Daur ulang isu impor beras vs cantrang

Berdasarkan google trend, Isu impor beras sudah mengalami penurunan. Kemungkinan tinggal saya seorang yang masih membahas impor beras 🙂 tidak apa-apalah, belajar kan tidak harus tergantung trending topik. Dan ada kemungkinan, isu ini akan didaur ulang lagi pada beberapa waktu ke depan, karena polanya begitu. Yang terdekat, ketika nanti beras sebanyak 500rb ton datang. Nah kalau ada pertanyaan-pertanyaan seperti apakah betul 500rb ton yang datang? disimpan di gudang mana saja dan berapa banyak setiap lokasi? apakah kualitas beras yang datang seperti yang disyaratkan pecah 5-25%? Harga beras Thailand per tanggal 17 january 2018 di salah satu eksportir adalah $416 per ton (FOB), kira-kira Rp 5500 per kg, jika dijual oleh buloh pada kisaran harga Rp 9400, setelah dipotong biaya pengangkutan dari tahiland, biaya pergudangan, serta biaya pengangkutan dari gudang bulog ke pasar induk, berapa selisihnya, dan keuntungannya berapa serta siapa yang dapat? pertanyaan sejenis ini lebih menarik buat saya, karena saya ingin tahu juga dan ini yang krusial. Jika ada sahabat pembaca yang pernah melakukan pembahasan mengenai ini, atau mengetahui pernah ada yang menghitung, jangan sungkan untuk berbagi ya….

Trend impor beras vs mahar politik terbaru

Demikian juga dengan isu mahar politik, menurun. Bisa jadi masyarakat tidak perduli dengan mahar politik karena dianggap wajar, toh dianggap semua melakukannya. Tapi ada pola yang berbeda di trend pencarian video, ada lonjakan cukup tinggi, apakah ini berarti masyarakat ingin melihat, mendengar dan memastikan sendiri siapa pelaku mahar politik, dari partai mana dan kemudiannya menghukumnya dengan tidak memilihnya kembali? entah.

Melihat penurunan tren isu impor beras dan mahar politik, padahal isu tersebut cukup menarik dan hangat, saya menduga duga ada isu lain yang lebih heboh. Dan ternyata isu tersebut bisa jadi mengenai cantrang. Saya tidak akan membahas mengenai cantrang, bukan kapasitas saya, dan saya pun mengetahuinya dari praktisi perikanan yang jelas mengetahui seluk beluk urusan cantrang, serta praktisi politik praktis karena ini kental sekali nuansa politik praktisnya.

Dalam salah satu akun medsos yang sulit diverifikasi karena tidak menggunakan profil asli, ada penjelasan mengenai “geng cantrang”. Saya tidak mau melakukan ad hominem, kita fokus pada pernyataan-pernyataannya saja. Menurut gotak gatik gatuk sang akun, ada hubungan antara dunia politik, akademisi, pengusaha cantrang, bahkan sampai ring 1 pemerintahan untuk “menghajar” Bu Susi via cantrang. Banyak yang mulai gerah karena sudah banyak kapal pelaku pencurian ikan ditenggelamkan. Tentu bukan urusan saya untuk mengkonfirmasi kebenaran isi cuitannya, saya hanya mau uji asumsi pernyataan seseakun tersebut bahwa ada buzzer politik berbayar yang berusaha menaikan isu cantrang.

Kalau berbayar atau tidak, saya tidak bisa memastikan. Tapi isu tiba-tiba meledak? grafik dari google trend dalam jangka waktu 1 minggu terakhir berikut bisa mengkonfirmasi. Bahkan isu impor beras dan mahar politik tidak ada apa-apanya. Kita bisa kira-kira, yang tertarik isu cantrang terbatas hanya pada orang-orang yang terlibat dunia percantrangan seperti pengusaha kapal, pabrik surimi, buruh nelayan, praktisi akademi dan birokrat perikanan. Sudah pasti, jumlahnya tidak mungkin lebih banyak dari masyarakat pemakan beras yang tertarik dengan isu impor beras. Ada apa ini?

impor beras vs cantrang

Kemudian saya cek peta obrolan dunia twitter hasil dari socioviz.net, coba saja, gratis kok. Seru juga twitwar nya. Secara garis besar, ada dua hal berbeda yang ditampilkan dalam diagram tersebut.  Di sebelah kanan, kluster berwarna biru, sedang berperang saling serang, membela atau mendukung pelarangan cantrang. Yang lucu di sebelah kiri, kluster berwarna kuning, saling endorse sesetokoh untuk nyalon di 2019. Duh, kok tiba-tiba saya jadi ingin makan duren ya 😉 ………………

Peta Twitwar Cantrang

Hal yang saya pelajari dari Bu Susi, keputusan yang dibuat , tentu dengan otorisasi RI one (atau hasil pemikiran beliau sebenarnya?), keren,,,, cantrang dikunci, kapal tidak bisa bertambah. Tinggal diperkirakkan, kapal cantrang akan bertahan berapa lama… dalam saat yang bersamaan, buruh nelayan perlu diyakinkan bahwa mereka berhak untuk sejahtera, tidak perlu tergantung pada tengkulak-tengkulak kapal lagi. Mereka bisa melaut dengan fasilitas dari pemerintah. Untuk itu, masyarakat yang “cinta” dengan Bu Susi, manaa suaraanyaaa 🙂 …… perlu bersama-sama mendukung beliau. Jangan sampai beliau berkata “That’s it, enough, I’m done… urus diri anda sendiri, diurus kok malah ngeyel”…. sudah beberapa kesempatan beliau menyatakan hendak mundur. Sama-sama kita yakinkan kepada RI 0ne, bahwa yang pakai baju merah jangan sampai lolos………

 

Location: Göttingen, German

Time: January 2018

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s