Simpulan Sementara Impor Beras

Akhirnya, Mendag mengeluarkan pernyataan dan data mengenai kondisi stok beras pemerintah. Keputusan tersebut merupakan arahan dari Bapak Wapres, second in command. Mengenai data, bisa dilihat di link berikut. Akan lebih menarik kalau lembaga kementrian mempunyai semacam juru bicara, tidak harus semuanya menteri yang menghadapi wartawan, kita maklum bahwa pasti beliau super sibuk. Saya perhatikan, juru bicara seperti KPK bisa dijadikan role model. Jadi juru bicara bisa melakukan pertemuan dengan teman-teman wartawan dan melakukan penjelasan serta tanya jawab kapanpun jika dibutuhkan, untuk memenuhi keingintahuan masyarakat.

Dan jangan menunggu sampai ada yang menggoreng isu. Dalam hal impor ini, biasa kementan yang digarami, dikasi merica lalu ditumis 😦 sudah nasib, tapi bukan takdir… Nasib bisa berubah kalau kita melakukan usaha untuk merubah nasib tersebut. Minimal, ini usaha saya untuk melakukan penjelasan kepada sahabat-sahabat semua. Sedih rasanya kolega saya di kementan yang sudah bekerja super keras untuk mewujudkan swasembada pangan, jauh dari keluarga, apalagi yang masih jomblo tapi sibuk urus beras bukannya malah sibuk cari jodoh, kemudian korpsnya dihujat untuk alasan yang salah hiks… ini bisa mematahkan semangat para abdi negara yang baik hati tersebut. Tentu swasembada pangan juga merupakan kerja keras semua komponen bangsa seperti TNI/Polri, penyuluh, pemda, pihak swasta dan petani itu sendiri yang sudah bekerja luar biasa. Memang surplus tahun ini tidak begitu bombastis, tapi tetap surplus sehingga negara kita tidak kekurangan pangan.

Oke, jadi sudah jelas ya, impor kali ini merupakan arahan dari Bapak Wapres kepada kemendag, kemudian dieksekusi oleh bulog. Tidak ada urusannya dengan kementan. Please stop blaming us, just stop! bukan berarti pihak yang lain salah, kalau sahabat mikirnya seperti ini, itu merupakan kesalahan logika lagi. Dari berita tersebut, senada dengan yang saya sampaikan pada artikel-artikel sebelumnya, impor dilakukan karena stok beras pemerintah menurun untuk menghadapi perang harga dengan para spekulan beras.

Sebenarnya masih ada beberapa cacat logika lain dalam pemberitaan mengenai impor beras kali ini. Dengan menggunakan parameter kesalahan logika serta eksplorasi big data menggunakan google trend dan socioviz.net seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya, harapan saya , sahabat bisa mengeceknya sendiri untuk memperoleh kebenarannya sendiri.

Dari pengalaman saya, penjelasan semudah atau sebaik apapun, dengan bukti sehebat dan sebanyak apapun, tidak ada gunanya kepada orang yang sudah  terlanjur benci atau dengki. Penyampaian argumen hanya bisa “memenangkan logika, tetapi tidak bisa memenangkan hati. Agar bisa pindah ke lain hati, kita hanya bisa berdoa agar hati kita dipertemukan dalam cinta dan damai, bukan kebencian, aamiiin.

 

Location: Göttingen, German

Time: January 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s