Tropentag 2014

Tropentag merupakan seminar internasional tahunan untuk mahasiswa dari negara-negara berbahasa dalam rumpun German seperti German, Swiss dan Austria serta Belanda. Untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar German, tepatnya di kota Prague, Czech Republic, September 17 – 19 2014 dengan mengambil tema Bridging the gap between increasing knowledge and decreasing resources. Peserta lebih dari 800 orang dan 70 negara, juga para undangan dan keynote speaker dari berbagai negara. Benar-benar terasa suasana internasional, bertemu dengan banyak orang dari berbagai belahan bumi dengan beraneka ragam diskusi.

Tropentag 2014

Tropentag 2014

Kami mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Göttingen, German, beserta rombongan mahasiswa negara lain berangkat menggunakan bus yang disewa Universitas. Sebagian mahasiswa yang tidak mendapat tempat di bus, emnggunakan kereta. Tentu biaya menggunakan bus terjangkau karena sudah disubsidi oleh pihak uni. Juga selama di Praha kami tinggal di dalam dormitory mahaiswa dengan harga yang murah juga. Kegiatan dilaksanakan di Czech University of Life Sciences Prague. Lumayan plesiran murah meriah dan ilmiah.

Kuliah Umum

Kuliah Umum

Panitia bekerja dengan sangat baik, padahal hanya beberapa orang saja. Mereka bekerja dengan sangat efisien. Tentu ada saja masalah seperti ketika kami pertama datang dan pihak dormitory lambat untuk memberikan kunci kamar sehingga terjadi penumpukan peserta yang sudah lelah datang dari perjalanan jauh. Kami juga bertemu mahasiswa Indonesia yang sedang dtudi di kota lain di German serta negara lain dan juga Professor dari indonesia. Jadi meriah suasana, silaturahmi dan membangun jejaring.

100_9570_lzn

Presentasi dan tanya Jawab

Presentasi dan tanya Jawab

Susunan kegiatan seminar bisa ditiru di Indonesia. Pembagian waktu yang pas, serta peserta yang tidak mendapat kesempatan presentasi oral, tetap ada kesempatan presentasi poster. Jadi ada waktu saat kita keliling dari satu poster ke poster lain, tergantung bidang penelitian, dengan waktu yang sudah ditentukan oleh panitia untuk masing-masing peserta, dan juga ada kesempatan tanya jawab dan diskusi untuk masing-masing poster. Jadi terasa adil semua dapat kesempatan untuk mempresentasikan dan menjelaskan penelitiannya, karena biasanya pada kegiatan ilmiah, presentasi poster hanya diberi waktu saat istirahat makan, dimana presenter hanya berdiri mematung menunggu ada yang datang melihat-lihat poster. Sedangkan peserta lainnya lapar, sibuk makan dan membangun jejaring saat kesempatan makan, praktis sedikit yang punya waktu untuk melihat-lihat poster.

Presentasi oral

Presentasi oral

Alhamdulillah, saya dapat kesempatan presentasi oral. Lumayan dag dig dug karena bisa dibilang ini presentasi pertama kali di dunia internasional. Takut-takut orang tidak paham apa yang saya sampaikan hehehehe dengan bahasa inggris yang masih belepotan. Alhamdulillah saat itu presentasi dan diskusi bisa berjalan lancar. saya menyampaikan presentasi mengenai prediksi cepat dan non destruksi kadar air pada biji kopi menggunakan Near Infrared.

Astronomical Clock, tertua ketiga di dunia dibangun 1410

Astronomical Clock, tertua ketiga di dunia dibangun 1410

Kegiatan berjalan padat dari pagi sampai sore. Kemudian sore menjelang malam masih ada waktu kita untuk berjalan-jalan ke pusat kota Praha, daerah wisata dengan banyak bangunan bersejarah. Ini kali kedua saya ke kota Praha, jadi lumayan bisa jadi gaet tour teman2. Sistem transportasi mudah diikuti walau sebagian besar nama dan petunjuk dalam bahasa Ceko, huruf-huruf Cyrylic yang entah bagaimana mengeja dan membacanya. Bus, trem dan kereta bawah tanah terintegrasi dengan baik. dan keamanan sangat terjamin, tidak ada masalah pulang malam pun. Langsung terbayang seandainya Jakarta, Bandung, Suarabaya atau kota besar lainnya mempunyai transportasi yang terintegrasi seperti ini, tentu banyak turis yang akan datang tanpa perlu repot-repot promosi dan pameran menghabiskan anggaran.

Monas... mana monas.... :-)

Monas… mana monas….🙂

Bayangkan saja, sebenarnya banyak yang tertarik dengan Indonesia sebagai tempat tujuan wisata dengan segala macam keragaman budaya dan kuliner. Tapi coba kita renungkan, bagimana misalnya seorang turis atau bahkan kita sendiri, dari tempat penginapan terus hendak menuju monas, atau taman safari, atau kebun raya? Coba saja ikut jalur Bus way (red: transjakarta), lalu pindah ke statiun kereta, lalu naik bus kota atau angkot….. sudah terbayang ribetnya. Mungkin hanya opang dan gojek saat ini pilihan yang praktis dan murah🙂 Tidak semua turis sanggup menyewa mobil pribadi atau travel loh, apalagi trend sekarang berubah dengan makin mudah dan murahnya berwisata dengan memanfaatkan situs airbandb, tripadvisor dan lain-lain. Cheap touris ini yang akan menghidupi warteg-warteg, pedagang kaki lima, membeli souvenir kerajinan tangan serta penginapan-penginapan warga sehingga bisa menggerakkan perekonomian rakyat kecil, bukan hanya hotel dan restoran berbintang.

Menikmati sunset di Charles Bridge

Menikmati sunset di Charles Bridge

Sungguh menyenangkan bisa jalan-jalan keliling kota bersejarah bersama teman-teman. Tentu banyak foto pemandangan dan selfie yang dihasilkan, dari sore sampai malam. Bahkan ada rekan yang datang lagi ke lokasi menjelang subuh demi mendapatkan foto matahari terbit di lokasi-lokasi bersejarah seperti Charles Bridge.

Location: Prague, Czech Republic

Time: September 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s