Kopi Toraja dan Kalosi (Sulawesi Selatan)

Sulawesi Selatan selain penghasil kakao, juga mempunyai produk kopi kelas dunia. Dua kopi origin yang terkenal dari daerah ini adalah kopi Toraja dan kopi Kalosi. Seringkali terjadi kerancuan di pemasaran dengan adanya sebutan kopi Toraja Kalosi, padahal keduanya merupakan dua daerah berbeda. Kopi Toraja sesuai namanya berasal dari daerah Toraja yang sekarang di era otonomi terpecah menjadi Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara. Sedangkan kopi kalosi berasal dari daerah Kabupaten Enrekang. Dua daerah yang berbeda, jadi kita bisa mengharapkan rasa kopi yang berbeda.

Kopi Toraja

Kopi Toraja

Saya belum pernah mengunjungi daerah ini. Berdasarkan cerita teman yang pernah berkunjung ke lokasi perkebunan kopi di Toraja, serta melihat dokumenter di youtube, daerahnya cantik dan sepertinya membutuhkan persiapan yang cukup untuk mencapai lokasi yang terjal, mendaki tetapi indah. Apalagi jika kemudian mendapat suguhan kopi Toraja asli dan menyeruputnya disana, pasti segala lelah akan hilang. Menurut teman tersebut, ada alasannya mengapa lokasi perkebunan kopi tersebut tidak mudah dijangkau. Perlindungan produk supaya tidak mudah dikuasai oleh pesaing menjadi salah satu alasannya. Beberapa waktu lalu pemasaran kopi Toraja dikuasai Jepang, entah seperti apa kondisi saat ini.

Belum pernah ke daerah Toraja dan Enrekang bukan berarti tidak mengenal daerah ini. Dan saya mengenal kedua lokasi tersebut melalui kopi, selain memiliki kolega yang berasal dari kedua daerah tersebut. Tentu saja kolega tersebut sebagian besar fanatik dengan rasa kopinya. Cukup beralasan karena orang Jepang pun fanatik dengan Kopi dari daerah ini.

Kopi Kalosi

Kopi Kalosi

Rasa kopi menurut saya cukup kuat, kalau kata kolega bibir bisa jontor kalau diminum oleh orang yang tidak terbiasa dengan kopi. Memang terasa seperti ada sensasi seperti sedikit sengatan di lidah ketika menyeruput kopi Toraja dan enrekang, kemungkinan karena tingkat asam yang tinggi. Aroma dan after taste nya juga kuat.

Saya tidak menemukan kopi Toraja di German, kemungkinan karena produk kopi Toraja sudah dikuasai oleh Jepang. Saya perkirakan untuk memenuhi permintaan Jepang pun, kopi daerah Toraja sudah terserap habis. Kopi Toraja saya beli di Botani Square Bogor, sedangkan kopi Kalosi saya peroleh dari Speicherstadt Hamburg, keduanya merupakan jenis Arabica.Sya membelinya dalam bentuk green bean sehingga bisa disimpan lama tanpa kehilangan rasa dan aroma serta bisa mengatur tingkat roasting. Roasting tingkat medium saja sudah cukup kuat rasanya. Jika anda penggemar kopi hitam, roasting medium-dark boleh dicoba.

Kedua kopi tersebut sudah memiliki reputasi tingkat dunia, tinggal terus menerus diperbaiki oleh para stakeholder mulai dari tingkat petani sampai pemda agar memberikan pendapatan yang bagus untuk masyarakat serta meningkatakn pendapatan negara dari sektor non migas. Permasalahan merk Toraja, jika masih dikuasai pihak asing, pemda bersama pihak terkait terutama yang berhubungan dengan hukum internasional bisa bekerjasama untuk memperoleh kembali hak menggunakan Toraja di dunia internasiona.

Location: Göttingen, German

Time: November 2015

4 thoughts on “Kopi Toraja dan Kalosi (Sulawesi Selatan)

  1. setahu gw sih termasuk kopi mahal, sama seperti kopi Gayo karena produksi terbatas, rasa punya kekhasan tersendiri dan dikuasai pihak tertentu (untuk kasus kopi toraja sebagian besar ekspor ke Jepang)…. malah mencurigakan kalau ada yang jual murah (yang mahal juga bukan berarti asli)… kalau beli di sumber atau cafe yang terpercaya, biasanya disebutkan kopi dari petani dan kebun mana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s