Peternakan Babi (2)

Lanjut ke kandang kedua. Kalau kandang pertama agak jauh dari perumahan, yang ini di belakang rumah salah seorang peternak tetapi tetap terlihat rapi dan bagus. Babi disini terlihat besar dan berwarna merah jambu atau pink. Terlihat lucu, chubby dan menggemaskan seperti stereotype (ketinggian ya bahasanya) atau tipe babi yang sering ada di cerita-cerita anak. Setelah saya mendekat ke kandang, ternyata di dalam kandang terdapat empat anak babi yang imut dan mungil. Kata teman yang peneliti peternakan, babi bisa menghasilkan anak bahkan sampai 8 dalam satu siklus. Hanya kerja pemberian pakannya yang cukup berat karena babi makan terus dan bisa makan apa saja.

Rumah salah seorang warga yang berprofesi sebagai peternak

Rumah salah seorang warga yang berprofesi sebagai peternak

Keluarga pemilik kandang

Keluarga pemilik kandang

Kandang yang dibangun dibelakang rumah

Kandang yang dibangun dibelakang rumah

Babi merupakan sesuatu yang penting di Papua. Babi dianggap barang adat, jadi kalau ada suatu permasalahan suku biasanya diselesaikan secara adat dengan denda berupa babi atau makan babi bersama-sama, tergantung suku dan adatnya.Jadi babi begitu penting disini, pokoknya jangan sampai pernah menyerempet atau menabrak babi di Papua ketika mengendarai mobil atau motor. Urusan bisa runyam. Cerita pertama mob Papua pertama yang saya kenal juga cerita mengenai babi. Mob merupakan sarana orang Papua untuk bercengkrama dan bercanda, merupakan sebuah kebudayaan yang menarik. Orang sering berpikir yang macam-macam tentang Papua, padahal masyarakat Papua bisa dibilang bersahaja, bersahabat serta humoris. jadi begini ceritanya (maaf kalau ceritanya agak konyol dan sama sekali tidak bermaksud sara, hanya sebuah cerita ringan di suatu sore di Wamena):

010820081673010820081674

Babi yang lucu dan imut seperti pada cerita anak-anak.

Babi yang lucu dan imut seperti pada cerita anak-anak.

Ada satu Pace Sopir Taksi dia dari Sentani mo pigi ke Jayapura. Pas lewat di suatu daerah begini pace sopir kaget ada babi betina lewat dan di seberang jalan ada nene juga lewat. Trus trada slak untuk mo injak rem dan kalau banting stir kiri babi betina kena, banting stri kanan nene kena. Lalu pace sopir banting stir kiri, babi tatabrak. Tra lama begini pace sopir turun dari mobil. Tiba-tiba nene bilang : “Tra bisa.. sopir ko harus ganti rugi, denda babi satu ekor..!” Pace sopir : “Eee…..jadi saya harus ganti kamu punya babi…” nene : “Iya…di dalam adat ko harus ganti sesuai dengan banyaknya mata susu, satu mata susu 1 juta.” Pace sopir : “ehhh,..coba kamu… hitung berapa itu, dia punya mata susu…?” Nene : “Ada 12 belas mata susu….?” Pace sopir : “beuuhhh…. kalo begitu sa lebih baik tabrak ko saja tadi… ko cuma punya dua mata susu, lebih murah toohhhh” ….
Smile😉

Location: Wamena, Papua, Indonesia

Time: Juli-Agustus 2008

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s