Anisakis pada ikan kaleng, wah ga bener tuh

Setelah isu telur palsu yang membuat heboh dan ternyata hoax, lini masa disibukkan lagi dengan penemuan cacing jenis Anisakis sp pada ikan makarel kaleng. Berita ini betul. Dan reaksi pemerintah patut diacungi jempol. Koordinasi antara BPPOM, Kementrian Kesehatan, Kementrian Kelautan dan Perikanan serta instansi lainnya termasuk aparat keamanan bergerak cepat untuk mengamankan produk tersebut. Hasilnya, dari 66 merk terdapat 27 merk ikan makarel kaleng yang mengandung cacing. Daftar merk ikan kaleng tersebut bisa dilihat pada link berikut.

Saya membandingkan isu cacing pada ikan makarel kaleng (garis biru) ini dengan isu telur palsu (garis merah) menggunakan google trend. Hasilnya menarik, netizen lebih tertarik dengan berita hoax daripada berita asli. Terkejut? tidak perlu.

Padahal, narasi isu nya sama. Ikan makarel tersebut bahan bakunya sebagian dari RRC. Ada yang diimpor langsung dari luar negeri, ada yang dikalengkan di indonesia dengan menggunakan bahan baku dari luar negeri. Justru peristiwa ini kesempatan bagi masyarakat untuk mulai beralih mengkonsumsi ikan produksi dalam negeri. Lebih baik konsumsi ikan segar. Kalaupun ingin konsumsi ikan kaleng, nah ini kesempatan untuk pengusaha muda untuk memproduksi ikan kaleng. Tidak sulit kok, lain kesempatan saya akan berbagi pengalaman saat belajar mengalengkan ikan. Dan untuk pemerintah, jangan ragu-ragu untuk “membanned” produk-produk tersebut. Perusahaannya di black list dan beri denda. Coba kalau yang terjadi adalah sebaliknya, produk Indonesia yang bermasalah di luar negeri, mereka begitu kejam memperlakukan produk kita.

Penjelasan dr. Tan Shot Yen cukup menarik dan jelas. Beliau menjelaskan mengenai bagaimana Anisakis ini berkembangbiak dan bagaimana bisa masuk ke dalam daging ikan serta bisa di konsumsi manusia serta efeknya bagi kesehatan manusia. Intinya, Anisakis menjadi tidak berbahaya jika ikan sudah dimasak tetapi tentu menjijikkan. Kita kan beli ikan bukannya cacing ūüė¶ . Tetapi menjadi berbahaya jika makan ikan mentah yang mengandung Anisakis. Dan beliau juga menyarankan, yuk mari kita konsumsi ikan segar dari dalam negeri yang berlimpah.

Nah, saat Menteri Kesehatan ditanya wartawan mengenai bahaya Anisakis di ikan kaleng, beliau menyampaikan dalam konteks tersebut, cacing menjadi protein dan tidak berbahaya ketika sudah dimasak. Dan oleh pasukan pembuat dan penyebar hoax, langsung lah digoreng menjadi seakan-akan Menteri menyatakan cacing menjadi tambahan protein dalam ikan kaleng. Kelompok ini sudah terbiasa memotong kalimat bahkan video yang berjam-jam menjadi hanya 13 detik, dipisahkan dari konteks, lalu ditambahkan caption dan judul provokasi, disebarkan melalui medsos, media abal-abal lalu dikutip media mainstream. Kalau ada komplain dari yang kena fitnah, tinggal muat hak jawab toh dan minta maaf. Besoknya? ulangi lagi dengan korban dan narasi yang berbeda. Sementara orang yang kena fitnah sudah babak belur. Hadeuuhhh… Anisakis oohhhh Anisakis…. Gabener ente…..

Location: Göttingen, German

Time: March 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s