Ada Apa dengan Origin Kopi?

Pada beberapa artikel sebelumnya saya memaparkan beberapa kopi dari berbagai origin yang pernah saya coba. Alhamdulillah, di negeri perantauan ini tidak sulit untuk mendapatkan kopi terbaik dari berbagai belahan bumi. Saya sudah membahas diawali kopi Indonesia, mulai dari kopi Aceh Gayo sampai kopi Papua Wamena, kemudian menelusuri kopi origin mulai benua Australia, Asia, Afrika, Amerika dan “Eropa”. Benua Eropa pakai tanda petik karena sebenarnya sumber kopinya dari benua lain seperti yang sudah dijelaskan.

Saya memaparkan berbagai macam origin tersebut bertujuan untuk memberi gambaran kepada sahabat-sahabat pembaca, betapa beragamnya kopi dan betapa pentingnya mengenal asal kopi. Dan origin ini menjadi salah satu fokus studi saya. Jika kita tidak tahu kopi apa yang kita olah atau jual atau beli, kemungkinan besar kita tidak tahu kopi apa sebenarnya yang diharapkan ketika meminum kopi tersebut. Kopi sudah menjadi legal drugs, and you have to know what kind of medicine that you take…. Dengan mempelajari origin, kita juga mempelajari sejarah peradaban dunia termasuk perbudakan, perubahan sosial politik, ekonomi, pertarungan antar kebudayaan dunia. If you do not know the origin, then you know nothing….

certificate of origin, bisa berupa surat dari kepala kampung dan petani. Untuk surat ini berupa pemeriksaan benih dari lembaga pemerintahan. Kertahuilah dengan pasti asal kopi anda...

certificate of origin, bisa berupa surat dari kepala kampung dan petani, yang terpenting bisa ditelusuri kembali. Untuk surat ini berupa pemeriksaan benih dari lembaga pemerintahan. Ketahuilah dengan pasti asal kopi anda…

Seperti yang dijabarkan, kopi origin Afrika memiliki kecenderungan tingkat asam tinggi, kopi Amerika memiliki kecenderungan aroma yang kuat, kopi Indonesia memiliki kekentalan tinggi. saya sebut kecenderungan, karena akan tergantung kopi dari wilayah mana, pengolahannya dari mulai panen bagaimana dan lain sebagainya. Perbedaan-perbedaan tersebut akan menentukan konsumen mana yang hendak dituju. Ini yang sering luput dari perhatian.

Banyak saya temui, semua produsen selalu mengklaim, kopi saya merupakan kopi terbaik di dunia. Ya saya setuju dan biasanya memang kopinya terbaik. But that is not the case, better for whom? Setiap wilayah mempunyai konsumen yang berbeda. Preferensi orang Indonesia akan berbeda dengan orang Inggris, juga German dan Amerika. Bahkan dalam satu negara, tergantung wilayah pemasaran. Yang mengerti kebutuhan konsumennya tentu pemasar kopi di wilayah tersebut, dan mereka sudah mengetahui rasa kopi apa yang dikehendaki. Trader sudah mempunyai “pakem” ketika hendak membeli kopi, mereka punya ekspektasi tertentu terhadap kopi tertentu. Dan problem klasik di dunia kopi ketika terjadi penipuan origin ini yang sering terjadi dan sulit dibuktikan.

Dan dalam pembuatan produk kopi, pangsa pasar terbesar adalah kopi blending dalam kemasan. Cafe atau perusahaan kopi yang menjual single original, walaupun terus berkembang tapi tidak sebesar kopi kemasan. Oleh karena itu, kita bisa merasakan perbedaan merk A, B, C dan seterusnya karena mereka mempunyai rahasia origin mana sebagai blending. Bahkan untuk satu merk yang sama, akan beda rasa kopi yang mereka jual untuk negara berbeda, tergantung preferensi konsumen di negara tersebut. Ada yang suka mild, ada yang suka rasa strong.

Kopi origin Indonesia mempunyai varian kekhasan, bisa dibilang terbanyak di dunia. Dalam satu sesi cupping di Hamburg, ada 12 origin dari berbagai negara, dan 5 diantaranya adalah Indonesia. Ya, dari segi keragaman, betapa kopi negara kita menjadi incaran dunia. Kekhasan Aceh Gayo, Mandheling, Lintong, Malabar, Temanggung, Jawa Jampit, Toraja, Enrekang, Wamena, Flores seperti yang sudah dipaparkan, bisa mewakili rasa-rasa kopi dunia. Betapa asyiknya blending kopi Jawa Jampit dengan Aceh Gayo, atau lintong dengan Toraja sebagai contoh, dan semua ada di dalam satu negara, Indonesia.

Sudah beberapa origin yang saya berkesempatan untuk mencicipinya, dan banyak lagi yang belum. Terus terang, sulit untuk mendefinisikan rasa pada tulisan, dan jika sahabat pembaca ingin mencicipinya langsung, silahkan mampir ke wohnung saya, tentu dengan membuat termin terlebih dahulu🙂 agar sahabat juga dapat ikut mencicipi rasa fresh coffee dari berbagai origin yang tidak ada di swalayan terdekat….

Location: Göttingen, German

Time: December 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s