One Way Degassing Valve

Pada tulisan sebelumnya sempat disinggung kemasan kopi menggunakan katup satu arah yang berfungsi mengeluarkan CO2 agar kemasan tidak menggelembung seperti balon, serta O2 tidak masuk sehingga membuat produk rusak. Penasaran, saya buka valve dari kemasan kopi kemudian dibelah menjadi dua. Terlihat ada beberapa bagian valve. Setelah lubang diluar kemasan, terdapat silicon rober, ruang kosong terbuat dari LDPE dan sisi berhubungan dengan biji kopi dilapisi saringan nylon. Struktur seperti ini membuat saya tambah penasaran , karena dari sisi desain sepertinya aneh valve ini bisa melakukan seperti klaim yang dimaksud. Rencana semula hanya ingin menggambarkan bagian valve, menjadi searching informasi mengenai fungsi valve pada kemasan kopi.

Valve sisi yang berhubungan dengan biji kopi.

Valve sisi berhubungan dengan biji kopi.

Setelah saya telusuri kegunaan valve ini, ternyata menjadi perdebatan seru. Banyak yang melakukan blind experiment selama bertahun-tahun untuk mendapatkan hasil bahwa kemasan menggunakan valve dengan kemasan tanpa valve akan memberikan hasil yang sama. Bahkan pada banyak kasus, valve tidak bekerja dan malah O2 masuk ke dalam kemasan. Hal ini dibuktikan dengan melakukan kemasan vakum pada kemasan menggunakan valve, setelah beberapa saat kemasan tetap menggelembung. Memang ada resiko menggelembung pada kemasan tanpa valve karena produksi CO2 pada roasted bean, tetapi belum ada sampai kejadian kemasan meledak. Di Italia konsumen sudah menyadari hal ini dan mereka tidak masalah dengan kemasan menggelembung pada kemasan tanpa valve karena hal tersebut dianggap normal.

Lubang valve pada sisi luar kemasan.

Lubang valve pada sisi luar kemasan.

Tingkat Roasting juga mempengaruhi produksi CO2. Makin dark tingkat roasting, produksi co2 akan makin banyak dan kemasan akan makin menggelumbung. Oleh karena itu penting untuk mendiamkan terlebih dahulu biji kopi setelah selesai di roasted untuk membiarkan gas co2 berkurang. Sebaiknya minimal semalaman sebelum dikemas rapat dalam kemasan atau botol kaca. Ada yang menyarankan dikemas setelah 3-5 hari, tapi ini konyol karena kesegaran kopi sudah berakhir pada saat itu. Ada efek lain jika biji kopi langsung dikemas rapat setelah diroasted, yaitu kopi menjadi pahit. Saya sendiri pernah mencobanya dan tidak mau mencobanya lagi, kapok. Sayang green beannya. Penjelasan ilmiahnya saya belum menemukan kenapa bisa seperti itu, tetapi secara spekulatif co2 yang terperangkap dalam kemasan kemungkinan digunakan lagi oleh biji kopi untuk metabolismenya sehingga menghasilkan zat-zat yang tidak diinginkan. Apakah mungkin masuk jalur metabolisme menjadi CGA? keine ahnung.

 

Penampang melintang valve (katup) terdiri dari lapisan silicon rubber, ruang hampa LDPE dan saringan nylon.

Penampang melintang valve (katup) terdiri dari lapisan silicon rubber, ruang hampa LDPE dan saringan nylon.

Pada situs produsen valve juga mempermasalahkan valve tersebut diproduksi siapa dan apakah sudah lolos uji. Hmmm berarti ini menunjukkan perlu sertifikat pengujian valve pada kemasan. Tetapi pada akhirnya valve tidak berpengaruh banyak untuk mempertahankan kesegaran kopi. Dari diskusi sebagian besar setuju biji kopi akan tetap kehilangan kesegarannya dalm waktu 1-2 minggu dan bubuk kopi dalam 1-2 hari. Cara terbaik adalah mengkonsumsi biji fresh roasted dan digiling menjadi bubuk ketika akan dikonsumsi. Tidak ada cara lain.

Location: Göttingen, German

Time: May 2014

One thought on “One Way Degassing Valve

  1. Pingback: Kopi Turki – Eropa | Postharvestnotes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s