Temu Lapang Kakao di Puslit Koka 2009

Saya beruntung saat itu dapat mengikuti Temu Lapang Kakao yang diselenggarakan oleh Puslit Kopi dan Kakao di Jember tahun 2009. Pada kegiatan tersebut, Puslit Koka mendiseminasikan teknologi dan produksi yang dihasilkan agar bisa digunakan dan dikembangkan lebih lanjut para stake holder termasuk petani , penyuluh dan peneliti. Kegiatan ini dilakukan berseling dengan kegiatan seminar tahunan dan dengan komoditi kopi, jadi kegiatan temu lapang kakao tersebut dilakukan 4 tahun sekali. Tetapi jika anda membutuhkan informasi atau pelatihan mengenai seluk beluk kakao, bisa langsung menuju Puslit Koka di Jember. Para staf di sana dengan senang hati akan mengakomodir kebutuhan anda. Puslit koka memiliki fasilitas perkantoran, guest hause, laboratorium, kebun percobaan dan pilot plan pengolahan kakao (juga kopi) sehingga jika kita membutuhkan pelatihan atau perlu alat-alat, teknologi atau produk yang berhubungan dengan kakao, bisa dipastikan lengkap ada di sini.

Temu Lapang kakao 2009

Temu Lapang kakao 2009

Jember merupakan sebuah kota di Jawa Timur, kira-kira 4-5 jam perjalanan darat menggunakan mobil dari Surabaya, sudah termasuk macet di porong-sidoarjo plus istirahat makan di tengah perjalanan🙂. Kalau malam atau pagi hari, perjalanan mungkin bisa ditempuh dalam waktu 3.5 jam. Kalau menggunakan pesawat, anda harus menuju Surabaya dulu baru bisa menggunakan mobil ke Jember. Saat itu jalur porong-sidoarjo termasuk bikin sakit kepala, masalah lumpur lapindo yang sedang hangat-hangatnya serta memang jalur ini sangat padat, jalur industri dimana terdapat banyak pabrik-pabrik besar nasional berlokasi. Kalau melalui jalur ini, kita akan sering menemui truk-truk besar mengangkut hasil produksi untuk memasuki jalur distribusi dan pemasaran. Saat itu terasa panas dan berdebu. Kemungkinan saat ini lokasi tersebut sudah nyaman, dengar-dengar di bawah kepemimpinan Bu Risma, kota Surabaya makin hijau, nyaman dan suhu udara rata-rata menurun. Patut di acungi jempol (Y).

Pengendalian hama menggunakan semut. Susah-susah gampang, tantangannya adalah membuat semut betah untuk tetap berada di sarangnya.

Pengendalian hama menggunakan semut. Susah-susah gampang, tantangannya adalah membuat semut betah untuk tetap berada di sarangnya.

Sepanjang perjalanan menuju Jember, mata saya asyik dimanjakan dengan pemandangan sawah dan kebun yang hijau royo-royo. Saya merasakan negara kita benar-benar gemah ripah loh jenawi. Tanah yang subur, sinar matahari yang nonstop, suhu udaha dan kelembaban yang ideal membuat negara kita bisa ditumbuhkan hampir apa saja. Negara lain sampai harus membuat kultur jaringan untuk memperbanyak bibit, mengatur suhu, kelembaban serta cahaya lampu di dalam green house untuk mendapatkan sedikit produksi tanaman. Sedangkan kita hanya perlu melempar bibit ke tanah, dan tanaman tumbuh sendiri dengan baik, apalagi kalau juga dirawat. Pantas dulu penjajah betah berlama-lama bercokol di negara kita.

Pengolahan menggunakan mesin mulai dari pemecahan pod sampai sortasi biji dan pengurangan lendir.

Pengolahan menggunakan mesin mulai dari pemecahan pod sampai sortasi biji dan pengurangan lendir.

Salah satu keberkahan itu adalah kakao. Memang kakao bukan asli tanaman Indonesia. Kakao berasal dari America Latin, sudah dibudidayakan oleh suku Indian. Kemudian dibawa oleh Belanda untuk dibudidayakan dan berproduksi di Indonesia. Dengan pengalaman produksi kakao yang sudah ratusan tahun, tentu banyak teknologi dan ilmu yang dihasilkan seputar kakao. Salah satu pemegang mandat pengembangan kakao di Indonesia adalah Puslit Koka. Lembaga ini bahkan sudah ada dari sebelum Indonesia merdeka.

241120092934 241120092932

Pengeringan dalam batch besar. Bahan kadang harus diaduk agar pengeringan merata.

Pengeringan dalam batch besar. Bahan kadang harus diaduk agar pengeringan merata.

Kotak Fermentasi

Kotak Fermentasi

Temu lapang merupakan sarana Puslit Koka untuk berkomunikasi dan sharing informasi dan teknologi dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan kakao. Jadi Puslit Koka tidak hanya membagi informasi, tetapi juga mendapat masukan serta permasalahan nyata yang dihadapi petani di lapang. Hal ini merupakan media yang baik untuk mengembangkan industri kakao di tanah air.

Pengukur kadar air

Pengukur kadar air

Pengukur suhu dan kelembaban untuk memonitor fermentasi dan pengeringan

Pengukur suhu dan kelembaban untuk memonitor fermentasi dan pengeringan

Diseminasi yang dilakukan menyangkut seluruh seluk beluk industri kakao mulai dari pengadaan bibit, budidaya yang baik, pengendalian hama dan penyakit sampai panen, pascapanen dan proses pengolahan kakao menjadi coklat siap konsumsi. Teknologi dan pengetahuan terbaru dapat dipelajari di acara temu lapang tersebut. Para peserta terlihat antusias. Bahkan saat itu ada satu rombongan petani kakao dari daerah Sumatera Barat, mereka patungan untuk menyewa bus mini untuk datang ke Jember, demi belajar dan bertemu peneliti-peneliti puslit koka untuk saling sharing pengetahuan. Semangat yang luar biasa.241120092926241120092953241120092958Pemanfaatan limbah untuk pembuatan biogas skala besar dan kecil

Pemanfaatan limbah untuk pembuatan biogas skala besar dan kecil

 

Location: Jember, jawa Timur

Time: November 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s