Tour of Duty on Porto

Bagi sahabat penggemar bola mungkin mengenal FC Porto, salah satu team bola terbaik di Portugal. Porto juga kota sejarah dan menjadi pusat kunjungan wisata. Porto lebih besar daripada Aveiro, dan terdapat bandara. Jaringan transportasi umum juga bagus dan baik, mudah dimengerti oleh turis asing. Biasanya ada petugas yang siap membantu jika kita kesulitan ketika memesan tiket, bahkan para warga juga tidak segan ikut membantu. Tiket bisa beli di loket atau mesin. Lumayan ramah dan nyaman kotanya. Saya ada waktu satu hari transit di Porto, tentu kesempatan langka ini dimanfaatkan untuk melihat-lihat sejarah kota.

campanhaStatiun Campanhã, tidak jauh dari penginapanStatiun Campanhã, tidak jauh dari penginapan

Jakarta akan segera mempunyai kereta bawah tanah seperti ini.....

Jakarta akan segera mempunyai kereta bawah tanah seperti ini…..

porto14

Jadwal Kereta yang teratur dan dapat diandalkan

Jadwal Kereta yang teratur dan dapat diandalkan

Bangunan bersejarah bertebaran di sudut kota. Banyak turis lalu lalang. Yang menarik perhatian saya, sebagian besar gedung-gedung tua terlihat rusak dan ditinggalkan penghuninya. Pasti agak menyeramkan kalau lewat gedung-gedung tua tersebut pada malam hari. Entah apakah karena krisis ekonomi atau sudah dari dulu kondisinya demikian. Portugal merupakan PIGS of Europe. PIGS singkatan dari Portugal, Italia, Greece and Spain. Negara-negara ini termasuk golongan “ekonomi lemah” untuk standar Eropa. Terasa sekali perekonomian sedang lesu disini, padahal beberapa tahun lampau negara PIGS cukup bagus secara ekonomi. Yunani sudah tumbang, dikhawatirkan kemudian Spanyol ikut keluar dari Uni Eropa dan menyebabkan efek domino. Untuk sementara waktu, situasi Yunani dapat dikendalikan, tentu dengan pengorbanan German. Kami pun merasakan pajak baru ini itu yang sebenarnya tidak perlu, mulai diterapkan juga untuk mahasiswa.

porto20

Sebagian gedung terbengkalai ditinggal oleh penghuninya

Sebagian gedung terbengkalai ditinggal oleh penghuninya

Kota pesisir yang cantik

Kota pesisir yang cantik

porto17 porto16 porto15-1 porto4Gedung tua khas eropaGedung tua khas eropa

porto2 porto1

Banyak tempat ikon wisata di sini. Salah satunya adalah statiun kereta tua São Bento yang mulai difungsikan dari tahun 1916. Dinding statiun dihiasi keramik dengan lukisan bertema sejarah Portugal. Banyak turis melihat-lihat ke dalam statiun ini. Sampai sekarang statiun masih berfungsi normal untuk melayani rute luar dan dalam kota.

porto13 porto12Statiun São Bento Statiun São Bento

Yang lebih menarik lagi, di belakang statiun kereta, tidak jauh kira-kira 5-10 menit jalan kaki, terdapat masjid. Dari luar memang tidak akan kelihatan karena masjid berada diatas gedung. Masjid E Bilal beralamat di Trav.do Loureiro 19. Berdasarkan petunjuk di tripadvisor, tanya saja ke pedagang souvenir dari Bangladesh. Ya seputaran statiun kereta sahabat akan menjumpai banyak pedagang dari Bangladesh. Menarik juga bagaimana mereka bisa sampai di Porto dan beranak pinak disini. Sambil belanja oleh-oleh, saya ditunjukkan lokasi masjid. Alhamdulillah ada kesempatan untuk ibadah dan istirahat, apalagi ditengah udara panas pada puncak musin panas dan Ramadhan, kombinasi yang pas untuk berleyeh-leyeh di masjid. Dalam kondisi setengah ngantuk saya ditawari takmir masjid untuk tiduran, sudah disediakan matras tidur hehehe Ciri khas arstitektur masjid banyak dijumpai di Indonesia, jadi saya tidak merasa asing di sini. Luar biasa bagaimana mereka sebagai minoritas tetap menjalankan agama tanpa terpengaruh situasi sekitar yang sangat terasa berada pada dunia materi. Bahkan ada satu hafiz yang sedang membaca Al Quran di satu sudut masjid. Muslim hanya sekitar 0.1% dari 11 juta penduduk di Portugal.

