Bahagia itu Sederhana

Menjadi bahagia itu sebenarnya sederhana. Tidak rumit. Hanya kita saja yang mempersulit diri sendiri. Kita pikir kita akan bahagia jika sudah kaya raya. Selama proses menjadi kaya raya gemah ripah loh jenawi, proses yang dilalui penuh keluh kesah, intrik-intrik, dan setelah kaya raya, ternyata tidak bahagia juga. Tidak bahagia karena takut harta dicuri orang, keluarga mulai bermasalah, pertemanan semu karena ingin harta saja, banyak yang minta pinjam uang dan tidak dikembalikan. Kita pikir kita akan bahagia jika mendapat status sosial yang tinggi. Selama proses tersebut kita menghina orang, merendahkan martabat orang, dan setelah orang mengenal kita sebagai yang mulia dengan sederet gelar dan jabatan, tiba-tiba semua orang mencemooh, dan menjadikan hidup hampa tanpa makna. Betapa kita tidak bahagia karena mengingat kesakitan yang kita terima pada masa lampau, padahal kenikmatan yang diterima lebih banyak daripada kesakitan itu sendiri. Betapa kita tidak bahagia karena dihantui pikiran-pikiran serta proyeksi dan ramalan masa depan, kita membawa kemungkinan penderitaan 10 tahun ke depan pada hari ini. Padahal belum tentu menderita, tetapi kita sudah menjadi sakit hari ini.

Sepasang kaos kaki besar dan sepasang kaos kaki kecil

Sepasang kaos kaki besar dan sepasang kaos kaki kecil

Sedangkan untuk bahagia sebenarnya sederhana. Syukuri apa yang diberikan Allah SWT kepada kita hari ini. Jika kita bangun pada pagi hari dalam kondisi sehat, ada makanan cukup untuk hari itu dan dalam kondisi beriman, maka kita orang paling berbahagia di dunia. Terlalu banyak nikmat Allah SWT yang diberikan kepada kita, tidak akan cukup seluruh server di muka bumi ini untuk mencatatnya. Paling tidak ada 3 hal sederhana yang membuat saya bahagia dari jutaan nikmat yang tidak sanggup untuk dicatat. Pertama, saya bisa mencicipi kopi segar yang saya roasting dan giling sendiri. Betapa berharganya indera perasa di lidah untuk merasakan pahit, manis, asam, dan kental serta after taste kopi, juga nikmat syaraf pada hitung dan nasal dan sinus yang sehat untuk bisa merasakan ribuan aroma kopi yang entah bagaimana mengidentifikasinya. Kedua, viewer blog postharvestnotes yang sudah mencapai 30 ribu. Bersyukur dengan unlimited internet kecepatan tinggi serta blog gratis wordpress untuk mencatat pengalaman-pengalaman serta informasi yang mungkin berguna untuk orang lain, dan alhamdulillah ada yang berkenan baca serta sharing comment. Terimakasih kepada sahabat-sahabat setia blog postharvestnotes atas kunjungannya. Juga bersyukur mata masih awas melihat layar laptop, jari tangan lengkap dan sendi-sendi kuat untuk mengetik barisan kalimat melalui keyboard. Ketika kita membagi ilmu, tidak akan pernah berkurang justru akan bertambah. Ketiga, merapikan cucian dan menyadari, ada sepasang kaos kaki kecil. Kaos kaki kecil yang sudah lama disimpan dan dipersiapkan, kini ada yang memakainya. Walau jadwal cuci dari seminggu sekali menjadi seminggu dua kali karena sepasang kaos kaki kecil ini, tidak masalah😉 Dan kesempatan untuk merasakan kebahagiaan sederhana itu satu hari lagi pada hari ini, Alhamdulillah….

Jumlah kunjungan per 21 Desember 2015

Jumlah kunjungan per 21 Desember 2015

Dan apa hal sederhana yang bisa membuatmu bahagia pada hari ini?

Location: Göttingen, German

Time: December 2015

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s