Integrasi ternak dan kakao

Kolega saya saat itu melakukan penelitian dan diseminasi integrasi ternak dan tanaman. Ide dasarnya adalah bagian tanaman yang tidak terpakai dan berpotensi sebagai pakan ternak, diberikan sebagai pakan ke hewan peliharaan. Kemudian kotoran yang dihasilkan hewan peliharaan tersebut bisa menjadi pupuk bagi tanaman. Simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan bukan?

Memberi makan sapi dengan pos kakao

Memberi makan sapi dengan pod kakao

Keuntungannya adalah petani menghemat biaya produksi untuk tanaman sekaligus juga untuk pakan ternak. Rasio antara ternak dan tanaman tentu perlu diperhatikan untuk menjamin ketersediaan pakan untuk hewan peliharaan serta kotoran hewan untuk tanaman. Beberapa model integrasi lain yang dikembangkan Kementerian Pertanian seperti integrasi sapi dan sawit serta intergrasi sapi dan kakao.

Nyamm.......

Nyamm…….

Pod kuning, pod hijau, sama-sama enak.....

Pod kuning, pod hijau, sama-sama enak…..

Petani kakao tempat saya melakukan kegiatan pemeliharaan sapi disekitar kebun kakao. Saya coba memberikan pod kakao sisa produksi untuk melihat apakah memang integrasi sapi dan kakao bisa diterapkan. Hasilnya? ternyata sapi memang suka makan pod kakao. Lahap mereka mengunyah pod kakao dengan nikmatnya. Tinggal dibutuhkan ekstra tenaga untuk memindahkan pod kakao ke kandang sapi, serta kotoran sapi ke tanaman. Sapi senang, tanaman subur, petani pun bahagia atas penghematan biaya yang dilakukan.

Location: Jayapura, Papua

Time: November 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s