Roasting Kopi Menggunakan Kompor

Pada tulisan terdahulu saya membahas mengenai roasting menggunakan mesin, silahkan baca kembali di link ini dan itu. Mempunyai mesin roasting canggih seperti yang dibahas tersebut, tentu keren dan hasil roasting bisa dijamin bagus dan merata. Masalah utamanya, mesin tersebut berharga ratusan juta rupiah. Mesin roasting sejenis sudah ada produksi lokal dengan harga masih kisaran 50 juta rupiah ke atas untuk kapasitas 12-15 kg. Mungkin ada yang dibawah harga tersebut, tetapi tetap saja kita tetap membicarakan harga puluhan juta. Harga tersebut wajar karena produksi mesin yang bagus pasti akan menggunakan bahan yang berkualitas, dan yang pasti mahal.

Mesin Roasting

Mesin Roasting

Jika sahabat ingin mempunyai mesin roasting besar seperti itu, tentu perlu pertimbangan khusus karena memerlukan investasi besar. Selain harga, produk yang akan dihasilkan juga menjadi pertimbangan. Jika sahabat tidak menjual biji hasil roasting, tetapi kopi bubuk atau produk minuman kopi, sebaiknya pertimbangkan lagi pembelian mesin roasting mahal. Memang mesin roasting mahal akan menghasilkan biji roasting yang relatif seragam dari segi ukuran dan warna, tergantung tingkat roasting yang diinginkan, serta menghindari biji gosong. Tetapi jika tidak hendak menjual kopi dalam bentuk biji utuh roasting, bisa dipertimbangkan metoda roasting lainnya.

Green Bean. Pilih yang berkualitas baik.

Green Bean. Pilih yang berkualitas baik.

Seperti yang sudah kita bahas, rahasia kopi enak adalah kopi fresh, yaitu kopi yang berumur maksimal 5 hari setelah roasting, tentu dengan asumsi biji kopi yang kirta roasting berasal dari green bean kualitas bagus. Boleh juga sahabat menggunakan batasan 7 hari alias seminggu, tapi dari pengalaman saya setelah hari ke 5 aroma dan rasa akan menurun drastis.

awal proses roasting

awal proses roasting

Dan ini problemnya. Banyak cafe di Indonesia tidak menggunakan biji fresh coffee. Kebanyakan cafe tersebut mengambil dari suplier, kadang usia biji kopi lebih dari sebulan setelah roasting masih juga disajikan untuk konsumen. Nah jika sahabat adalah pemilik cafe atau memiliki kenalan yang buka cafe, atau ingin mencicipi seperti apa fresh coffee itu, silahkan lanjut baca kemudian share artikel ini.

Hitungannya sederhana saja. Jika pelanggan cafe 100 orang per hari, asumsinya semua meminum kopi satu cangkir, yang berarti butuh kopi bubuk 8-10 gram, kita bulatkan saja 10 gram untuk memudahkan perhitungan. Dari jumlah pelanggan tersebut, berarti akan membutuhkan 1 kg kopi bubuk yang biisa didapat dari 1.2 kg green bean. Ga banyak toh?! dan paling hanya butuh waktu 14-16 menit untuk meroasting sehingga ketersediaan fresh coffee setiap hari menjadi terjamin. Selain pelanggan mendapatkan fresh coffee setiap hari, efek sampingnya adalah cafe menjadi harum aroma kopi yang diroasting serta saat biji kopi digiling dan dibrewing. Bayangkan, banyak cafe yang bahkan tidak bau kopi, ya karena tidak menggunakan fresh coffee, lalu bagaimana pelanggan mau betah untuk datang lagi.

Perubahan warna dan bentuk selama proses roasting

Perubahan warna dan bentuk selama proses roasting

Jika sahabat hanya meroasting 1 kg atau 2 kg biji kopi hijau, tidak perlulah menggunakan alat mahal. Cukup sediakan panci, kompor gas dan pengaduk plus tambahan pasir atau beras. Tidak perlu rumit dan mahal. Jika sahabat punya pelanggan 200 orang per hari saja itu sudah cukup luar biasa loh, jadi hanya perlu meroasting 2.4 kg biji kopi hijau setiap hari.

