Locanta, wartegnya Turki

Penduduk lokal makan di Locanta, semacam wartegnya Turki. Buka mulai jam 5 pagi sampai jam 10 malam. Untuk pagi menu yang tersedia adalah surba, semacam sop, tradisi arab juga mengenal surba. Ada beberapa menu surba yang disajikan seperti surba ayam atau lentil dari kacang. Surba disajikan dengan roti pentung atau baguette. Saya menyebutnya roti pentung karena anda bisa mementung orang menggunakan roti yang berbentuk lonjong dan agak keras tersebut. Untuk roti, di locanta tidak dihitung lagi, makan sepuas and sanggup. Tentu baguette sudah dipotong-potong. Celupkan baguette ke surba dan makan hangat-hangat, ditemani teh turki sebagai minuman membuat suasana pagi hari akhir musim dingin menjadi cerah. Satu hal yang membuat surprise, mereka melayani dengan baik sekali. Mereka menerapkan sistem pembeli adalah raja. Setiap tempat makanan yang kita kunjungi melakukan itu, atitude dan budaya yang sangat baik. Ketika datang kita disambut, diajak ngobrol walau kadang tidak nyambung yang melayani pakai bahasa turki, kita menjawab pakai bahasa Inggris. Untungnya kita datang pagi-pagi sebelum berkeliling kota, ada seorang tua chef kepala yang membuat surba bisa berbahasa Inggris dengan baik, lebih British malah logatnya. Dan dia menjelaskan menu-menu apa saja yang tersedia di Locanta tersebut.

100_8762

Surba bisa dimakan dengan roti baguette.

Surba bisa dimakan dengan roti baguette.

Locanta yang kita kunjngi bernama Sukuroglu, saran dari pemilik tempat kita tinggal. Kita memang mencari tempat makanan yang dikunjungi orang lokal. Untuk membaur, merasakan kehidupan asli Istanbul, juga pasti murah. Banyak juga restoran di daerah turis menggunakan nama Locanta, tapi ya mahal standar restoran daerah turis.

Di Locanta, kita tinggal duduk, pelayan akan mengantarkan pesanan. Dan mereka selalu memantau, kalau kita kurang sesuatu atau hendak menambah sesuatu mereka cepat tanggap. Selesai makan pun, piring dan gelas mereka yang rapihkan. Sedikit istimewa karena kebiasaan Di German, kita yang ambil makanan sendiri, rapikan meja sendiri dan letakkan piring dan gelas kotor ke tempatnya. Untung tidak disuruh nyuci piringnya sendiri😉.

Tambah jeruk nipis? makin sedap

Tambah jeruk nipis? makin sedap

Surba

Surba

Kita sampai akrab dengan pelayan dan pemilik Locanta karena pagi sebelum berangkat keliling, isi bensin di sini. Lalu pulangnya malam, mampir lagi disini karena dekat dengan lokasi kita menginap. Malam sebelum meninggalkan Istanbul, sampai mengucapkan perpisahan seperti teman akrab setelah beberapa hari bertemu terus. Keramahan Turki perlu ditiru oleh Indonesia untuk menarik wisatawan lebih banyak lagi. Jangan pernah kasih harga “nembak”, makanan ga enak, pelayan yang judes, tempat kotor yang kadang kita temui di tempat wisata. Dengan pelayanan prima, tentu wisatawan akan datang kembali yang berarti omzet bagus.

Location: Istanbul, Turki

Time: Maret 2014

One thought on “Locanta, wartegnya Turki

  1. Pingback: Kopi Turki: area sultanahmet | Postharvestnotes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s