Peternakan Babi (3)

Pada bagian ini sebenarnya bukan tentang peternakan babi, tapi penjualan dan konsumsi babi di Pasar Jibama, Wamena. Mengenai pasar ini sudah pernah dibahas sebelumnya. Ada suatu bagian dari Pasar Jibama yang dijadikan sebagai lokasi penjualan babi. Babi yang berada disini sebagian berwarna hitam. Kata salah satu penduduk lokal, babi yang berwarna hitam lebih enak daripada yang berwarna pink. Babi di Papua terutama di Wamena mempunyai nilai adat, jadi harganya lumayan mahal disini. Apalagi jika ada upacara adat atau keperluan kampanye kepala daerah sampai perlu mendatangkan babi dari Jayapura karena pasar kadang tidak bisa memenuhi permintaan. Jadi jangan heran jika anda berkunjung ke daerah ini naik pesawat baling-baling, bagian depan pesawat berisi babi. Salah satu teman kantor cerita bahwa ketika berkunjung ke daerah ini, tiba-tiba babi di bagian depan lepas sehingga masuk ke ruang penumpang.”ngrookk… ngrokk…” suara itu terdengar berkeliaran di kaki penumpang pesawat. Suatu pengalaman yang unik pastinya.020820081753

Area Penjualan Babi

Area Penjualan Babi

Penduduk lokal biasa menggelar upacara adat dengan membuat acara bakar batu. Jadi batu dipanaskan terlebih dahulu, lalu batu yang membara tersebut diletakkan di dalam lubang, lalu ditumpuk dengan daging babi, lalu berlapis-lapis dengan ubi dan sayuran. Dengan cara memasak seperti ini kadang cacing pita yang terdapat di dalam perut babi masih hidup. jadi pemerintah mensosialisasikan agar babi dimasak matang dulu baru di taruh di batu yang membara tersebut, karena tidak mungkin untuk menghilangkan begitu saja tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun.

020820081754

Kayu Bakar

Kayu Bakar

020820081756020820081757

Membakar Babi

Membakar Babi

Poster mengenai cacing pita

Poster mengenai cacing pita

Saat di Pasar Jibama, saya melihat orang sedang membakar babi. Bisa dibilang babi guling. Sepertinya mereka membakar babi begitu saja, tidak diolah terlebih dahulu. hmmm mungkin juga dengan cara begitu sudah enak.

Guten Apetit!!!

Location: Wamena, Papua, Indonesia

Time: Juli-Agustus 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s