Saya mencoba teknik roasting menggunakan kompor gas saat ada di Bogor. Saat di German, saya meroasting biji kopi menggunakan mesin popcorn. Mesin tersebut harganya murah meriah, akan dibahas pada artikel lain, permasalahannya adalah menyedot daya listrik yang besar sekitar 1300 watt. Wah repot jika alat tersebut digunakan di Indonesia. Singkat cerita, saya mulai coba-coba roasting biji kopi hijau dengan alat yang ada di dapur.

Hasil roasting walau tidak seragam, tetapi rasa dan aroma super karena merupakan fresh coffee

Hasil roasting walau tidak seragam, medium-dark, tetapi rasa dan aroma super karena merupakan fresh coffee

Tekniknya simple saja, saya panaskan panci di atas kompor, lalu saya ukur suhunya menggunakan termometer oven agar bisa stabil di 230-250 C. Ternyata sulit karena panci cepat panas dan suhu cepat tinggi. Dari beberapa kali percobaan awal, sebagian biji kopi menjadi gosong. Saya pernah membaca jika bisa roasting biji kopi menggunakan pasir panas. Berhubung tidak ada pasir yang bisa saya temui dirumah, saya mencoba menggunakan beras. Agak sayang juga menggunakan beras, karena saat itu harga sedang mahal dan beras kan bisa untuk makan. Tetapi demi alasan penelitian, tidak mengapa. Selain itu berasnya bisa digunakan berkali-kali jadi tidak mubazir. Dan walah…… hasil roastingnya bagus. Memang hasil roasting tidak merata, tetapi semua dikisaran medium ke arah dark. Dan karena fresh, rasa kopinya maknyus….. rasanya bisa diadu dengan hasil roastingan mesin…

Teknik ini mudah dan biasa dikerjakan kok dari zaman dahulu di kampung-kampung. Sahabat pembaca pasti bisa mengerjakannya sendiri dengan mudah. Mulai dengan api kecil dahulu, pastikan biji sudah selesai diroasting selama 14-16 menit. Jika dalam jangka waktu tersebut belum sampai medium atau dark, besarkan lagi apinya pada kesempatan roasting berikutnya. Jika dalam jangka waktu tersebut biji sudah gosong, berarti api terlalu besar. Memang harus trial and eror untuk mendapatkan hasil yang bagus. Karena kompor dan jenis panci yang sahabat miliki berbeda dengan yang saya gunakan, kita gunakan patokan waktu tersebut saja. Pastikan untuk menghentikan proses roasting jika sudah terdengar second crack.

Beras harus dipisahkan dari kopi. Ada kecurigaan bahwa kopi murah menggunakan campuran dari beras atau jagung.

Beras harus dipisahkan dari kopi. Ada kecurigaan bahwa kopi murah menggunakan campuran dari beras atau jagung.

Jadi mulai sekarang, cobalah sahabat beli green bean, bisa langsung dari petani, hitung-hitung memotong jalur distribusi untuk membantu rakyat kecil, atau bisa melalui website, saya lihat sudah ada beberapa website di Indonesia yang menjual biji hijau. Dan coba roasting sendiri, jangan lupa inapkan semalam untuk proses degassing, lalu giling dan rasakan kenikmatan fresh coffee…..

Location: Bogor, Indonesia

Time: Agustus 2014

3 thoughts on “Roasting Kopi Menggunakan Kompor

  1. Pingback: Roasting Menggunakan Popcorn Machine | Postharvestnotes

  2. Trima kasih sharingnya, worth to try, kebetulan saya sendiri lbh suka ngopi di rumah drpd kafe demi alasan penghematan. Utk green bean sendiri apakah ada batas maksimal usia penyimpanan?

    • Selama disimpan dibawah kadar air 12%, green bean bisa bertahan bertahun-tahun. Bahkan seperti kopi aroma Bandung, kalau tidak salah menyimpan kopinya sampai 8 tahun. Tentu yang paling enak, biji kopi tidak lama setelah panen, saat segala kandungan kimia pembentuk rasa dalam kondisi maksimal. Kandungan kimia tersebut tentu akan menurun seiring waktu penyimpanan. Yang pasti, lebih baik membeli green bean untuk disimpan, aroma da kesegaran fresh coffee tidak akan tergantikan……. roasted coffee hanya akan bertahan 5-7 hari setelah itu aroma akan hilang atau menurun drastis. Ayo coba roasting sendiri, coba rasakan kesegaran kopi hasil roasting sendiri….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s