Rahasia Kopi Enak

Apakah anda siap menerima rahasia apa yang membuat kopi enak? simple saja, tanpa drama, dan bertele-tele. Rahasia kopi enak adalah freshness. Penjelasannya seperti pada dialog imajiner berikut ini.

Setelah roasting harus segera didinginkan

Fresh coffee

“Apa cuma segitu saja?”

“ya segitu saja jawabnya!”.

“Apa buktinya?”

“salah satu buktinya adalah orang tetap pergi ke ke cafe walau harganya selangit, padahal ada kopi sachet harga seribuan, atau kopi dalam kemasan dengan harga terjangkau.

“Bukannya orang pergi ke cafe karena tempatnya keren dan strategis, wifi gratis, ada meeting atau bersama kolega dan pelayanan yang ramah?”

“Ya benar, itu merupakan sebagian alasan kenapa orang juga pergi ke cafe. Tapi perhatikan lagi, rasa kopi di cafe lebih enak daripada di rumah…”

“Iya juga sih.. tapi bukannya kopi enak di cafe karena barista yang membuatnya?”

“Sebagian benar, tapi sebagian lainnya karena kopinya itu. Jika barista membuat minuman kopi dengan bahan baku kopi sachet atau kopi kemasan yang kita punya, ya rasanya akan sama seperti minuman kopi yang kita buat sendiri.”

“hmmm…. lanjutkan…..”

“Coba perhatikan tanggal expire di kemasan, kemungkinan bisa satu tahun atau dua tahun ke depan. Really? Harusnya tanggal di kemasan kopi adalah tanggal saat biji tersebut di roasting. Kenapa? karena puncak rasa dan aroma kopi adalah 5 hari setelah roasting, maksimal seminggu, tapi saya lebih suka menggunakan batas waktu 5 hari, karena setelah itu rasa dan aroma kopi menurun jauh. Kemasan apapun yang anda gunakan untuk memperpanjang rasa dan aroma tidak akan banyak membantu. Analogikan saja, aroma kopi seperti parfum, dia bersifat volatil, menguap terus. Saat kamu buka kemasan akan tercium harum, tetapi aroma itu terus terbang ke udara. Dan ketika kopi di brewing, aroma tidak ada lagi agar bisa berpindah ke cangkir kopi kamu. Nah, sebagian cafe menggunakan fresh roast, walau tidak semua loh ya. Sehingga kopinya akan terasa berbeda, segar dan nikmat. beda sama sekali dengan kopi kemasan atau sachet dari swalayan. Walaupun kamu bukan pecinta atau penikmat kopi, akan segera menyadari perbedaan fresh kopi dengan yang sudah stale atau basi, walau istilah basi sama sekali tidak tepat, tapi yah sebagai gambaran saja.”

Yup sahabat pembaca, pada beberapa artikel ke depan saya akan menjelaskan tentang bagaimana caranya membuat fresh kopi, rahasia kenapa kopi bisa enak. Tentu dimulai dengan teknik roasting, kemudian grinding dan brewing smapai membuat busa susu sebagai bahan dasar cappucino atau latte. Ada beberapa teknik untuk setiap bagian, saya tidak menampilkannya secara berurutan agar sahabat bisa langsung mencoba membuat fresh kopi. Pengertian fresh coffee dalam tulisan ini adalah biji kopi hijau yang diroasting dengan teknik tertentu kemudian disimpan dan diolah lebih lanjut agar dapat diminum dalam batas waktu maksimal 5 hari. Jangan salah, ini bukan definisi ilmiah loh ya. Definisi ini terbuka untuk dikritisi, silahkan jika ada ide lebih baik. Mari kita lanjutkan dialog imajinernya.

“Yakin situ, ini merupakan rahasia yang buat kopi enak, dan kalau ini rahasia kopi enak, kenapa rahasia kok dibagi-bagi, kalau dibagi-bagi, bukan rahasia lagi dong?!”

(dalam hati: nyinyir bener nih bocah…..et daaah) —menjawab dengan sabar dan bijak: “Saya sudah mencobanya sendiri selama bertahun-tahun, dan sudah keliling beberapa cafe sampai bisa membedakan mana kopi fresh dalam pengertian belum lama di roasting dengan yang sudah lebih dari seminggu. Saya bukan ahli kopi, hanya hobi saja meminum kopi segar yang nikmat. Hidup terlalu singkat untuk dilalui dengan secangkir kopi ga enak. Kamupun pasti akan langsung bisa merasakan beda kopi fresh dengan yang bukan. Kenapa bagi-bagi rahasia? Sebenarnya bukan rahasia juga sih. Sayangnya sampai saat ini banyak orang tidak tahu dan belum pernah mencoba kopi yang baru selesai di roasting selama 1 hari atau maksimal 5 hari. Puncak rasa akan di hari ke 2 dan ke 3. Makanya seakan-akan ini rahasia, padahal biasa saja. Saya pun sudah mencobakannya ke beberapa kolega, dan hampir semuanya seperti menemukan keindahan dunia baru, keindahan ciptaan Tuhan yang tidak pernah dinikmati sebelumnya. Terus kenapa saya bongkar rahasia ini yang seharusnya bukan rahasia? ya simple. saya juga ingin sahabat-sahabat saya juga merasakan kopi enak, sehingga pada gilirannya nanti rakyat Indonesia pada umumnya menyadari bahwa kita memiliki sesuatu yang berharga, yang tumbuh di tanah air kita, tetapi kurang dihargai oleh kita sendiri sehingga petani kita banyak yang susah hidupnya. Nah, kalau kamu nih misalnya, dan diikuti sahabat yang lain, mulai menikmati fresh coffee, pasti akan membutuhkan biji hijau atau green bean. Nah kenapa tidak mulai membeli green bean, dari pedagang atau dari petani? Pada gilirannya, harga kopi hijau di tingkat petani akan terdongkrak naik tanpa perlu meningkatkan harga akhir. Dan barangkali ada yang mau buka cafe dan ramai pelanggan, buatlah kopi segar itu. Hitung-hitung berkontribusi untuk mengurangi jumlah pengangguran di tanah air toh, serta meningkatkan iklim investasi yang sehat– (dalam hati: loh kok ini ngomongnya ketinggian dan makin ngawurūüėČ ….. akh sudahlah…. abis dia nyinyir duluan hehehehe) — Tapi hati-hati ya bro, bahaya meminum fresh coffe ini…..”

“Loh ada bahayanya? apakah beracun?”

“Bukan itu, sekali merasakan kopi segar hasil roasting, kamu akan sulit minum kopi sachet lagi hahaha…… Dan karena itu juga saya sudah jelaskan mengenai kopi hijau pada berbagai origin, karena masing-masing origin akan mempunyai rasa dan aroma yang unik dan khas, karena itu juga pertanyaan mana kopi terbaik tidak relevan, karena semua kopi bisa menjadi terbaik jika di proses dengan cara yang benar… Dan jika kamu punya preferensi tertentu pun mengenai kopi terbaik menurut kamu, pasti akan bosan dan ingin mencoba aroma dan rasa kopi origin lain. Begitu banyak kenikmatan lain di dunia perkopian, kenapa ga coba sebanyak mungkin sebelum kita pindah ke alam lain….”

“benar juga ya ndro…. Okelah aku nantikan artikel-artikel berikutnya…. dan sambil menantikan artikelnya, boleh dong nyobain fresh kopi seperti apa rasanya….”

“siipp….. yuk mari….”

Location: Göttingen, German

Time: December 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s