempatan untuk melihat fasilitas BB Padi di UPBS (Unit Pengelolaan Benih Sumber) serta Lab Analisis Flavor. Saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada pimpinan fasilitas dan rekan-rekan dan senior peneliti juga kepada pimpinan BB Padi yang sudah mengundang dan mengizinkan untuk melihat peralatan dan sarana yang dimiliki.

Front Office

Front Office

Kunjungan pertama tentu ke UPBS, pertama-tama sowan ke Ir. Sri Wahyuni, MSc pimpinan UPBS sebagai pihak yang memfasilitasi kegiatan seminar ini. Di sini saya banyak belajar mengenai sistem perbenihan padi nasional, dari mulai cara tanam benih penjenis atau breeder seed, sampai identifikasi dan pelabelan benih. Penjelasan yang mendetil dan jelas membuat saya merefresh pelajaran Dastekben (Dasar-dasar Teknologi Benih) serta ilmu pemuliaan tanaman yang sudah beberapa tahun lalu dipelajari di bangku kuliah. Bu Sri menjelaskan bahwa benih dasar ditanam dengan cara menanam satu malai, lalu diseleksi apakah seragam atau tidak setelah dipindahkan ke tanam lajur. Jika berdasarkan kriteria tertentu misal beberapa tanaman dari malai tersebut menunjukkan penampilan yang berbeda, maka lajur tersebut dieradikasi atau “dimusnahkan”. Tidak heran dengan seleksi ketat seperti ini, harga benih penjenis mahal dan mutu sangat terjamin. Informasi mengenai benih padi penting untuk diketahui dalam rangka membantu analisis citra digital.

Pembersihan Benih Secara Manual

Pembersihan Benih Secara Manual

Setelah panen, benih diseleksi lanjutan di laboratorium untuk memastikan apakah ada bahan asing atau benih varietas lain. Biasanya analisis dilakukan per 1000 benih (mohon koreksi jika salah). Tahap uji lab juga merupakan tahap yang kritis, walau benih di lapang menunjukkan performa bagus, jika uji Lab kurang bagus, benih bisa ditolak untuk disertifikasi. Kadang hal ini menjadi masalah karena petani atau pengusaha penanam benih merasa di lapang tanaman menunjukkan hasil bagus, kenapa bisa ditolak di lab. Padahal memang usaha untuk menghasilkan benih berat, berbeda dengan tanaman untuk tujuan konsumsi. Untuk itu diperlukan pengembangan-pengembangan metode untuk uji benih secara cepat, tepat dan akurat. Hal ini yang sedang kita kerjakan, melihat potensi pengolahan citra digital sebagai salah satu alternative untuk melakukan uji secara objektif.

100_6977

Meja Uji Dibuat Seperti Papan Catur Untuk Memudahkan Sortasi

Meja Uji Dibuat Seperti Papan Catur Untuk Memudahkan Sortasi

Benih diuji pada meja uji. Ruangan meja uji didesain dengan pencahayaan yang cukup, suhu yang diatur serta jauh dari kebisingan sehingga panelis penguji bisa bekerja dengan konsentrasi penuh. Bayangkan jika anda harus menguji 1000 benih per sampelnya, kalau sehari banyak sampel dating tentu bisa menyebabkan penat, konsentrasi menurun sehingga berujung pada keakuratan hasil yang menurun.

100_6983100_6984

Mikroskop Terhubung dengan Kamera

Mikroskop Terhubung dengan Kamera

Di lab ini juga terdapat mikrokop yang terhubung dengan kamera. Sebenarnya ini juga merupakan alat untuk mendapatkan citra digital. Untuk pertama kalinya saya melihat detil lekuk dan gradasi permukaan benih padi secara langsung dan jelas. Begitu indah. Bayangkan benda sekecil ini, tersimpan informasi genetik luar biasa, yang menentukan hajat hidup ratusan juta penduduk Indonesia bahkan dunia, bisa menyebabkan kegoncangan politik dan ekonomi. Semua dipengaruhi oleh benih kecil ini.

100_6973

Ruang Penyimpanan Benih dengan Pengaturan Suhu dan Kelembaban

Ruang Penyimpanan Benih dengan Pengaturan Suhu dan Kelembaban

Fasilitas lain adalah ruang pendingin yang sudah diatur suhu dan kelembabannya sehingga benih bisa bertahan lama. Penyimpanan ini juga berguna sebagai “buffer” jika ada masalah dengan sampel yang pernah diuji sehingga bisa dilakukan pengujian ulang.

Pengatur Kelembaban Ruangan

Pengatur Kelembaban Ruangan

Kemudian saya berkesempatan berkunjung ke Laboratorium Analisis Flavor. Ditemani oleh rekan-rekan peneliti di Lab ini, saya dijelaskan satupersatu mengenai alat-alat yang ada. Alat-alat dalam fasilitas ini merupakan alat-alat mahal sehingga ditempatkan dalam kondisi yang khusus. Seperti tabung nitrogen, diatur suhu dan tekanan dalam ruangan karena jika ditempatkan pada kondisi ruang biasa, nitrogen akan menguap begitu saja. Juga terdapat GC/ HPLC untuk mengukur sifat kimia benih yang digabung dengan alat pengukur aroma. Setelah mengalami perlakuan tertentu, aroma benih akan dikeluarkan melalui cerobong yang akan dihirup oleh panelis untuk melakukan pengujian aroma. Di lab ini juga terdapat UV spectrometri, mungkin nanti bisa dimanfaatkan untuk pengenalan benih padi. Sementara ini saya juga akan mencoba menggunakan NIR (Near Infra red) untuk menguji benih padi, sekalian saya sedang penelitian menggunakan NIR untuk uji mutu kopi Indonesia. Fasilitas dalam Lab ini terbuka bukan hanya untuk benih padi tetapi juga untuk komoditas lain seperti kopi dan kakao. Semoga tulisan singkat ini dapat sedikit menggambarkan kondisi salahsatu lembaga yang bertanggungjawab terhadap keberlangsungan produksi beras di Negara kita.

100_6959

Lab Analisis Flavor

Lab Analisis Flavor

100_6961

Corong untuk Menghirup dan Menilai Aroma

Corong untuk Menghirup dan Menilai Aroma

100_6965

Location: BB Padi Sukamandi, West Java, Indonesia

Time: Agustus 2013

One thought on “Kunjungan ke fasilitas BB Padi Sukamandi

  1. Pingback: Identifikasi Varietas Padi menggunakan Teknologi Pengolahan Citra Digital | Postharvestnotes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s