SLPTT Kedelai dan Ketahanan Pangan (Bag 3)

Setelah melalui perjuangan dari mulai mengolah lahan, perawatan tanaman termasuk penyiangan gulma dan pengendalian penyakit, jerih payah petani akan terbayar ketika tanaman tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang bagus. Untuk kasus tanaman kedelai dalam program kita di tahun 2009, hasil bisa dibilang menggembirakan karena petani bisa panen di atas rata-rata produktifitas nasional. Hal ini membuktikan bahwa dengan perencanaan yang baik, penggunaan benih unggul serta pengelolaan tanaman terpadu dapat meningkatkan produktifitas.

040620092249-1 040620092273-1

Tanaman tumbuh subur

Tanaman tumbuh subur

Pengecekan kesuburan lahan. Jika lahan basah, penggunakan bor tanah bisa bikin malaria mo....

Pengecekan kesuburan lahan. Jika lahan basah, penggunakan bor tanah bisa bikin malaria mo….

Kemudian apakah permasalah ketahanan pangan selesai? dari kegiatan ini saya belajar bahwa permasalahan tidak sesederhana itu. Sungguh naif jika kita menyangka bahwa dengan pemenuhan variable benih, pupuk dan lain-lain, produksi secara nasional akan meningkat. Jika itu permasalahnya, tentu masalah ketahanan pangan kita sudah beres dari lama. Variable benih, pupuk, metode tanam dan lain-lain merupakan domain Kementan, and we are good at it! believe me, Kementan sudah mengerjakannya bertahun-tahun, tentu pengalamannya sudah mumpuni dengan evaluasi program dan eksekusi program-program ketahanan pangan setiap saat. Seperti yang sedikit saya singgung ditulisan sebelumnya, ketahanan pangan bukan hanya tugas Kementan saja……

060820092491-1

Panen yang melimpah, Alhamdulillah…..

010820092470-1 060820092490-1

Ketahanan pangan sangat bisa dan layak untuk diusahakan

Ketahanan pangan sangat bisa dan layak untuk diusahakan. (sumber: Laksono, P., Adnan. 2011. The economical feasibility of soybean farming with the integrated crop management (ICM): case study at Nimbokrang District Jayapura. Widyariset 14(2): 267-273.)

Ketika petani sudah panen hasil melimpah, apa yang harus dilakukan? tentu harus dijual toh produknya. Nah mulai tahap ini, kita akan menghadapi situasi dunia nyata. Jual kemana? harga berapa? Bagaimana jika ketika terjadi panen raya tiba-tiba ada komoditas impor masuk baik legal maupun ilegal? Bagaimana menghadapi tataniaga pertanian yang kadang ruwet dan merugikan petani tetapi selalu menguntungkan bandar? lalu bagaimana menyimpan benih untuk penanaman periode berikutnya? apakah ada jaminan pupuk serta irigasi tersedia untuk musim tanam selanjutnya?…. Pertanyaan-pertanyaan bisa pembaca tambah sendiri sampai berpuluh-puluh lagi, dan banyak pertanyaan yang sulit dijawab, dan yang pasti sudah bukan domain Kementan lagi….. We do not have power there🙂

070720092404-1 070720092413-1

Kunjungan lapang oleh Kepala Balai serta dinas terkait, untuk melihat langsung situasi dan permasalahan di lapang serta berkomunikasi dengan petani untuk mecari jalan keluar dari permasalahan yang ada.

Kunjungan lapang oleh Kepala Balai serta dinas terkait, untuk melihat langsung situasi dan permasalahan di lapang serta berkomunikasi dengan petani untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada.

Syukur alhamdulillah, di pemerintahan baru ini, banyak terobosan-terobosan yang dilakukan untuk mewujudkan ketahanan pangan. Walau saat ini saya sedang berada jauh dari tanah air, tapi tetap rasanya tergelitik untuk tetap memantau kondisi tanah air terutama masalah ketahanan pangan (saaahhhhhhhhh). Di tempat saya berada sekarang untuk melanjutkan studi, walau semua serba mahal, tetapi setiap warga terjamin untuk masalah pangan, sandang dan papan. Bahan makanan pokok bisa dibilang sangat murah sehingga terjangkau oleh segala macam lapisan masyarakat. Harga susu, daging, telur, beras, terigu, mentega kadang untuk beberapa harga jauh lebih murah di German daripada di Indonesia. Sungguh miris rasanya. Sebagai contoh, harga 1 liter susu segar berkisar 55 cent, kira-kira Rp 8-9 rb, sedangkan di Indonesia sekitar Rp 18-22rb. Dengan harga yang sama hanya bisa mendapatkan 1 bungkus mie instan asli impoor dari Indonesia, jadi malah mahal kalau anak kos di mari makan mie instan 😉 Kita bisa cek harga untuk setiap bahan makanan secara rinci untuk swalayan mana, di kota mana dan bisa dipantau bahkan dari beberapa tahun terakhir. Kalau saya perhatikan dari beberapa tahun lalu, harga bahan makanan bisa dibilang grafiknya datar, kalaupun ada perubahan akan sangat kecil sekali. Mungkin transparasi harga ini bisa menjadi salah satu mekanisme untuk mengendalikan harga, jadi tidak ada cerita seperti di tanah air tiba-tiba barang langka, atau berlimpah, harga naik turun tidak karuan. Tidak ada ruang untuk spekulasi di sini.

