Masalah Ketersediaan Pangan

Ketersediaan pangan merupakan sesuatu yang rumit dan melibatkan banyak faktor, mulai dari ketersediaan pangan sampai keterjangkauan pangan. Artinya kadang pangan tersedia berlimpah, tetapi masyarakat tidak bisa menjangkaunya bisa karena harganya mahal atau tidak bisa diakses karena sebab lain. Ketersediaan dan keterjangkauan pangan sangat penting diperhatikan karena menyangkut hajat hidup.

010820081678

Beberapakali terjadi bencana kelaparan di tanah air kita, salahsatunya di daerah Jayawijaya, Papua. Dan selalu yang disalahkan pertama adalah pemerintah. Tapi apakah kesalahan hanya milik salah satu pihak saja? ini yang perlu kita pertanyakan dan jawab secara adil. Tulisan ini tidak bermaksud menyalahkan pihak manapun, tapi lebih berusaha untuk menggambarkan banyak kelemahan kita yang harus ditutupi agar tragedi kemanusiaan tidak terjadi berulang kali apalagi terjadi di tempat yang sama lagi. Bahwa masalah tidak akan selesai dengan hanya saling menyalahkan. Kita harus mulai belajar dari sejarah. Kalau tidak, kita akan dihukum untuk mengulang sejarah lagi.

Lost in Papua ;-) entah berada dimana lokasi ini

Lost in Papua😉 entah berada dimana lokasi ini

Saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi suatu daerah yang cukup jauh dari pusat kota Wamena, Jayawijaya  untuk melihat pertanaman ubi jalar penduduk lokal (tepatnya dimana saya tidak tahu karena GPS di handphone tidak berfungsi karena wilayah bebas sinyal dan internet😉 ). Sepanjang jalan saya mendengar diskusi dari kolega tentang bagaimana pernah terjadi bencana kelaparan di sekitar daerah ini. Tentu tidak ada yang menghendaki bencana, apalagi bencana kelaparan karena menyangkut prikehidupan manusia.

010820081690

010820081692

Tegak lurus kontur

Tegak lurus kontur

Salah satu penyebab masalah, masyarakat lokal tidak mau menyimpan ubi jalar yang menjadi pangan lokal. Mereka hanya akan memanen ubi jalar jika akan dikonsumsi. Masalahnya ketika terjadi kemarau panjang atau lahan terendam karena hujan terus-menerus, cadangan ubi jalar yang berada di dalam tanah tentu akan rusak. Dan itu berarti persediaan makanan hancur. Kolega bercerita sudah sosialisasikan pentingnya untuk memanen ubi jalar lalu disimpan sebagai cadangan makanan jika terjadi bencana kering atau lahan terendam air. Tetapi masyarakat menolak untuk menyimpan ubi jalar karena menurut mereka ubi jalar yang sudah disimpan akan mempunyai rasa tidak enak dan hanya cocok untuk pakan ternak seperti babi. Di satu sisi, tentu makanan fresh langsung dari panen jelas lebih enak. Dan saya berani jamin, ubi jalar papua rasanya uenak, mirip ubi bandorasa di kuningan (pernah 2 bulan disana saat Kuliah Kerja Praktek). Hanya harga ubi jalar di sini harga Papua, saat itu sampai 20 ribu per kg🙂.

Salah satu cara untuk mengatasi penyimpanan ubi jalar, bisa dengan cara diolah menjadi tepung atau pati seperti yang dijelaskan di beberapa tulisan sebelumnya. Jika hendak disimpan segar, bisa dengan metode dengan ventilasi alami. Sayang metode ini belum sempat diujicoba di lokasi jadi belum diketahui tingkat keberhasilan a.k.a berapa lama ubi jalar segar bisa disimpan dengan metode ini serta tingkat penerimaan masyarakat secara sosial dan ekonomi.

