Kopi Mandheling

Awalnya saya kurang suka dengan kopi Mandheling karena terlalu “Starbuck”. Sangat mainstream. Setelah beberapa waktu kemudian baru saya menyadari kenapa perusahaan tersebut menggunakan Mandheling sebagai salah satu andalan untuk blendingnya. Saya pun kemudian memasukkan kopi Mandheling dalam salah satu “liste” blending ala warkop 321. Agak sulit menangani kopi Mandheling. Setelah saya rosting pada waktu yang sama untuk green bean dari Jawa, derajat roasting sudah cukup untuk medium. Sedangkan kopi Mandheling masih pada tahap light. Kopi Mandheling cenderung di roasting sampai tahap dark. Ini juga yang dilakukan oleh Starbuck  untuk meroasting starbuck sampai dark. Sweet Maria juga menyarankan untu meroasting kopi Mandheling sampai dark, walau tidak ada salahnya mencoba roasting pada tahap medium. Saya mencoba roasting kopi Mandehling sampai tahap medium saja, hasilnya cenderung flat. Kekuatan kopi Mandheling baru terasa saat diroasting dari tahap medium menuju dark.

Keterangan Dalam beberapa bahasa menunjukkan pemasaran roasted coffee ini pada beberapa negara. Diroasted dan kemas di Starbuck Manufacturing, Amsterdam, Netherlands dan terdapat di gerai Starbuck Hannover.

Keterangan Dalam beberapa bahasa menunjukkan pemasaran roasted coffee ini pada beberapa negara. Diroasted dan kemas di Starbuck Manufacturing, Amsterdam, Netherlands dan terdapat di gerai Starbuck Hannover.

Dekorasi Kemasan Yang Unik dengan Gambar Macan Sumatera

Dekorasi Kemasan Yang Unik dengan Gambar Macan Sumatera

Dark Roasting Khas Starbuck

Dark Roasting Khas Starbuck

Mandheling sendiri tidak merujuk kepada suatu lokasi karena jenis ini ditanam tersebar di daerah yang luas di Sumatera Utara. Sehingga bisa diduga seharusnya ada perbedaan rasa pada kopi Mandheling yang ditanam pada daerah yang berbeda di Sumatera Utara.  Ada juga yang disebut kopi Sumatera Lintong dari daerah ini. Dan saya punya sample green bean dari beberapa daerah di Sumatera Utara seperti Humbang Hasudutan. Banyak sebutan atau penamaan kopi yang masih belum begitu jelas untuk saya. Saya musti cari informasi detil dulu mengenai daerah-daerah perkopian di Sumatera Utara sekalian nanti membahas green bean dari daerah tersebut.

Pada awal perkembangan industri kopi zaman penjajahan Belanda, ada dugaan kopi Mandheling dipasarkan sebagai kopi Jawa. Kemungkinan karena permintaan kopi Jawa yang tinggi dengan produksi yang belum mencukupi sehingga mengambil kopi dari Mandheling untuk dipasarkan sebagai kopi Jawa. saya tidak bisa mengkonfirmasi hal tersebut, hanya mendapat informasi sepihak. Hal ini juga yang menjadi salah satu tema penelitian yang saya kerjakan, membuktikan kopi A berasal dari daerah A tersebut. Penelitian yang ternyata lebih rumit dari dugaan😉 Pada perkembangannya tentu kopi Mandheling menjadi terkenal karena mempunyai karakter rasa sendiri dan disukai oleh konsumen. Kopi ini sempat musnah karena serangan Hemileia vastatrix, penyebab penyakit karat daun kopi yang sempat mengahncurkan industri kopi Arabika, sekaligus menjadi pemunculan kopi Robusta yang lebih tahan terhadap penyakit karat daun. Tanaman asli arabika mandheling asli yang ditanam pada zaman Belanda diduga punah, tetapi kemungkinan anda bisa cek koleksinya di Graha kopi.

Speicherstadt juga menjual green bean dan roasted bean Kopi Mandheling. Roasted bean dari Speicherstadt juga dilakukan pada medium menuju dark. Untuk kopi Mandheling dari Speichestadt memiliki logo DE-ÖKO-039. Logo ini merujuk standar produk organik berdasarkan standar German, tidak berlaku untuk semua negara Eropa. Keterangan lain di kemasan adalah kopi mandheling mempunyai  hutan tropis dan aroma manis hutan dengan tingkat keasaman sedang.

Medium to Dark Roasted

Medium to Dark Roasted

Logo DE-ÖKO-039

Logo DE-ÖKO-039

Kopi Mandehling juga dapat anda temui di Serambi Botani, Botani Square Bogor produksi Maharaja Coffee. Keterangan di kemasan kopi tersebut memiliki deskripsi spicy, bold body, medium acidity, good aftertaste. Keterangan lain adalah Mandheling merupakan nama perdagangan untuk kopi yang ditanam diseputaran danau Toba seperti Lintong, Sidikalang, Samosir, Mandheling dan Brastagi. Dari deskripsi ini, terlihat bahwa kopi Mandheling ditanam pada daerah yang luas di Suamtera Utara. So, Anda yang sedang dalam perjalanan menuju kantor atau sedang rapat untk membuat keputusan penting, tidak ada salahnya sambil menikmati dark roast kopi Mandheling agar badan dan konsentrasi tetap segar terasa.

Kopi Mandheling produksi Maharaja yang dipasarkan oleh Serambi Botani

Kopi Mandheling produksi Maharaja yang dipasarkan oleh Serambi Botani

IMG_8347

Location: Göttingen, German

Time: May 2014

 

3 thoughts on “Kopi Mandheling

  1. wow,,, ternyata sudah sedalam itu dirimu menjelajahi tano batak ku dengan kopinya, mainstream itu baru kopi namanya, haaa,,,pastinya masih banyak hal yg lebih menarik, inspiratif dan menantang tentang kopi tano batakku # masih banyak misteri disitu, ada kopi Arabika? tuk dirimu bagikan denganku dan penikmat kopi tentunya🙂 !! terimakasih teman, salud, gud lack for u en GBU

  2. Danke Schön…. Tempo hari di Hamburg bertemu orang Indonesia yang sudah dapat “KTP” atau ausweis German, jadi bisa bikin perusahaan di German dan di Indonesia. Di Indo perusahaan dia dan rekan2nya membantu petani kopi di Sumatera Utara dan membuat scr (sosial companny responsibility) untuk sekolah2 di sekitar petani. Lalu perusahaan yang di German untuk pemasarannya. Perlu ditiru oleh yang lain. Oya di Hamburg juga ada perusahaan dari orang2 Indonesia yang tinggal dikita tersebut untuk memasarkan kopi asli dari Mandheling plus kopi luwaknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s