Bintil akar, lokasi dimana tempat mikroorganisme bersimbiosis dengan kedelai dengan cara mengikat nitrogen dari udara di dalam tanah. Pada foto bintil akar pada sampel tanaman muda jadi belum terlihat jelas.

Bintil akar, lokasi dimana tempat mikroorganisme bersimbiosis dengan kedelai dengan cara mengikat nitrogen dari udara di dalam tanah. Pada foto bintil akar pada sampel tanaman muda jadi belum terlihat jelas.

Program ketahanan saat ini yang disebut Upsus Pajale, melibatkan banyak pihak, mulai dari pemda, kementerian terkait lain seperti kementrian perdagangan, perguruan tinggu sampai tentara a.k.a babinsa. Juga pengerahan traktor, mesin panen, pompa air dan lain-lain efeknya sudah mulai terasa, setahun ini negara kita tidak impor beras, bahkan untuk beberapa komoditi seperti bawang merah sudah bisa ekspor (yang biasanya ada anomali impor besar-besaran saat petani panen raya). Di tengah gempuran musim kemarau yang sangat panjang tahun ini, kondisi saat ini sudah sangat luar biasa menurut saya. Walau dalam waktu dekat pemerintah terpaksa untuk mengimpor beras demi menjaga stok beras nasional untuk berjaga-jaga. Saya yakin, dengan penanganan dan evaluasi program secara terus-menerus dan menyeluruh mulai dari produksi sampai penyimpanan serta distribusi yang melibatkan seluruh komponen bangsa, kita akan mencapai kondisi ketahanan pangan yang berkelanjutan, bukan hanya setahun surplus kemudian tahun berikutnya impor besar-besaran. Oya, ketahanan pangan bukan berarti tidak ada ekspor impor. Tidak mungkin a.k.a mustahil di tengah dunia globalisasi saat ini. Tentu orang luar negeri mau juga dong merasakan beras rojolele dari Indonesia yang harum dan pulen tersebut, juga boleh dong sekali-sekali orang Indonesia merasakan beras Basmati yang enak dan pera sehingga sangat cocok untuk dibuat nasi goreng spesial….. Untuk itu pasti harus ada ekspor impor. Impor barang bukan berarti kegagalan program, tetapi pointnya adalah jangan sampai kita ada pada kondisi tergantung pada barang impor. Secara, tanah air kita yang di beri rezeki matahari, tanah, udara, air yang melimpah, bisa kok memproduksi komoditas pertanian dengan baik.

SLPTT jagung, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi serta pakan ternak. Salah satu permasalahan, lebih murah ekspor jagung dari Gorontalo ke New York daripada Ke Jawa.

SLPTT jagung, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi serta pakan ternak. Salah satu permasalahan, lebih murah ekspor jagung dari Gorontalo ke New York daripada Ke Jawa.

SLPTT padi dengan introduksi Jajar legowo dan varietas-varietas inpari.

SLPTT padi dengan introduksi Jajar legowo dan varietas-varietas inpari. Lokasi kegiatan kolega.

OK, yang dibahas diatas adalah tugas-tugas instansi pemerintah beserta para punggawanya, yang sekarang sering di”nyinyirin”. Entah ada apa dengan sebagian kita saat ini, selalu berpandangan negatif dan pesimis tetapi merasa kritis dan konstruktif. Ada yang bisa kita lakukan untuk membantu ketahanan pangan. Ayo lakukan tindakan nyata, “nyinyiran” kita yang dengan mudahnya diketik dengan satu jempol di hp mahal, sama sekali tidak membantu mewujudkan ketahanan pangan tanah air tercinta, malah melemahkan upaya-upaya ke arah itu. Paling mudah, habiskan makanan anda di piring, jangan buang walau satu butir nasi! (disetiap butir nasi itu ada keberkahannya bukan)… Anda  yang punya rejeki lebih, bagi dengan masyarakat yang kurang beruntung.. ajak makan anak-anak terlantar atau orang miskin. Perbanyak kuah di masakan yang anda buat dan bagilah dengan tetangga, jangan hanya membagi foto lalu upload di medsos. Bukankah tuntunan agama yang menyuruh kita membagi masakan kepada tetangga yang terkena asap masakan…. sementara itu kita sibuk meng”kritik” sana sini melalui medsos, sambil makan atau minum di restoran mahal, dan dengan bangga membagi foto makanan tersebut ke seluruh dunia👊

Location: Nimbokrang, Jayapura, Papua

Time: Mei 2009

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s