Teh gelas menang banyak

Foto karya Wisnu dari Kompas ini sangat epic dan akan menjadi salah satu moment bersejarah. Seorang anak muda yang bahkan tidak perlu menggunakan kaos berhastag untuk menunjukkan kecintaannya kepada seorang presiden. Bukan denim keren dan motor chopper hasil kreatifitas anak bangsa yang jadi perhatian saya, tetapi teh gelas yang berada di tangannya saat berlari di samping geberan motor chopper sang kepala negara.

Tanpa kaos berhastag

Ini publikasi gratis tidak terduga untuk teh gelas. Produk minuman dari cap orangtua. Desain warna pada kemasan gelas tersebut bisa dikenali walau mengambil porsi yang kecil dari foto tersebut. Membuktikan desain kemasan tersebut cukup tangguh untuk mudah dikenali konsumen. Yup, desain kemasan sangat penting agar konsumen mau melirik dan kemudian mencoba suatu produk. Do not judge a book by its cover tidak berlaku dalam bisnis ini. Konsumen benar-benar “menghakimi” kemasan sebelum mau mencobanya. Dan ini salah satu kelemahan produk kita dibanding produk saingan dari luar negeri.

Foto tersebut juga menyiratkan ilmu produksi produk dan logistik. Bagaimana kemasan teh gelas tersebut bisa berada di tangan pemuda tersebut? Nah ini menarik. Cerita bisa dimulai dari bagaimana produsen merencanakan suatu produk, siapa target konsumennya, harga berapa, apa isi produk, bagaimana memproduksinya, dimana memperoleh bahan baku, analisis finansial serta kelayakan usaha, lalu setelah produksi, bagaimana cara mendistribusikannya dari lokasi pabrik dan kemana. Selanjutnya, bagaimana caranya membujuk pemuda tersebut agar mau mengeluarkan uangnya untuk membeli produk. Wah, rumit urusannya.

Berdasarkan data dari toko online, teh gelas kemasan cup 190 ml berharga Rp 17800 per 24 pcs, jadi per buah kira-kira Rp 750, mungkin dijual Rp 1000 di tingkat warung/ retail. Tentu ini menyasar konsumen kalangan menengah ke bawah. Kan tidak semua orang bisa menikmati segelas teh di gerai internesyenel seharga puluhan ribu per cangkir.

Kandungan teh gelas adalah air, gula, daun teh, perisa teh (identik alami), pengawet makanan (natrium benzoat, kalium sorbat). Apakah gula yang digunakan asli atau gula buatan? berapa persen kandungan teh aslinya? Apakah ini minuman teh atau minuman rasa teh? Konsumen tidak ada yang pusing dengan hal-hal begitu, yang penting rasanya enak dan harga terjangkau di kantong. Dan produsen tahu itu.

Sebagai gambaran, dengan harga jual Rp 750 dari pabrik, dikurangi modal kemasan, biaya distribusi dan marketing, overhead (belanja peralatan, mesin lokasi pabrik dan gaji karyawan), nah sisanya adalah biaya bahan baku. Anda tidak bisa mengharapkan isi dalam teh itu sama dengan secangkir teh mahal di gerai internesyenel.

Tapi jangan pernah meremehkan konsumen kelas menengah ke bawah ini loh. Kelihatannya margin keuntungannya kecil, tetapi jika dikalikan pelanggan jutaan orang, serta tidak banyak pemain yang berkecimpung di sini, omzet bisa jadi luar biasa. Sementara kelas gerai internesyenel harus berebut pada pasar yang terbatas dengan jumlah pemain yang banyak.

Sebuah foto bisa menceritakan seribu kisah, tergantung pada sudut pandang sang pembaca foto. Apa sudut pandang Sobat terhadap foto tersebut?

Location: Göttingen, German

Time: April 2018

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s