Konferensi Internasional Kakao, Kopi dan Teh (CoCoTea)

Akhir Juni 2015, saya berkesempatan berpartisipasi dalam sebuah konferensi internasional yang cukup bergengsi di di bidang kakao, kopi dan teh, yaitu Third Intenational Congress on Cacao, Coffee and Tea, 22-24 June 2015, Aveiro Portugal. Sesuai namanya, ini merupakan konferensi ketiga dibawah tajuk CoCoTea, yang diselenggarakan oleh Elsevier, salah satu penerbit jurnal dan buku ilmiah terkemuka saat ini. Merupakan suatu keberuntungan sendiri bagi saya untuk dapat ikut serta mengirimkan presentasi dalam bentuk poster.

"Spanduk" selamat datang

“Spanduk” selamat datang

Coffee Talk dari para ahli kopi dan wine sebagai diskusi pembuka bersamaan dengan waktu registrasi kegiatan. Terjadi diskusi yang menarik mengenai kualitas kopi dan wine, bagaimana mendefinisikannya, mengujinya serta mana yang lebih rumit.

Coffee Talk dari para ahli kopi dan wine sebagai diskusi pembuka bersamaan dengan waktu registrasi kegiatan. Terjadi diskusi yang menarik mengenai kualitas kopi dan wine, bagaimana mendefinisikannya, mengujinya serta mana yang lebih rumit.

Konferensi bertempat di Universitas Aveiro, salah satu universitas terbaik di Portugal dan nomer 354 di dunia. Lokasi kampus tidak jauh dari pusat kota dimana banyak situs bersejarah. Saya memilih penginapan juga di pusat kota sehingga bisa berjalan kaki untuk menuju Universitas dan juga lokasi-lokasi bersejarah.

Poster prediksi kadar air kopi

Poster prediksi kadar air kopi

Sesi Presentasi Poster

Sesi Presentasi Poster

Saling berkunjung saat presentasi poster bersama sahabat baru. Salah satu manfaat konferensi seperti ini adalah kita memperluas jejaring kerja yang InsyaAllah membuka peluang rejeki. Bukankah silaturrahmi bisa memperluas rejeki??

Saling berkunjung saat presentasi poster bersama sahabat baru. Salah satu manfaat konferensi seperti ini adalah kita memperluas jejaring kerja yang InsyaAllah membuka peluang rejeki. Bukankah silaturrahmi bisa memperluas rejeki??

sesi postercocotea

Makalah poster yang saya ajukan mengenai prediksi cepat kadar air kopi hijau menggunakan near infrared (nir), merupakan perbaikan dari makalah yang diajukan saat Tropentag pada tahun sebelumnya, dan sekarang sedang diajukan untuk jurnal internasional, mudah-mudahan ada yang mau terima. Poster bisa dilihat pada gambar diatas dan penjelasan mengenai poster tersebut saya rekam dalam bentuk video dibawah ini.

Serasa menemukan dunia yang hilang ketika bertemu para ahli kakao, kopi dan teh dari seluruh dunia. Saya mendapatkan wawasan baru serta pengembangan ilmu terbaru langsung dari para ahli tersebut. Menyenangkan rasanya bisa bertemu langsung serta berdiskusi dengan orang yang tulisan ilmiahnya kita pelajari dan kita jadikan references. Melalui diskusi langsung tersebut, kita bisa mempelajari hal-hal penting yang kadang tidak tercakup di tulisan ilmiah.

Coffee break. Saat yang menguji iman disaat cuaca panas dan waktu puasa yang panjang serta dalam perjalanan ;-)

coffeebreak1 Coffee break. Saat yang menguji iman disaat cuaca panas dan waktu puasa yang panjang serta dalam perjalanan😉 . Tetap perhatikan apakah dalam kue yang disajikan terdapat hal-hal yang diharamkan.

 

Salah satu yang saya temui adalah seorang professor dari Brazil, suami istri. Kalau lihat penampilannya, ala metal, lengkap dengan anting dan tato. Ketika berkenalan, mereka tahu kita dari Indonesia, lalu mereka bilang tahu cerita Presiden Jokowi. Ya, presiden kita tersebut juga penggemar metal dan pernah mendapatkan hadiah gitar dari personel Metallica, yang kemudian disita KPK. Profesor tersebut baru saja mengikuti konser metal di Paris sebelum menghadiri konferensi di Aveiro ini. So, do not judge book by its cover…… Tampang boleh metal, tapi masalah keilmuan boleh diadu😉 . Saya sempat bercanda dengan beliau, saya dulu saat remaja koleksi kaset Sepultura, kelompok grup hardcore metal asal brazil. Lalu kita jadi mendiskusikan Sepultura, dimana terjadi perubahan personel dan vokalis sekarang serta personel baru kurang menggigit. Mereka juga merasakan hal yang sama. Lalu saya bilang sekarang sudah tidak mengikuti musik metal lagi karena itu musik saat remaja. Lalu sang prof bercanda, karena itulah kamu menjadi tua dan saya tetap muda, merujuk ke rambut saya yang mulai banyak putihnya sedangkan rambutnya masih hitam legam😉 . Benar juga sih….. Saya sahut lagi, bagaimana caranya anda melakukan headbanging karena rambutnya pendek, kurang metal gitu. Istrinya tertawa, mengatakan bahwa suaminya biasanya hanya di pinggir panggung sambil angguk-angguk kepala sedikit dan tangan bersedap, sok cool hahaha….

