Pak Enjang, LMDH Kumbangsari

Artikel sebelumnya sudah disinggung mengenai perkebunan kopi pertama ada di Jawa Barat, kemudian kopi menghilang dari wilayah ini dan pindah ke wilayah lain. Kemudian Jawa barat lebih indentik sebagai penghasil teh. Jika sahabat ada yang mempunayi literatur bagaimana perkebunan kopi bisa menghilang dari Jawa Barat, boleh di sharing disini. Penjelasan singkat mengenai ini ada di buku all about coffee, hanya dijelaskan bahwa komoditas kopi tidak menguntungkan sehingga diganti tanaman lain seperti karet dan teh. Timbul pertanyaan, jika perkebunan kopi tidak menguntungkan di Jawa Barat, lalu kenapa kemudian berkembang pesat di Jawa Timur dan Mandheling?

Pak enjang, salah satu generasi awal yang mengawali penanaman kembali kopi di Jawa Barat.

Pak enjang, salah satu generasi awal yang mengawali penanaman kembali kopi di Jawa Barat.

DPP_0002

Setelah lama tidak terdengar kopi di Jawa Barat, pada tahun 2000, Pak Enjang merupakan generasi awal yang memulai lagi perkebunan kopi di Jawa Barat. Pak Enjang mendapat bibit ateng dari Aceh dan coba di tanam lagi di Jawa Barat. Penuh tantangan karena perkebunan kopi harus dimulai lagi dari awal kalau tidak bisa dibilang dari nol. Apalagi zaman itu merupakan awal reformasi, dimana hukum timpang tindih dan terjadi perubahan sosial politik dimana-mana dan penuh ketidakpastian.

DPP_0003

Banyak penghargaan diperoleh

Banyak penghargaan diperoleh

Permasalahan pertama, mengenai lahan. Lahan yang ada sudah ditanami komoditas lain, diantaranya adalah teh. Tidak mudah untuk meyakinkan masyarakat untuk ikut menanam kopi. Selain itu, lahan yang ada merupakan wilayah hutan lindung. Disini ironinya. Masyarakat yang tinggal di daerah itu, tidak bisa menanami lahan karena status hutan lindung tersebut. Lalu harus bagaimana masyarakat di daerah yang secara peraturan termasuk hutan lindung untuk mencari nafkah, padahal mereka sudah tinggal di situ secara turun temurun.

DPP_0005 DPP_0006

Pak Enjang melakukan inisiatif menanami lahan dengan tanaman kopi. Dan jadi masalah bahkan sampai beliau sempat ditahan karena dianggap menyerobot lahan hutan lindung. Dengan perjuangan dan musyawarah akhirnya wilayah tersebut dikelola bersama oleh masyarakat, pemerintah desa dan perhutani dalam wadah LMDH (lembaga masyarakat desa hutan). LMDH ini merupakan salahsatu solusi khas Indonesia dimana permasalahan dimusyawarahkan dan dicari jalan keluar yang terbaik untuk semua pihak. LMDH Kubangsari, Pengalengan yang dikelola Pak Enjang dimulai dari tahun 2003 dan sekarang sudah mengelola ±400 ha. Perkebunan kopi sudah menghasilkan dan sekarang kopi Jawa Barat mulai dikenal di dunia persilatan kopi. Semua dimulai dari perjuangan dan pengorbanan.

Location: Lembang, Bandung, Indonesia

Time: Agustus 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s