4 – 0 für Deutschland

Demam piala dunia 2014 memang melanda dimana-mana. Tidak terkecuali di kampung kami. Pertandingan perdana tim Panser German melawan Portugal memberikan hasil yang gemilang bagi tim asuhan Herr Löw. Apalagi pertandingan tersebut disaksikan langsung oleh Kanselir Angela Merkel di Brazil. Dan sepertinya ini bukan tindakan pencitraan, beliau memang all out dalam mendukung tim bola German, setiap ada waktu akan disempatkan untuk menonton langsung. Pertandingan sempat diwarnai oleh kartu merah untuk Pepe yang melakukan tindakan kontroversial. Buat saya yang menakjubkan bukan kartu merahnya, tetapi dalam hitungan detik ketika terjadi pelanggaran yang membuahkan kartu merah tersebut, langsung beredar di socmed foto-foto lucu dengan tema satpol pepe dan ra iso pepe. Antara geli karena lucu sekaligus miris. Miris karena beberapa diantara kita cepat sekali dan gatal tangannya untuk sekedar berkomentar bahkan cenderung membully. Apalagi di tengah suasana pilpres yang semakin hangat ini. Ooohhh kapan kita bisa memakai jersey bola merah putih dengan logo garuda didadaku untuk menonton kesebelasan Republik Indonesia di piala dunia jika kita hanya pandai berkomentar saja?

Berharap suatu saat merah putih yang akan kita kibarkan saat menonton piala dunia. Terimakasih untuk Achmad atas foto ciamik pakai apel washingtonnya.

Berharap suatu saat merah putih yang akan kita kibarkan saat menonton piala dunia. Terimakasih untuk Achmad atas foto ciamik pakai apel washingtonnya.

Tenang saudara, ini bukan lapak bola karena saya tidak banyak menonton bola jadi takut salah komentar. Hanya pertandingan-pertandingan “penting” saja yang saya saksikan (walau pasti penggemar fanatik bola punya pendapat lain, semua pertandingan tim kesayangannya penting hehehe). Hal yang ingin saya ceritakan adalah suasana saat menonton bola di kampung kecil di tengah German bernama Göttingen.

Kami serombongan warga Indonesia yang terpaksa memakai seragam kesebelasan German, karena seperti disebut kesebelasan RI tidak masuk ke piala dunia (bahkan lolos asia tenggara saja sepertinya masih jauuhhh), dan juga tidak ada yang berani memakai kesebelasan portugal, dan ya kami sementara ini tinggal di German, jadi kenapa tidak saat ini kami mendukung kesebelasan German. Musim piala dunia seperti ini, setiap kafe berlomba untuk menyediakan tv besar layar datar dengan soundsystemnya. Kadang satu kafe bisa menyediakan lebih dari dua TV besar agar pengunjung bisa puas menonton kesebelasan kesayangannya merumput.

TV diletakkan di luar untuk menarik pengunjung datang

TV diletakkan di luar untuk menarik pengunjung datang

Pernak-pernik mulai jerser, syal, topi, terompet, cat bendera German untuk wajah dll dijual dibanyak toko dengan harga miring. Seru toh memakai atribut kesebelasan German, sambil nonton di kafe di German, dikelilingi orang German. Sering kali warga disekeliling kita bertanya kita dari mana dan mendukung tim mana. Ya tentu saja kita tunjukkan atribut German, dan mereka langsung bersorak gembira. Lah bayangkan kalau pakai salah kostum…. Bisa berabe urusannya… Sedikit cerita hari ini saya menemani mahasiswa dari Indonesia yang sedang study banding disini dan dia mengenakan kostum portugal. Dia cerita mulai dari Singapura sampai Frankfurt dan lanjut sampai Göttingen, banyak yang menegurnya, dukung tim mana, dijawab portugal, lalu ditanya lagi, berapa skor pertandingan terakhir, yah dia sudah tahu arah pertanyaannya, dan ditertawakan oleh yang tanya. memang kadang mengambil sikap berbeda butuh mental yang kuat🙂

Nobar

Nobar

Nongkrong di kafe nonton bola, sesuatu banget lah ya, dan ga mahal-mahal juga. Murahan disini, jauuhh lebih murah daripada di Indonesia. Yang penting kita pesan makanan atau minuman, tapi jangan lupa kasih uang tip atau Trinkgeld. Apalagi kebetulan die Kellnerin, bagian yang melayani untuk memesan makanan dan minuman di area kita cantik, jadinya teman-teman semangat untuk memesan makanan dan minuman. Bahkan sampai bolak-balik pesan biar beliau datang terus hehehe…. aya aya wae…..

Es krim dengan waffel bentuk love, hasil pesanan bolak balik teman (bukan saya loh) agar si mba yang melayani datang terus.

Es krim dengan waffel bentuk love, hasil pesanan bolak balik teman (bukan saya loh) agar si mba yang melayani datang terus.

Pesanan saya standar, cappucino. Biasanya kalau memesan kopi di kafe mendapat bonus biskuit untuk teman ngupi. Rasa esspressonya oke, cenderung manis dengan aroma dan aftertaste kuat, hanya susu yang dibuat overfroth, terlalu berbusa. Secara umum okelah, apalagi ngupi sambil teriak-teriak bersama kolega, hmmmm pengalaman yang menyenangkan tentunya… Besok German akan bertanding dengan Ghana jam 21.00 waktu sini, tapi cuaca diluar akan masih terang karena matahari terbenam mendekati pukul 21.41… Mmudah-mudahan tim German akan kembali digjaya… Ich Hoffe dass…

2014-06-16 18.48.10

Cappucino

Location: Göttingen, German

Time: Juni 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s