Pelatihan Kopi Indonesia Di German dan Selamatan 10.000 kunjungan postharvestnotes (1)

Pelatihan kopi?? Hmmm sesuatu banget…. Tentu kita semua pernah minum kopi (siapa yang belum pernah minum kopi hayoo…). Sebuah minuman yang mendunia, bahkan minuman kedua terbanyak yang diminum setelah air putih. Tetapi sejauh mana sebenarnya kita telah mengenal kopi? Untuk saling bertukar pengetahuan tentang kopi, terutama kopi Indonesia, beberapa pecinta kopi di Goettingen dibawah naungan PPI Goettingen berkumpul di Roko 321. Bahkan yang tidak biasa minum kopi pun tetap bisa ikutan untuk menambah khasanah pengetahuannya mengenaisalah satu produk unggulan dari tanah air. Sekaligus saya selamatan situs postharvestnotes.wordpress.com yang telah diklik lebih dari 10.000 kali pada awal juni 2014. Jumlah yang sedikit memang , tetapi cukup membanggakan untuk saya pribadi karena ada yang membaca tulisan-tulisan saya mengenai teknologi pasca panen dan kopi tentunya.

Postharves 10rb klik

Postharves 10rb klik

Pertanyaan pertama yang saya ajukan adalah kapan pertama kali peserta menikmati kopi? Saya sendiri ingat ketika kecil, kalau ada tamu ke rumah dan mereka minum kopi, saya minta jatah dibuatkan ibu segelas kecil. Mungkin seukuran gelas espresso, dengan gambar mirip aladin hadiah dari sarimie, salah satu produk mie instan zaman dahulu. Itupun dalam setahun bisa dihitung diperbolehkan minum segelas kecil kopi. Kebijakan ini pun masih saya dan keluarga terapkan untuk keponakan2 dan anggota keluarga yang masih kecil, kopi hampir menjadi minuman yang terlarang, bahkan untuh minum teh pun sangat dibatasi. Tentu ketika beranjak remaja larangan tersebut mulai dicabut, dan saya terbiasa mengkonsumsi teh, cappuccino saset yang enak dengan taburan coklat diatasnya (yang ternyata sekarang saya tahu itu bukan cappuccino yang “sesungguhnya”), dan sesekali kalau ada uang lebih membeli milk shake (sekarang saya tahu cara membuat busa di milk shake, sebuah misteri yang lama tidak terpecahkan😉.

Dan yang mengejutkan saya, ternyata sebagian besar peserta sudah minum kopi semenjak bayi. What?? Ternyata ada kepercayaan di Indonesia, jika bayi diberi beberapa sendok minuman kopi akan menghindari “step” atau kejang pada bayi jika sakit panas. Dan sepertinya kepercayaan ini mempunyai hasil secara empiris, buktinya rekan-rekan saya sampai sekarang sehat-sehat dan pintar semua, pengaruh terhindar kejang-kejang saat bayi hehehe.. saya belum sempat mencari rujukan ilmiahnya, tetapi akan sangat menarik jika ini bisa dibuktikan secara ilmiah.

IMG_9363

Kapan Minum Kopi Pertama Kali

Seberapa penting kopi untuk kita? Kita bahkan akan sulit membayangkan jika suatu saat kopi tidak tersedia lagi. Banyak orang yang akan tiba-tiba gemetar terlihat stress karena sulit konsentrasi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sudah deadline. Sebagian peserta mengakui kopi sangat membantu begadang malam hari untuk menyelesaikan tugas-tugas, atau membantu kkonsentrasi saat siang hari di tengah “rush hour”. Ya, kopi, sebuah minuman dari biji ajaib yang sudah menjadi “legal drugs”. Bahkan sebelum mulai dikenal sebagai minuman sehari-hari mulai akhir abad ke 15 (teh sudah dikenal jauh sebelum itu), kopi masuk dalam literatur tanaman obat. Zaman itu kopi banyak digunakan para sufi agar bisa tetap terjaga saat beribadah. Literatur pertama mengenai kopi ditulis oleh Rhazes atau Abu Bakr Muhammad ibn Zakariya El Razi (850–922 M). Kemudian jauh setelah itu Rauwolf (1596) seorang german, orang eropa pertama kali yang membahas kopi. Singkat cerita, eropa mulai mengenal kopi dan pada titik tertentu Belanda membawa dan menanam kopi di Indonesia.

Nah, dititik inilah Indonesia mulai masuk dalam peta kopi dunia. Kopi Indonesia pertama dijual di Amsterdam tahun 1711 sebanyak 894 pound secara lelang. Bahkan, penanaman massal dan perdagangan kopi secara industri dimulai dari Indonesia. Daerah yang terkenal tentu Jawa (java coffee) dan kemudian melebar ke Mandheling (Sumatera Utara daerah mandaeling). Java coffee sangat terkenal diseluruh dunia bahkan sampai saat ini, sampai-sampai terdapat aplikasi teknologi menggunakan nama Java. Konon dinamakan Java karena para programmernya suka mengkonsumsi kopi Jawa ketika bekerja menyelesaikan baris-baris kode pemrograman. Anda tentu sangat familiar dengan aplikasi ini yang berjalan di banyak hardware termasuk laptop dan handphone.

Saya menampilkan beberapa slide berisi foto-foto zaman dahulu, dan saya juga baru tahu bahwa Dramaga, Bogor merupakan salah satu sentra produksi kopi saat itu. Dugaan saya, foto bangunan kebun merupakan bangunan landhuis IPB dramaga sekarang. Sayangnya, model perkebunan kopi zaman Belanda meninggalkan luka bagi Negara kita karena system perbudakan yang diterapkan. Cultuur stelsel atau tanam paksa atau apapun istilahnya merupakan sebuah penggalan sejarah Negara kita yang jangan sampai terulang kembali. Saat ini petani punya kebebasan untuk menanam tanaman yang menguntungkan untuk kehidupannya.

 

Palatial Bungalow of Administrator, Dramaga, in the Preanger District, Java (Sumer: All About Coffee)

Palatial Bungalow of Administrator, Dramaga, in the Preanger District, Java (Sumer: All About Coffee)

 

Salah satu peninggalan yang masih tersisa adalah, Robusta masih dikonsumsi dalam jumlah besar di Indonesia sedangkan Arabika di jual ke luar negeri. Untuk itu, saya menekankan perbedaan Arabika dan Robusta, walau sama-sama kopi tetapi ini seperti membahas perbedaan apel dan jeruk. Produksi kopi di Indonesian ± 17% Arabica, 83% Robusta sedangkan perdagangan dunia ± 62.9% Arabica, 37.1% Robusta. Dari angka ini sudah terlihat jelas apa yang seharusnya arah pengembangan tanaman kopi di Indonesia. Dari segi harga juga Arabika lebih mahal daripada Robusta. Tetapi penjajah zaman dahulu berhasil meyakinkan kita untuk mengkonsumsi Robusta dan menjual Arabika ke luar negeri. Bahkan, di suatu lokasi di sumatera barat ada masyarakat yang mengkonsumsi minuman dari daun kopi yang disebut daun kawa yang tentu sekarang hanya tinggal sejarah.

(Bersambung)

 

Location: Göttingen, German

Time: Juni 2014

3 thoughts on “Pelatihan Kopi Indonesia Di German dan Selamatan 10.000 kunjungan postharvestnotes (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s