Potensi Pengolahan Citra Digital Untuk Pengujian hasil Pertanian: Padi (3)

Hasil ini terjawab ketika bertemu langsung dengan Bu Sri Wahyuni, Kepala UPBS BB Padi. Beliau menjelaskan bahwa benih yang tingkat pengenalannya rendah tersebut merupakan benih dari tanaman yang terkena serangan hama dan penyakit (HPT) saat di lapang sehingga pengisian benih terlambat 2 minggu. Kondisi tersebut menyebabkan benih tidak maksimal dalam fase pengisian sehingga bentuknya pun sulit dikenali oleh breader nya sendiri. Dari penjelasan ini saya menjadi lega, bahwa teknologi citra digital sebenarnya dapat juga mendeteksi bila ada sesuatu yang salah dengan benih yang diuji.

Displai Koleksi Benih

Displai Koleksi Benih

Dalam rangka menjelaskan apa yang sedang saya kerjakan beserta kolega di BB Padi ini, saya diundang oleh Ir. Sri Wahyuni, MSc selaku kepala UPBS BB Padi sekaligus bertindak selaku moderator untuk melakukan seminar di Ruang Auditorium Sodikin Somaatmadja tanggal 23 Agustus 2013. Seminar juga bisa dilaksanakan atas bantuan Tini dan Mira serta rekan-rekan di BB Padi. Karena jauhnya tempat tinggal saya di Bogor sekitar 3 jam perjalanan dari Sukamandi, mereka bahkan bersedia untuk menjemput ke Bogor membuat saya jadi terharu.

Profil UPBS BB Padi

Profil UPBS BB Padi

Dalam presentasi seminar yang berjudul “Potensi Pengolahan Citra Digital Untuk Pengujian hasil Pertanian”, saya memaparkan mengenai sejarah perkembangan ilmu teknologi citra digital dar mulai citra biner, citra abu-abu sampai citra berwarna. Bahkan sebenarnya pengolahan citra digital bukan sesuatu yang asing bagi kita. Kita sudah terbiasa menggunakannya di laptop atau smarphone untuk mengolah foto, sidik jari absen bahkan USG atau MRI untuk bidang kedokteran. Sungguh menarik bukan saat teman saya bercerita, dia melakukan USG saat hamil dan dari situ bisa diketahui perkiraan berat badan bayi bahkan sampai panjang anggota tubuh si cabang bayi. Juga untuk pengenalan sidik jari, seharusnya prinsip yang sama bisa diterapkan untuk pengenalan benih padi.

100_6914

Sistem Perbenihan di Indonesia

Sistem Perbenihan di Indonesia

Kemudian saya memaparkan beberapa penelitian image process yang sudah saya kerjakan di komoditas lain seperti duku, jeruk dan gembili. Pengembangan teknologi ini yang sudah dikomersilkan seperti sortasi padi, jeruk dan komoditas lain, memotivasi kita seharusnya teknologi ini bisa kita manfaatkan dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

a5a3

Sesi Seminar

Sesi Seminar

Berbicara mengenai teknologi citra digital juga mau tidak mau berbicara mengenai algoritma bahasa pemrograman. Tentu hanya saya tampilkan sekilas, selain saya juga tidak jago dalam pemrograman, juga untuk menghindari orang menjadi alergi dan menganggap bahwa teknologi ini sesuatu yang tidak terjangkau dan rumit. Lalu saya melakukan demo menggunakan aplikasi opensource, memperlihatkan betapa mudahnya teknologi ini untuk digunakan.

Dalam sesi tanya jawab, saya makin memahami permasalahan-permasalahan yang masih terjadi dalam hal identifikasi benih. Terungkap bahwa untuk sertifikasi benih harus melalui dua tahap yaitu tahap lapang dan tahap laboratorium. Gagal disalah satu tahap, sertifikasi benih tidak akan keluar. Juga terdapat masalah di metode pengujian pembeda varietas, beda panelis penguji bisa menghasilkan kesimpulan yang berbeda dan kadang menyebabkan masalah dalam proses sertifikasi benih. Juga disampaikan oleh salah satu penanya, jangan sampai penelitian ini menjadi sia-sia atau malah menyebabkan masalah. Misal tingkat pengenalan benih yang terlalu akurat malah menyebabkan benih yang diproduksi petani bisa tidak mendapat sertifikasi karena hanya keputusan software.

Peserta Antusias Berdiskusi

Peserta Antusias Berdiskusi

Banyak hal-hal paradox memang yang kita hadapi di lapang dan kenyataan. Benih merupakan hasil dari genetik x lingkungan. Jadi kita musti hati-hati dan jangan bermain-main dengan produk yang merupakan kepentingan hajat hidup orang banyak. Masukan-masukan yang diperoleh makin menggambarkan bagaimana arah pengembangan penelitian ini. Tentu hasil yang diperoleh saat ini masih dalam tahap awal, itu pun belum teruji secara ajeg, masih perlu pengambilan data lanjutan. Road map pengembangan sudah dibuat tetapi belum bisa dijelaskan pada tulisan ini. Pengambilan data berikutnya sedang dikerjakan, mudah-mudahan makin memberi harapan bahwa teknologi citra digital ini bisa digunakan untuk membantu pengenalan varietas padi, yang saat ini terdapat 300-an varietas unggul di BB Padi, sejumlah 50-an yang biasanya ditanam petani, belum termasuk galur-galur koleksi harapan yang entah ada berapa banyak. Untuk jumlah dan nama-nama pasti pasti varietas-varietas tersebut, bisa merujuk langsung ke situs BB Padi.

Untuk pembaca yang tertarik dengan presentasi yang saya lakukan, silahkan download link berikut: image process potential.

Location: BB Padi Sukamandi, West Java, Indonesia

Time: Agustus 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s