Nespresso: Cara Baru Menikmati Kopi

Teknologi “Nespresso” masih tergolong baru, paling tidak saya yang baru tahu. Saya baru melihat produk ini saat mulai belajar kopi di German. Konsep ramah lingkungan diusung oleh teknologi nespresso. Jadi tema besarnya, menghasilkan espresso dengan menggunakan jumlah bubuk kopi yang optimum serta sumberdaya air dan listrik sesedikit mungkin. Bagi yang berprofesi sebagai home barista seperti saya, kita menyadari bahwa terkadang ketika membuat espresso ada sedikit bahan baku yang terbuang, serta membutuhkan air untuk membersihkan sisa “ritual” pembuatan espresso. Logikanya, makin sedikit bahan baku yang digunakan akan menghemat penggunaan sumberdaya alam untuk memproduksi kopi. Tetapi saya pikir perlu dibuktikan oleh ahli ekonomi. Karena jika penggunaan bahan baku kopi lebih sedikit, bahan baku akan menumpuk di gudang dan akan menyebabkan harga jatuh. Hmmmm supaya saya dan anda tidak makin bingung, kita serahkan urusan pembuktian apakah teknologi ini benar bisa mendukung konsep ramah lingkungan kepada ahli-ahli ekonomi dan lingkungan.

Nespresso Maschine. Kadang kapsul gagal berlubang sehingga air panas yang keluar menuju cangkir bukan espresso.

Nespresso Maschine. Kadang kapsul gagal berlubang sehingga air panas yang keluar menuju cangkir bukan espresso.

2014-03-30 14.52.18

2014-03-30 14.59.01

Urusan saya adalah apakah nespresso bisa menandingi atau paling tidak mendekati hasil espresso menggunakan teknik “tradisional”. Artinya? uji organoleptik😉 Nah ketika saya dan rekan-rekan berkunjung ke rumah Tante Atiet, terdapat banyak pilihan minuman. Tentu saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencoba kopi yang dibuat oleh Tante Atiet menggunakan alat nespresso ini. Berhubung saya tidak memiliki alat ini dirumah, sekalian saya meminta Tante Atiet untuk mendemonstrasikan penggunaan alat ini.

Informasi tambahan, nespresso merupakan produk dari nescafe sedangkan kapsul yang kita coba pada tulisan ini merupakan Cafissimo keluaran Tschibo. Kapsul kedua perusahaan ini bisa digunakan di mesin keluaran perusahaan lain yang bisa digunakan untuk membuat espresso menggunakan kapsul. Untuk sementara kita sebut saja teknik ini sebagai nespresso, karena lebih enak disebut dan juga nescafe yang mempopulerkan metode membuat espresso menggunakan kapsul pertama kali. Nespresso mulai muncul pada tahun 1986 berdasarkan konsep dari Luiggi Bezzera dan pemunculan pertama di Switzerland, sampai baru-baru ini mulai luas digunakan dibanyak negara lain. Sedangkan cafissimo baru diluncurkan tahun 2005 di German oleh Tschibo dengan mengusung konsep kapsulasi yang serupa.

2014-03-30 14.52.40

Kapsul berisi bubuk kopi.

Kapsul berisi bubuk kopi.

Bubuk kopi terdapat dalam kapsul kecil. Kapsul ini dimasukkan dalam mesin, pengungkit ditekan sampai kapsul berlubang. Lalu tekan tombol start dan espresso mulai mengalir ke cangkir. Crema yang terbentuk bagus mendekati espresso yang dibuat dengan teknik “tradisional”. Dari beberapa kali “percobaan” ada kapsul yang tidak berlubang sehingga air panas yang mengalir ke cangkir bukan espresso. Bisa jadi karena di beberapa bahan kapsul ada yang sulit untuk dilubangi. Tidak masalah, tinggal masukkan lagi kapsul kedalam mesin dan tekan lagi pengungkitnya sampai kapsul bolong.

Kapsul mempunyai struktur mirip portafilter sehingga bisa menghasilkan crema dengan baik.

Kapsul mempunyai struktur mirip portafilter sehingga bisa menghasilkan crema dengan baik.

Hasil organoleptik menunjukkan tingkat asam, pahit dan manis mendekati espresso “tradisional”. Hanya aroma sudah banyak berkurang. Masuk akal karena kopi disimpan dalam bentuk bubuk di nespresso. Kondisi ini membuat aroma cepat hilang karena aroma dalam bentuk volatile yang mudah menguap. Belum lagi kemungkinan usia kopi bubuk ini lebih dari seminggu dari saat roating yang membuatnya tidak fresh lagi. Karena itulah, jika anda perhatikan di cafe-cafe terkenal, mereka mengolah kopi dari bentuk biji. Ketika anda memesan kopi, baru biji kopi digiling menjadi bubuk dan kemudian diolah menjadi espresso sebagai dasar minuman kopi.

Penemuan canggih. Kapsul bisa dibongkar lalu diisi dengan bubuk kopi racikan sendiri. Ramah lingkungan. Orang Indonesia memang kreatif ;-)

Penemuan canggih. Kapsul bisa dibongkar lalu diisi dengan bubuk kopi racikan sendiri. Ramah lingkungan. Orang Indonesia memang kreatif😉

Bagian dalam kapsul.

Bagian dalam kapsul.

Ditengah keterbatasan teknologi ini, ternyata ada penemuan brilian yang dilakukan oleh Tante Atiet. Kapsul bisa dibuka, isi bubuk kopi yang digunakan dikeluarkan alias dibuang. Selanjutnya kapsul kita isi bubuk kopi fresh sesuai selera kita. Teknik ini lebih ramah lingkungan. Kapsul-kapsul plastik yang seharusnya dibuang, masih bisa dimanfaatkan berkali-kali kemudian. Menikmati kopi enak plus ramah lingkungan dan hemat energi serta biaya, merupakan konsep yang menarik bukan.

 

Location: Göttingen, German

Time: March 2014

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s