Istanbul Sirkeci Terminal

Ini statiun kereta yang sangat bersejarah. Jalur kereta yang dibangun untuk menempuh jalur London – Istanbul, melewati negara-negara Eropa. Perusahaan yang melayani jalur tersebut adalah Orient Express. Tentu banyak cerita romantik di jalur ini. Segala macam cerita kehidupan manusia, mulai dari para petinggi negara, pedagang besar, bangsawan, mata-mata, juga imigrant melewat jalur ini. Salah satu peristiwa penting yang terjadi di atas kereta ini adalah penandatanganan selesainya Perang Dunia I di tandai German menyerah. Kemudian German dibawah pimpinan Hitler balas dendam pada PD II, dimana Perancis menandatangi pernyataan kalah di atas kereta ini, dan pada akhir PD II gerbong kereta dihancurkan agar tidak terjadi kejadian memalukan lagi saat German harus tandatangan menyerah di atas gerbong yang sama untuk kedua kalinya. dan sekutu german pada PD I yaitu Kekhalifahan Utsmani hancur lebur setelah mengalami kekalahan perang.

Sahabat penggemar Agatha Christie, pasti mengenal buku “Murder on the Orient Express”. Plot cerita yang menarik, mencekam, penuh detil dan kejutan seperti biasanya. Jalan cerita lebih dalam daripada sekedar cerita dektektif membongkar suatu kasus pembunuhan. Pada film dengan judul yang sama, produksi terbaru tahun 2010, David Suchet, yang juga berpetualang dengan Orient Express pada video di atas, memerankan Poirot yang ditambilkan lebih kelam dengan sangat baik. Jalan cerita yang terhubung pada bagian awal dan akhir, menjelaskan bahwa hukum bukan hanya digunakan untuk menghukum orang tetapi untuk menjalankan keadilan. Dan pada akhirnya, keadilanlah yang harus ditegakkan. Bagi yang tidak sempat membaca novelnya, bisa melihat filmnya. Jadi teringat kondisi tanah air, betapa miris dengan situasi negara kita dimana hukum dijalankan tanpa ada rasa keadilan. Cukup banyak cerita seperti seorang nenek tua renta yang hanya menggunakan sepotong kayu kecil untuk kayu bakar di dapur rumahnya dituduh mencuri yang kemudian harus dihukum, tetapi orang yang menjarah hutan apalagi membakar hutan ribuan hektar dengan menyebabkan kerusakan lingkungan parah, penyakit serta banyak kematian, tidak tersentuh hukum dan keadilan sama sekali.

Dan suatu keberuntungan saya bisa berkunjung ke statiun bersejarah ini, baik kish nyata maupun fiktif. Agatha Cristhie pun pernah berada di statiun ini untuk menaiki kereta Orient Express sehingga menjadi sumber inspirasinya membuat novel tersebut. Restorant statiun terlihat bagus, harga makanan tidak begitu mahal tetapi diluar bujet mahasiswa, jadi saya hanya memesan kopi Turki. Pelayanan sangat ramah dan baik walau saya hanya memesan kopi Turki saja. Sambil menikmati kopi Turki dan suasana sejarah tempo dulu yang masih survive di dunia modern ini. Statiun ini masih berfungsi dengan tentu sistem yang modern, bahkan sudah ada terowongan bawah laut untuk melewati selat Bosporus. Rancangan terowongan tersebut sudah ada dari zaman Kekhalifahan dahulu, tapi sepertinya teknologi modern baru bisa mewujudkannya saat ini. Betapa asyiknya ngopi sambil menikmati sejarah masa silam.

DPP_0111 DPP_0112 DPP_0114 DPP_0115 DPP_0120 DPP_0124 DPP_0128 DPP_0129 DPP_0130 DPP_0131 DPP_0132 DPP_0135

Location: Istanbul, Turki

Time: Maret 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s