Identifikasi Varietas Padi menggunakan Teknologi Pengolahan Citra Digital

Alhamdulillah, akhirnya terbit juga tulisan saya dan rekan dari BB Padi, Bu Mira yang saat ini sedang melanjutkan studinya di IPB serta Bu Sri, salah satu senior dan kepala UPBS BB Padi saat itu. Artikel mengenai BB Padi bisa dilihat di sini. Artikel yang terbit ini mengenai indentifikasi varietas padi menggunakan teknologi pengolahan citra digital. Sebelumnya juga sudah ada beberapa tulisan bekerjasama dengan rekan lainnya di BB Padi, bisa sahabat lihat di bagian Publication.

Makalah lengkap bisa di download di sini.

Makalah lengkap bisa didownload di sini.

Saya banyak belajar dari rekan-rekan di BB Padi mengenai dunia persilatan padi di Indonesia. Di artikel-artikel ilmiah tersebut saya juga masih belajar untuk mengidentifikasi masalah, mencari solusinya serta menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan yang mudah dimengerti orang. Dalam proses tersebut juga terdapat pembelajaran untuk bekerjasama dan melihat permasalahan secara komprehensif dan menyeluruh.

Ide penelitian ini muncul karena pada beberapa tahun terakhir, varietas padi yang dilepas mempunyai morfologi mirip. Tentu sudah ada beberapa metode untuk membedakan varietas seperti marka ssr. Setiap metode punya kelebihan dan kekurangan, bisa dibaca di makalah. Metode yang cepat, akurat dan murah diperlukan untuk mendiskriminasi varietas-varietas tersebut.

Kenapa kita memerlukan metode untuk membedakan varietas padi? nah ini pertanyaan dasarnya. Sahabat bisa bayangkan, banyak varietas dilepas dengan karakter mirip, tentu membuka peluang penipuan di lapang, bisa tanpa sengaja seperti label atau karung tertukar, atau sengaja demi target pemenuhan benih varietas tertentu, karena kekurangan stok, lalu oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab, bisa saja terjadi “fraud” demi meraih keuntungan. Penipuan atau kemungkinan penipuan ini bisa saja hanya ilusi, tidak pernah terjadi karena faktanya tidak pernah ada berita atau kasus hukum mengenai hal tersebut. Tapi apakah kita bisa menjamin bahwa penipuan benih tidak terjadi? Saya sendiri tidak bisa memastikan karena tidak berkecimpung di perbenihan, hanya mendengar rumor saja hal tersebut terjadi, sekali lagi tanpa bisa memastikan kebenarannya.

Manfaat lain dari pengembangan metode untuk membedakan varietas adalah, saat inspeksi mengenai kemurnian benih, salah satu persyaratannya adalah penghitungan benih varietas lain. Ini menurut saya pribadi merupakan sebuah pertanyaan, bagaimana sebenarnya kita bisa membedakan benih varietas lain tersebut dan bagaimana membuktikan bahwa itu benar varietas lain, bukan hanya penyimpangan morfologi.

Sekali lagi yang perlu ditekankan, saya bukanlah ahli benih walau pernah belajar pemuliaan tanaman dan teknologi benih, hanya mengetahui sedikit saja. Oleh karena itulah saya bekerjasama dengan rekan dan senior yang kompeten untuk urusan perbenihan ini.

Lalu apa hubungannya dengan bidang saya di pascapanen terutama kualitas hasil pertanian? Sebenarnya penelitian ini cukup berat dan menyita waktu, karena saat yang bersamaan saya harus belajar mengenai kualitas kopi dalam rangka mengerjakan disertasi. Jadi mengerjakan dua bidang berbeda pada saat yang sama tetapi punya benang merah yang sama, yaitu kualitas hasil pertanian. Jika kita tidak bisa menjamin kualitas benih yang diproduksi, lalu bagaimana bisa menjamin hasil padi kelak yang akan dihasilkan? Urusan benih apalagi padi bukan hal main-main, perlu keseriusan dan kerjasama dari banyak pihak dan bidang. Salah satunya ya bidang pascapanen ini.

Pada akhirnya, karya tulis ini malah memberikan banyak pertanyaan daripada jawaban yang saya peroleh. hasil yang dicapai belum cukup memuaskan untuk saya pribadi, juga memunculkan ide-ide penelitian lain yang harus dilakukan untuk menjawab pertanyan-pertanyaan yang muncul. Tentu saya harus bersabar sebelum kembali “menyentuh” urusan benih padi, ada kewajiban disertasi yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Mohon doanya dari sahabat semua agar saya bisa cepat menyelesaikan disertasi mengenai kualitas kopi Indonesia dalam tempo sesingkat-singkatnya, sebelum purnama berikutnya muncul.

Location: Göttingen, German

Time: May 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s