Kopi Luwak Manglayang

Pembaca sudah pernah mendengar dong mengenai kopi luwak? pernah mencobanya? atau merasa pernah mencoba kopi luwak? Pertanyaan terakhir ini menggelitik karena kadang kita menduga bahwa kopi luwak putih yang dijual per bungkus dengan harga seribuan itu merupakan kopi luwak asli. Padahal perlu diketahui ada beberapa “genre” untuk kopi luwak: kopi luwak liar, kopi luwak kandang dan merk kopi luwak. Nah kopi bungkus dengan harga seribuan bisa dipastikan merupakan merk saja, tidak ada kopi luwak didalamnya. Mengenai merk luwak ini pada lain kesempatan akan kita bahas.

Nah sebenarnya apa sih kopi luwak? kopi luwak berasal dari cherry atau buah kopi yang dimakan oleh luwak. Di dalam perut luwak, daging buah kopi dicerna dalam sistem pencernaan luwak, sedangkan biji kopi tidak tercerna sehingga dikeluarkan oleh luwak sebagai feses. Kemudian muncul kontroversi, apakah kopi luwak halal atau haram? Untuk sebagian orang tetap menganggap kopi luwak haram, tetapi pendapat mayoritas yang dikuatkan oleh fatwa MUI, kopi luwak halal. Feses yang berisi biji kopi mentah yang tidak tercerna luwak tersebut kemudian dicuci bersih untuk menghilangkan najisnya sehingga layak untuk diproses lebih lanjut menjadi kopi seduh.

IMG_9640-1

Ir. Hermin Karlina

Kita tahu bahwa kopi luwak mahal. Kenapa musti mahal sih? lalu apa keistimewaan kopi luwak tersebut? nah saya belajar mengenai kopi luwak dari Ir. Hermin Karlina, saat ini Kepala Balai Pengawasan dan Pengujian Mutu Benih (BP2MB) Tanaman Perkebunan Provinsi Jawa Barat. Bu Hermin memiliki usaha kopi luwak di daerah Gunung Manglayang, Bandung. Konsep yang diterapkan mengikuti standard “animal welfare”. Kopi Luwak Manglayang atau sebut saja KLM (kopiluwakmanglayang.com) bekerja sama dengan PT Babun Djaja Asia dan dibawah pengawasan para pecinta binatang dan hewan liar serta peneliti dari bagian Biologi ITB dan Satwa Kita, membuat proyek kerjasama untuk mengembangkan serta melestarikan luwak. Penjelasan mengenai KLM dan konsep pemeliharaan luwak, silahkan melihat video wawancara khusus saya dengan Bu Hermin.

Standard “animal welfare” yang dimaksud, seperti penjelasan Pak Edi Busono dari PT Babun Djaja Asia, yaitu berdasarkan standar kebun binatang dari Kanada. Pemeliharaan hewan harus memperhatikan 3 hal: kandang, pakan dan keeper (pemelihara). Kandang harus memenuhi standar kenyamanan hewan, pakan harus bisa memenuhi kebutuhan hewan termasuk vitamin dan vaksin, serta keeper juga harus diperhatikan dari kebersihan serta pemberian vaksin untuk di keeper untuk mencegah rabies atau penyakit menular dari hewan, jika dibutuhkan. Selain itu setiap hewan yang dipelihara diberi nama. Untuk mendapatkan data-data ukuran kandang serta nutrisi yang sesuai, KLM melakukan kerjasama penelitian dengan rekan-rekan dari Satwa Kita. Mengenai pakan dan kandang untuk luwak serta kenapa harganya mahal, saya ceritakan pada tulisan lainnya ya……

Location: Bandung, Indonesia

Time: August 2014

One thought on “Kopi Luwak Manglayang

  1. Pingback: Kopi Manglayang | Postharvestnotes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s