Big Data Untuk Menganalisa Isu

Pada artikel sebelumnya, kita sudah sama-sama belajar untuk menggunakan parameter-parameter kesalahan logika dalam rangka mengecek argumen dalam suatu pernyataan. Tentu ini sebagian dari ilmu logika, bagaimana untuk menyusun premis benar berdasarkan bukti akurat untuk menghasilkan kesimpulan yang mendekati kebenaran. Saya biarkan sahabat menantang diri sendiri untuk bersikap skeptis terhadap suatu fakta, data dan intepretasi dalam memandang apakah realita sebenarnya terhadap sesuatu hal. Kadang kenyataan itu pahit dan kita cenderung untuk  menolak yang pahit.

Oke, kita sekarang having fun saja, agar urat syaraf mengendor, bermain dengan big data. Banyak definisi dan pengertian mengenai big data, kurang lebih merupakan suatu teknik dalam memanfaatkan data besar di era digital sekarang untuk mendapatkan pola tersembunyi serta mencari hubungan-hubungan atar komponen. Hadeuuh, tetap saja pengertiannya rumit setelah saya coba sederhanakan 😦 Simplenya, kita akan memanfaatkan medsos a.k.a. google dan twitter untuk melihat pola suatu gosip. Gosip? makin digosok, makin siipppp, yuh yah yuuuuu…

Kita tidak sedang menguji apakah suatu isu, atau sebut saja suatu gosip benar atau salah, tapi yang kita perhatikan adalah pola. Bagaimana intepretasi suatu pola ini berarti sesuatu hal, media analis atau big data analis yang bisa menjawabnya. Karena saya bukan media analis dan ilmu saya baru mencapai multivariate analysis, saya akan lebih banyak pertanyaan daripada intepretasi pada artikel ini, siapa tahu ada sahabat yang bisa membantu saya menganalisis pola yang ada.

Pertama, kita akan main google. kalimat “di googling saja” sudah menjadi bahasa sehari-hari kita, karena sampai saat ini, google adalah mesin pencari jagad maya yang paling ampuh. Kekuatan mesin pencari ini sebenarnya mengerikan, ditambah mereka juga yang membuat android, sebuah sistem smartphone. Jadi mereka memiliki data segala sesuatu tentang kita, bahkan percakapan rahasia kita di inbox. Mereka bisa membuat profil diri kita, ini mengkhawatirkan, seperti film Terminator akan menjadi kenyataan.

Kita akan melihat trend suatu gosip di google trend. Silahkan buka google trend, masukkan kata atau kalimat apapun, bebas. Saya coba kata “impor beras” dan “mahar politik” selama 7 hari terakhir web search di Indonesia . Kedua kata kunci tersebut sumber gosip pada minggu ini. Kita bisa memperhatikan, kapan gosip tersebut mulai muncul dan bagaimana polanya. Menarik dicermati bahwa kedua gosip ini muncul pada saat yang hampir bersamaan. Apakah ada hubungan antara keduanya? jika ada hubungannya, gosip mana yang dimunculkan untuk menutup gosip yang mana serta bagaimana efektifitasnya? Mengapa pola “mahar politik” cenderung relatif stabil, berbeda dibandingkan pola “impor beras” cenderung mengikuti pola sinus? Apakah pola ini normal atau karena buzzer? Sahabat juga bisa melihat daerah di Indonesia yang mencari kata kunci ini serta kata-kata yang berhubungan dengan kata kunci tersebut.

Impor beras vs mahar politik pada web search

Menarik juga dicermati, pola tersebut berbeda pada youtube search. Apakah ini berarti orang hendak mencari kebenaran pada pernyataan langsung dari pihak-pihak yang berseteru pada kasus “mahar politik”? Entah…… Ada kemungkinan hasil youtube search melonjak tajam pada hari ditayangkannya ILC (Indonesia Lawyer’s Club) yang membahas tema “Mahar Politik: La Nyalla vs Prabowo” (Indonesia Lawyer’s Club).

Impor beras vs mahar politik pada youtube search.

Berikutnya kita main twitter. Welcome to the twitter land. Silahkan bukan lama socioviz.net. Daftarkan akun twitter sahabat di sini, for free, dan silahkan cari gosip yang dikehendaki. Saya mencari kata kunci “impor beras” dalam seminggu terakhir di dunia pertwitteran, agar setara dengan hasil pencarian dari google. Pertanyaan yang muncul adalah mengapa grafik sudah tinggi sekali bahkan sebelum gosip impor beras muncul 6 hari yang lalu, kemudian grafik tersebut menurun drastis. Apakah netizen di twiiter land tidak tertarik membicarakan impor beras, ataukah ada gosip lain yang lebih menarik? apakah obrolan netizen warga twitter berhubungan dengan obrolan warga di warung kopi dan di masyarakat umum?

Traffic pembicaraan impor beras.

Kemudian kita bisa melihat peta hubungan antar akun. Silahkan sahabat cek sendiri, akun-akun siapa itu, jangan-jangan ada nama akun anda….. Does this you scare yet? 🙂 Akun siapa yang dikelilingi banyak akun lain? apakah panah tebal tersebut menunjukkan terduga buzzer? Kita bahkan bisa mengetahui isi cuitan mereka. Saya cek beberapa nama akun dan isi cuitan….. saya hanya bisa bilang alamakjan… ini cuma pakai aplikasi gratisan saja bisa secanggih ini. Saya tidak bisa bayangkan aplikasi yang dimiliki semacam badan siber, mesin mereka bisa crawling sampai  mendapatkan data kamu dimana, dengan siapa, semalam berbuat apa… (sambil sayup-sayup terdengar lagu babang ganteng)

Hubungan antara akun yang membicarakan impor beras.

Dua aplikasi ini, google trend dan socioviz 100% gratis, sahabat bisa mencobanya sendiri dan sangat mudah. Betapa mengerikannya big data ini, sekali lagi ini yang gratisan loh, bayangkan aplikasi yang dimiliki badan siber. Ada sahabat saya cuma iseng-iseng jajal kemampuannya saja bisa memantau percakapan inbox medsos orang lain, bagaimana dengan para ahli siber yang kita tidak tahu mereka siapa tapi mereka sangat tahu kita siapa… kalau kita pikir dengan menggunakan akun palsu dan vpn sudah aman, pikir-pikir lagi….. Hati-hati dalam berselancar dan membuat gosip ya cen……

Your mission Cen, should you decide to accept it, ….. As always, should you or any of your I.M. Force be caught or killed, the Secretary will disavow any knowledge of your actions. This tape will self-destruct in five seconds. Good luck, Cen.

Location: Göttingen, German

Time: January 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s