Pengakuan “Merk” Gayo di Dunia Internasional

Sudah beberapa lama terjadi kasus sengketa merk “Gayo” untuk pemasaran kopi Gayo khususnya di Eropa, karena diklaim oleh salah satu perusahaan Belanda. Jadinya lucu kalau tidak bisa dibilang ironi, petani Takengon tidak boleh menjual kopi nya menggunakan kata Gayo, padahal kopi Gayo ya berasal dari daerah tersebut (sekarang meliputi Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Aceh Tenggara, mohon koreksinya jika salah), bukan dari amsterdam atau lainnya.

sumber: kompas.com

sumber: kompas.com

Minggu lalu terdapat berita baik yang saya baca dari salah satu media massa online (silahkan lihat berita di sini), kopi gayo sudah mulai berhasil di klaim kembali oleh pihak Indonesia khususnya masyarakat Gayo. Tentu perjuangan panjang dimulai dari sertifikasi IG (Indikasi Geografis) dan kemudian pengajuan paten di luar negeri khususnya Eropa. Jadi pemasaran dan penjualan kopi Gayo hanya boleh dilakukan oleh masyarakat dari daerah tersebut, atau pihak-pihak yang sudah diberi ijin. Hal tersebut bukan masalah sepele, karena menyangkut kesejahteraan bersama. Daerah lain dengan masalah yang sama, mungkin Toraja, bisa menempuh cara-cara yang sudah dilaksanakan oleh masyarakat dan pemda daerah Gayo sehingga keuntungan yang diperoleh dari pemasaran kopi benar-benar dirasakan oleh masyarakat daerah yang bersangkutan.

Location: Göttingen, German

Time: November 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s