Prof Olievera dari Brazil, beserta Istri yang juga peneliti, dibagian tengah. Bergaya metal. Banyak tulisan ilmiah mereka mengenai kopi yang sebagian saya pelajari sebagai references. keep 'n rockin.....

Prof Olievera dari Brazil, beserta Istri yang juga peneliti, dibagian tengah. Bergaya metal. Banyak tulisan ilmiah mereka mengenai kopi yang sebagian saya pelajari sebagai references. keep ‘n rockin…..

Bersama Prof Farah disebelah kanan foto, Banyak menulis tentang kimia kopi. Jadi sempat diskusi mengenai parameter kimia apa untuk menentukan kualitas, sebenarnya apa yang disebut kualitas kopi, dan tentu bagaimana agar kita bisa memproduksi kopi dengan kualitas baik.

Bersama Prof Farah dari Brazil disebelah kanan foto, Banyak menulis tentang kimia kopi. Jadi sempat diskusi mengenai parameter kimia apa untuk menentukan kualitas, sebenarnya apa yang disebut kualitas kopi, dan tentu bagaimana agar kita bisa memproduksi kopi dengan kualitas baik.

Seru sekali berkenalan dengan para peneliti dari Brazil. Mereka merupakan eksportir kopi terbesar di dunia, dan banyak tulisan ilmiah mengenai kopi juga kakao dari Brazil. Kondisi yang membuat saya agak miris. Indonesia juga tidak kalah dari sisi produksi dan ilmiah tentunya. Banyak dana untuk penelitian dan pengembangan kakao dan kopi di Indonesia, tetapi hampir sulit untuk mendapatkan tulisan di jurnal ilmiah internasional yang berasal dari Indonesia. Dan hanya ada 3 orang di Indonesia di konferensi ini, tetapi kami tidak mewakili Indonesia. Saya sendiri mewakili German, Mba Wenny mewakili Australia dan Mas Arifin mewakili Belgia. Schade…….

Peneliti dari Indonesia yang tidak mewakili Indonesia....

Peneliti dari Indonesia yang tidak mewakili Indonesia….

Secara umum, saya menikmati konferensi CoCoTea, dapat banyak ilmu dan sahabat baru. Konferensi terdiri dari tiga sub bagian: Food Technology, Food Chemistry serta Nutrition and Health untuk tiga komoditas berbeda: kakao, kopi dan teh. Tiga bidang ilmu yang berbeda dengan pendekatan berbeda tetapi saling terkait satu sama lain. Penelitian saya sendiri masuk ke grup food technology. Materi yang ditampilkan selain dari dunia akademisi juga dari kalangan bisnis, sehingga diharapkan kedepannya akan muncul kolaborasi-kolabrasi baru antara peneliti dan industri, tidak sekedar penelitian ilmiah yang hanya terdokumentasi dengan baik tanpa manfaat. Panitia juga bekerja dengan sangat baik dan efisien, menanggapi permintaan peserta dengan sigap dan ramah. Kondisi cuaca saat itu sedang puncak musin panas, benar-benar panas dan saat Ramadhan. Saya juga terharu, teman-teman yang menjalankan ibadah puasa, tetap menjalankan ibadah puasanya walau saat itu waktu puasa 17 jam. Ketika Mr Nazri dari Malaysia menginformasikan bahwa kami yang Muslim butuh tempat untuk solat dan tidak bisa makan karena puasa, pihak panitia langsung menyediakan tempat solat dan menyiapkan tempat makanan khusus agar bisa dibawa pulang untuk berbuka dan sahur. Suatu pengalaman yang luar biasa. jadi, kalau ada kesempatan untuk seminar, konferensi dan sejenisnya, ambillah kesempatan itu untuk membuka peluang-peluang baru serta menambah wawasan ilmu pengetahuan.

Cuma numpang gaya di podium utama setelah acara berakhir. Mudah-mudahan lain waktu mendapat kesempatan sebagai pembicara utama di podium.

Cuma numpang gaya di podium utama setelah acara berakhir. Mudah-mudahan lain waktu mendapat kesempatan sebagai pembicara utama di podium.

Location: Aveiro, Portugal

Time: June 2015

 

2 thoughts on “Konferensi Internasional Kakao, Kopi dan Teh (CoCoTea)

    • iya bang, bisa bertemu dan diskusi dengan peneliti dari seluruh dunia, kesempatan langka. Sayangnya peneliti Indonesia kurang banyak berpartisipasi di forum internasional seperti ini, padahal ini kesempatan mempromosikan Indonesia, dari sisi komoditas maupun kemajuan ilmu dan pengetahuan dan ujungnya meningkatkan kunjungan pariwisata. Saya yakin ga kalah kok penelitian di Indonesia, perlu didukung lagi oleh pemerintah untuk promosi hasil penelitian tersebut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s