Kue ka’ak Nura

Saat seorang keluarga yang sedang ada kegiatan di German, mampir di kota tempat saya tinggal, suatu kampung di tengah German. Ada titipan dari Nenek di Jakarta. hmmmm padahal saya tidak pesan apa-apa. Ada juga bawang goreng dari mama, ini memang selalu pesan dan selalu saya bawa kalau pergi ke tempat jauh, karena jelas enak, sehat dan dibuat dengan kasih sayang. Bahkan saat di Papua pun, selalu ada stok bawang goreng dari Bogor. Bawang goreng yang dibeli di Supermarket sepertinya dicampur tepung jadi rasanya engga banget lah….

Kue Ka'ak

Kue Ka’ak

Oleh-oleh dari Nenek dikemas rapi menggunakan bungkus kado. Penasaran dibuka, ternyata isinya kue Ka’ak. Haaahhh sudah lama tidak makan kue ini. Kue Ka’ak biasanya hanya dibuat saat-saat Ramadhan dan kue spesial lebaran di kampung-kampung Arab. Kue berisi rempah-rempah yang wangi dan renyah ini memang spesial untuk saat spesial. Biasanya untuk teman minum teh atau kopi. Membuat kue ini relatif sulit. Perlu adonan yang pas. Saya ingat dulu saat kecil ikut “gerecokin” mama yang sedang eksperimen buat kue ka’ak. Salah adonan atau temperatur oven, kue bisa terlalu kecil, terlalu besar, terlalu keras atau terlalu “ngepyur” alias gampang hancur saat digigit jadi berantakan menjadi remah dimulut dan dibaju. Yang pasti, kue ka’ak buatan mama merupakan kue ka’ak terenak sedunia, pas manisnya, pas wanginya, pas kerenyahannya dan dibuat dengan cinta (jadi pengen pulang buat kue ka’ak di Bogor hiks..)

Nura Bäckerei

Nura Bäckerei

Kue yang dikirim sebagai oleh-oleh rasanya enak juga, beli dari toko dan yang membuat lucu nama merk toko kuenya Nura. Ya Nura sama seperti nama Meine Frau hehehe lucu juga idenya. Dan motif khas kue ka’ak yang bergerigi ada juga. Saya senang kalau ikutan menggaris kue dengan gerigi yang berputar seperti roda untuk membentuk motif kue ka’ak mainstream. Resep kue ini banyak tersedia di internet. Dari sisi pengolahan pascapanen, penggunaan bahan-bahan hasil pertanian seperti terigu, mentega, gula palem, telur ayam, bumbu spekuk, bubuk jinten hitam, bubuk kapulaga dan kenari menjamin kelangsungan produksi produk-produk tersebut di hulu. Kemasan simple dan cocok untuk menekan harga kemasan, plastik kemasan gampang diperoleh di toko kemasan biasa di pasar. Stiker kemasan sudah mencantumkan nomer depkes yang berarti sudah terjamin untuk dikonsumsi. Pada label kemasan perlu ditambah alamat toko (ermasuk no telp) supaya konsumen tahu produk itu bisa dibeli lagi dimana, serta ingridient kue untuk memberi informasi jika ada konsumen yang alergi terhadap bahan baku tertentu.

Motif khas kue ka'ak

Motif khas kue ka’ak

Seharusnya kue ini untuk persiapan Ramadhan, tapi maaf saudara-saudara dalam beberapa saat kue ini sudah ludes tidak sempat bagi-bagi (stock terbatas juga dan barang berharga, hukum ekonomi berlaku jadi maaf saja ya🙂 )

Location: Göttingen, German

Time: Juni 2014

 

 

 

One thought on “Kue ka’ak Nura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s