Banyak Pedagan asal bangladesh mencari nafkah di sekitar statiun São Bento

Banyak Pedagang asal bangladesh mencari nafkah di sekitar statiun São Bento

Pintu masuk Masjid

Pintu masuk Masjid

Masjid berada di lantai atas

Masjid berada di lantai atas

porto8porto10 porto9

Karena waktu berbuka, magrib dan terawih terlalu malam sedangkan penginapan saya agak jauh dari statiun ini, saya diberi tahu takmir masjid ada lagi masjid dekat statiun Campanhã, penginapan saya di sekitar situ, jadi saya pamit balik pe penginapan. Masjid yang juga merupakan pusat kebudayaan Islam tersebut di jalan do Heroismo 223, Oporto. Dari luar sama sekali tidak ada tanda masjid, pantas padahal saya sudah lewat jalan ini beberapa kali tapi tidak tahu ada masjid di situ. Masjid ini persis di depan statiun Heroismo, atau kalau jalan kaki dari statiun Campanhã juga tidak jauh.

Donner

Donner

Pintu masjid terlihat dari luar

Pintu masjid terlihat dari luar

porto24

Bagian dalam masjid

Bagian dalam masjid

Sajian buka puasa, mendekati jam 10 malam

Sajian buka puasa, mendekati jam 10 malam. Puasa saat musim panas sekitar 17-18 jam, sebuah tantangan tersendiri.

Bingung mencari makanan halal disini karena tidak ada toko yang memasang logo halal. Berdasarkan diskusi dengan takmir masjid, makanan di toko orang bangladesh, india atau turki InsyaAllah Halal. Jadi saya mampir ke warung Donner, ada juga ternyata di Portugal. Di Masjid ternyata juga menyelenggarakan buka puasa, dengan menu yang luar biasa banyak dan enak. Perut yang sudah penuh dengan donner, kemudian ditambah sup daging full satu mangkok plus roti, cukup sampai sahur tidak perlu makan lagi dan banyak tenaga sampai esok harinya kembali ke German🙂 . Masjid ini menjadi melting point untuk berbagai bangsa. saya sempat bertemu Pak Eko Yuli Handoko dari Indonesia, dosen ITS, sedang menyelesaikan studinya di Universitas Porto dan segera kembali ke Indonesia. Menurut beliau, tidak banyak orang Indonesia yang kuliah di Porto. Juga masjid tidak ada di Aveiro, pantas saya tidak menemukan masjid di sana. Menarik sekali berinteraksi  dengan berbagai suku bangsa di Masjid. Imam Masjid memimpin solat dengan baik sekali, dengan suara merdu dan tegas sehingga menambah khusus suasana. Dan karena sudah lewat tengah malam, saya harus kembali ke penginapan karena harus naik kereta pertama pada pagi hari dari statiun Campanhã menuju Aeroporto untuk kembali ke German, sementara jamaah terawih melanjutkan hingga selesai 23 rakaat……….

Jamaah melanjutkan ibadah terawih

Jamaah melanjutkan ibadah terawih

porto29

Pemandangan dari penginapan, tidak jauh dari statiun Campanhã. Siap mendorong koper ke statiun.

Location: Porto, Portugal

Time: June 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s