Eureka Talk

Setelah jum’at malam Roko 321 membuka lapak kopi dan layar tancap, sabtu pagi kami meluncur ke Berlin. Segala sesuatunya sudah dipersiapkan agar tidak terjadi kepanikan yang tidak perlu pada pagi hari, atau ada sesuatu yang tertinggal, karena kami turut serta membawa si kecil. Kami berangkat dari Göttingen menuju Berlin menggunakan ICE, kereta cepat versi German. Repot kalau menggunakan kereta regular karena membawa si kecil, lagipula dapat harga angebot alias harga miring, jadi ya sama dengan harga tiket bus atau tiket kereta biasa. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa menikmati kereta cepat seperti ini di Jakarta – Bandung, bahkan seharusnya Jakarta – Surabaya. Negara kita sangat tertinggal dalam urusan transportasi massal.

Ada Apa Dengan Kopi?

Ada Apa Dengan Kopi?

Kami janjian berangkat bareng dengan Mas Wahyu dan Mba Ishma dan bertemu diatas kereta. Sebelumnya Mas Wahyu juga menjadi pembicara di Eureka Talk, sebuah acara diskusi yang dibesut oleh PPI Berlin. Mas Wahyu kalau tidak salah mempresentasikan mengenai ide kreatif dalam berpikir dan penelitian, merupakan Doktor lulusan Belgia bidang Fisika dan memegang hak patent disana. Eureka Talk, sesuai namanya, sebuah diskusi yang menekankan faktor “wow”, sesuatu yang membuat malah membuat berpikir daripada memberikan jawaban. Tema diskusi sebelumnya ada yang mengenai big data dan potensinya kedepan, perkembangan Islam sampai masuk ke Nusantara dan lain-lain tergantung bidang yang digeluti oleh pembicara.

Brandenburger Tor, salah satu icon kota Berlin.

Brandenburger Tor, salah satu icon kota Berlin.

Tema yang saya sampaikan adalah Ada Apa Dengan Kopi? membajak tema AADC2 yang sedang happening. Sama seperti cinta, kopi penuh dengan misteri. Untuk memahami kopi, saya mulai dari premis dasar walau debat able yaitu coffee is a legal drug. Bagaimana kopi sampai mempengaruh peradaban dunia? Untuk itu kita harus memahami bagaimana kopi mulai ditemukan, awalnya hanya dikenal sebagai tanaman obat, lalu mulai digunakan oleh para sufi, dan kemudian menjadi minuman revolusi. Di bagian belahan bumi dimana kopi mulai di introduksi, mulai terjadi pergolakan-pergolakan serta perubahan sosial. Kenapa? karena ketika ketika meminum kopi, pikiran kita menjadi tajam, dan mulai mempertanyakan kondisi sosial kemasyarakatan melalui diskusi-diskusi di warung kopi. Bicara mengenai kopi, bicara mengenai banyak aspek mulai dari sosial, budaya, politik, perbudakan, kemerdekaan bahkan sampai fiqih agama.

Suasana presentasi dan diskusi di Restaurant Nusantara. Wajib datang di Restaurant ini kalau berkunjung ke Berlin.

Suasana presentasi dan diskusi di Restaurant Nusantara. Wajib datang di Restaurant ini kalau berkunjung ke Berlin.

eurekatalk5 eurekatalk7 eurekatalk8

Kopi belum dikenal zaman Nabi Muhammad SAW, apalagi zaman Nabi Isa AS. Kopi baru mulai diminum oleh para sufi sekitar tahun 1200an dan mulai populer sekitar tahun 1400an. Jadi bisa dibayangkan, ketika para peminum kopi mulai menggugat status quo, mulailah alasan-alasan agama, yang digunakan secara serampangan untuk memberangusnya. Kopi tidak ada di sebut dalam kitab Agama Islam, Kristen atau Yahudi, ini sesuatu yang sama sekali baru. Singkat cerita, pada akhirnya semua bisa menerima kopi dan sejak itu dunia mulai berubah untuk selamanya. Dunia baru. Dunia yang tergantung dengan kopi. Mau tahu cerita lengkapnyanya? Mau tahu saja atau mau tahu bingits? undang saya untuk presentasi ya….😉

Ada Apa Dengan Kopi? ayo siapa yang mau ngupi-ngupi lagi ;-)

Ada Apa Dengan Kopi? ayo siapa yang mau ngupi-ngupi lagi😉

Kopi tidak cukup hanya dibicarakan. Kopi ya enaknya dinikmati. Saya membawa kopi racikan sendiri, mulai dari pemilihan green bean, roasting, blending sampai grinding. Saya racik dari 2 origin asli Indonesia yaitu Jawa dan Mandheling dengan 4 tingkat roasting berbeda untuk mendapatkan spektrum rasa dan aroma yang luas. Tujuannya adalah, makin banyak orang Indonesia yang menyadari bahwa kita punya kopi ueenak. Taste bud lidah para peserta diskusi sudah terbuka untuk kopi asli. Tentu ada efek “negatifnya”, bagi yang pernah merasakan fresh coffee, seumur hidup ketika mencoba kopi saschet atau kopi kaleng, tidak akan pernah sama lagi. Saat ini lah sahabat mulai “kecanduan” the real coffee😉 bahkan beberapa peserta langsung berminat untuk memesan kopinya.

Tim Barista PPI Berlin

Tim Barista PPI Berlin

Kopi enaknya dinikmati dan diseruput, bukan hanya diomongin

Kopi enaknya dinikmati dan diseruput, bukan hanya diomongin

Rasa dan aroma kopi buatan sendiri tidak kalah dengan gerai kopi

Rasa dan aroma kopi buatan sendiri tidak kalah dengan gerai kopi

Sehr Lecker

Sehr Lecker

Take home message dari presentasi adalah kita mempunyai banyak komoditas pertanian yang bagus, bila tidak boleh disebut sebagai terbaik di dunia. Sebut saja kelapa, kakao, kayu manis, lada, pala, vanila dan tentu saja kopi. Pesan selanjutnya adalah manfaatkan kelebihan produk bangsa kita untuk kebahagiaan kita sendiri serta keluarga, juga bantu para petani daerah. Kerjasamalah dengan pihak yang ada di Indonesia dan yang sedang berada di luar negeri demi kemajuan bersama. Terimakasih kepada kru PPI Berlin serta warga yang sudah mengundang, berdiskusi serta menjamu dengan segala keramahtamahannya.

Berliner dan Goetinger

Berliner dan Göttinger

 

 

Location: Berlin, German

Time: April 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s