Kopi Kilimanjaro – Afrika

Begitu mendengar Kilimanjaro, saya langsung teringat lagu Kilimanjaro. Lagu ini mungkin familiar bagi para pecinta alam. Entah kapan pertama kali mendengar lagu ini pertama kali dari teman-teman pecinta alam. Saya belum pernah mendaki gunung dalam rangka expedisi, hanya hiking saja sehari atau maksimal dua hari yang tidurnya di penginapan hehehe belum pernah merasakan tidur dalam tenda di alam terbuka dengan wc terbuka pula🙂 Sepertinya akan merupakan pengalaman menarik. Lagu Kilimanjaro dinyanyikan khususnya pada saat orang mencapai puncak gunung Kilimanjaro di Tanzania, Afrika. Lagu yang membuat semangat dan kangen orang untuk kembali lagi menikmati alam. Lirik lagu dan artinya dalam bahasa Inggris dapat dilihat di link berikut dan video bisa di lihat di bawah ini.

German pernah menguasai daerah ini sebelum perang dunia kedua. Tentu menjadi semacam ikatan batin bagi German untuk mengembangkan kopi Kilimanjaro. Kopi dikembangkan salah satunya melalui program fair trade yang menekankan perdagangan yang adil bagi petani dan lingkungan. Adil dalam arti petani mendapatkan harga yang lebih bagus, tidak menggunakan tenaga kerja anak-anak, praktek budidaya yang tidak merusak lingkungan dan sejenisnya.

Kopi Kilimanjaro

Kopi Kilimanjaro

Kopi yang diperoleh ini diambil dari petani lokal, Amen Mtui, pada ketinggian 1300-1750 m, bekerjasama dengan KNCU (Kilimanjaro Native Cooperative Union). KNCU adalah semacam koperasi yang dimiliki oleh kelompok petani, membeli green bean dan menjualnya untuk keuntungan untuk petani. Keberhasilan KCNU perlu ditiru oleh petani di Indonesia, bahwa dengan bekerjasama dan membentuk koperasi bisa mencapai tujuan untuk sejahtera bersama, tidak mudah dipermainkan oleh tengkulak dan pasar. KCNU sudah melalui melalui pasang surut organisasi dan saat ini bekerjasama dengan organisasi fare trade (GEPA) untuk pemasaran. Rasa kopi yang dihasilkan tipical kopi Afrika, tetapi acidity tidak terlalu tinggi seperti kopi Kenya dan terasa lembut serta ada sedikit note kacang. Kopi Kilimanjaro mendapat sertifikat NL-BIO-01, menandakan kopi ini dibudidaya secara organik.

Informasi detil dari sertifikasi sampai tingkat petani asal kopi dipanen, untuk menjamin keadilan dalam perdagangan, tanpa tipu-tipu.

Informasi detil dari sertifikasi sampai tingkat petani asal kopi dipanen, untuk menjamin keadilan dalam perdagangan, tanpa tipu-tipu.

Seperti wilayah lain penghasil kopi, mereka juga punya unik dalam mengolah kopi, mulai dari roasting menggunakan tanah liat sampai brewing yang bisa dilihat divideo dibawah ini. Hmmmm pasti nikmat sekali menyeduh kopi Kilimanjaro di puncak Gunung Kilimanjaro sambil menyanyikan lagu Kilimanjaro… saling tukar kebudayaan dan ramah tamah dengan penduduk lokal….. Mari siapkan sleeping bag dan tas carrier anda untuk berpetualang ke benua Afrika……

Jambo! Jambo bwana!
Habari gani? Mzuri sana!
Wageni, mwakaribishwa!
Kilimanjaro? Hakuna matata!

Location: Göttingen, German

Time: December 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s