Rahayu Tani

Kelompok kopi ini dikomandani oleh Pak De Nuri. Beliau merupakan salah satu tokoh senior dan dihormati dalam urusan perkopian di wilayah Malabar dan sekitarnya. Termasuk juga urusan kopi luwak, beliau merupakan salah satu pelopornya. Cikal bakal standard operasional procedure (SOP) perluwakan yang bermartabat dan perikehewanan, bisa dibilang, dimulai dari tempat ini. Saat saya berkunjung ke lokasi Pak De Nuri, kebetulan berbarengan dengan kolega dari Kementerian Pertanian, Pak Aldo dari Ditjen PPHP yang sedang menyiapkan peraturan dan standar untuk kopi luwak. Peraturan tersebut sudah keluar beberapa waktu lalu, artikel dan peraturannya bisa dilihat di sini.

Rahayu Tani

Perkebunan kopi di Malabar terletak diantara perkebunan teh. Tidak heran jika rasa kopi dari wilayah ini terasa ringan dan harum seperti teh. Memang Malabar terkenal sebagai penghasil teh (selain susu dan produk turunannya). Sebenarnya, kopi pertama kali dikembangkan di Indonesia mulai dari Jawa Barat. Wilayah Dramaga, Bogor (terkenal dengan kampus IPB) untuk jenis Robusta dan wilayah Malabar dan sekitarnya untuk species Arabika. Kemudian, entah seiring waktu, kopi menghilang di Jawa Barat dan berganti menjadi komoditas lain seperti teh. Ada beberapa hipotesis mengenai kopi tiba-tiba hilang dari Jawa Barat, tapi belum bisa dikonfirmasi lebih lanjut. Dan Kopi kemudian menyebar ke Jawa Timur yang kemudian di kenal sebagai kopi Jawa dan daerah Sumatera Utara yang terkenal sebagai kopi Mandheling. Tentu selanjutnya berkembang ke wilayah lain seperti Gayo, Toraja dan lainnya.

pencucian sekaligus sortasi cerry

sortasi berdasarkan ukuran dan berat

Sortasi biji dilakukan secara manual untuk memisahkan biji cacat

meja kerja untuk sortasi

Alur proses pascapanen kopi

Nah, perkebunan kopi bisa dibilang baru dikembangkan kembali setelah era reformasi (setelah tahun 2000an), salah satu pelopornya adalah Pak De Nuri. Tentu ada tokoh lain seperti yang pernah saya tulis di sini. Tidak mudah mengembangkan komoditas yang relatif “baru” untuk wilayah ini yang sudah terbiasa dengan komoditas teh, juga ada beberapa permasalahan dalam kerjasama dengan sesama pekebun. Saat ini, bisa dibilang perkebunan kopi di wilayah Malabar cukup maju dan banyak permintaan bahkan untuk ekspor.

Grinding manual

Membahas sertifikasi luwak dan persyaratan pemeliharaan standard animal welfare

Tiga Cogan ki-ka: Kang Bayu, Mas Busono dan Adnan

mesin espresso otomatis

Ruang meeting dan display produk

Bu Hermin dan Pak Nuri, tokoh kopi dan perluwakan Jawa Barat

Pada tahun 2014, Pak De Nuri mengelola  sekitar 110 petani dengan luas lahan sekitar 270 Ha, dan sebagian besar masih tahap vegetatif belum berproduksi. Saat itu baru bisa memproduksi 10 ton green bean per tahun. Saya yakin saat ini kapasitas produksi lebih tinggi lagi karena akan banyak tanaman yang sudah mulai masuk masa generatif. Sebagian besar merupakan varietas Sigararutang species Arabika. dari 1 kg cerry merah, akan menghasilkan sekitar 16% green bean.

Mesin Roasting

grinder

roasting skala kecil

Ahli roaster disini seorang ibu-ibu

Saat itu juga terdpat 75 ekor luwak yang bisa menghasilkan 300 kg green bean setiap bulan. Kandang dan fasilitas luwak sudah cukup modern dan berperikeluwakan. Bagi yang ingin belajar mengenai perluwakan, bisa langsung datang ke Margamulya, kecamatan Pengalengan, juga bisa ke kopi luwak manglayang.

kandang luwak

Hsil “panen” kopi luwak

Pintu masuk ke kandang luwak

Di lokasi Rahayu tani, terdapat fasilitas yang cukup lengkap dan modern. dari mulai ruang meeting, mesin espresso otomatis untuk mencoba kopi malabar, ruang roasting, kandang luwak, ruang pemgolahan mulai dari pencucian sampai penjemuran menjadi green bean. Lengkap untuk anda yang ingin belajar mengenai kopi atau calon buyer, silahkan langsung datang ke sini dan kontak dengan Pak Nuri. Selain itu, beliau juga menyediakan ambulance, sebagai CSR bahasa kerennya, atau amal bahasa agama, untuk masyarakat yang membutuhkan di sekitar fasilitas. Suatu usaha yang perlu ditiru bahwa bisnis tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.

Ambulance untuk kepentingan warga sekitar fasilitas.

 Location: Bandung, Indonesia

Time: August 2014

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s