penyimpanan ubi jalar

Kembali ke Papua. Tentu sudah tugas pemerintah daerah dan aparat terkait termasuk LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) untuk terus meyakinkan masyarakat bahwa mereka harus mempunyai simpanan ubi jalar sebagai cadangan makanan jika sewaktu-waktu terjadi krisis. Tugas pemerintah juga untuk selalu menyediakan cadangan makanan. Dan selalu siap sedia pada saat tanggap darurat. Yang kadang terjadi, ketika terjadi situasi darurat, pemerintah daerah lambat untuk turun tangan karena merasa tidak ada laporan, sedangan pemerintah pusat tidak bisa turun tangan karena pemerintah daerah tidak meminta bantuan. Situasi ini terjadi dibanyak tempat di negara kita tercinta. Masih segar ingatan kita baru-baru ini terjadi kebakaran hutan di Riau. Sudah terjadi situasi parah bahkan menyebabkan korban masyarakat, sampai negara tetangga marah-marah karena kebagian asap, baru semuanya sibuk beraksi. Hmm kok jadi bicara politik ya hehehe….. intinya sekali lagi bukan kepada politik saling menyalahkan atau saling tepuk dada bahwa salah satu pihak yang paling merasa berjasa, tapi mari sama-sama berusaha untuk mencegah terjadinya bencana dalam kapasitas masing-masing. Dan jika terjadi bencana, segera ada tanggap darurat!!

Bisa menyebabkan erosi tanah

Bisa menyebabkan erosi tanah

010820081697

010820081699

Masalah lain adalah teknik budidaya. Di masyarakat lokal, sebagian melakukan budidaya dengan membuat bedengan di lereng bukit. Permasalahannya adalah bedengan dibuat tegak lurus kontur, bukannya searah kontur. Kontur adalah bagian yang mempunayi ketinggian yang sama. Jika anda pernah ke puncak pass di gunung mas (sekitar 1 jam dari rumah saya di Bogor), anda akan melihat barisan tanaman teh yang teratur sesuai ketinggian lahan. Nah itu yang disebut searah kontur.

Sumber mata air dekat lahan

Sumber mata air dekat lahan

010820081704

Menurut masyarakat lokal, teknik budidaya secara tegak lurus kontur menyebabkan ubi jalar lebih manis. Secara logika sebenarnya masuk akal walau saya tidak sempat ambil datanya. Teknik budidaya tegak lurus kontur menyebabkan air mudah mengalir jika hujan dan lahan tidak terendam. Hanya ini juga masalah. Bentuk lahan seperti ini mudah menyebabkan banjir dan longsor. Dan menurut kolega yang bekerja di daerah ini, hal ini sudah pernah terjadi. Tapi tentu kejadian longsor tidak mungkin disebabkan hanya karena hal ini, bisa jadi karena pembabatan hutan mungkin? entah saya tidak bisa berspekulasi karena bukan area saya. Tetapi yang pasti, dari segi konservasi lahan, tentu teknik budidaya yang tepat di lahan lereng adalah searah kontur.

Masih Lost in Papua

Masih Lost in Papua

Pemandangan alam Wamena yang aduhai

Pemandangan alam Wamena yang aduhai

Tim penjelajah (menakjubkan aspal bagus sampai entah dimana ini)

Tim penjelajah (menakjubkan aspal bagus sampai entah dimana ini)

Gambar-gambar tersebut diambil pada tahun 2008. Jadi kemungkinan besar situasi di sana sudah banyak berubah. Saya yakin masyarakat lokal semakin arif dan belajar dari situasi buruk yang pernah terjadi sebelumnya. Mudah-mudahan bencana kelaparan tidak pernah terjadi lagi di negara kita, negara gemah ripah loh jenawi ini. Aamiiin. Oya pada pembahasan lain saya akan bercerita mengenai teknik budidaya ubi jalar di Papua yang disebut kuming. Tunggu ya pembahasan berikutnya.

Location: Wamena, Papua, Indonesia

Time: Juli-Agustus 2008

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s